Dapatkah Anda Mengonsumsi Asiklovir Untuk Infeksi Herpes Selama Kehamilan?

Dipublish tanggal: Sep 3, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit

Jika Anda didiagnosis menderita infeksi virus herpes-simpleks atau varicella-zoster, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus. Salah satu obat yang banyak digunakan adalah asiklovir.

Pada artikel ini akan membahas apakah obat ini aman digunakan selama kehamilan, dan jika ada risiko yang terkait. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Apa itu Asiklovir?

Asiklovir adalah obat antivirus yang berguna untuk mengobati dan mencegah kambuhnya herpes genital (yang disebabkan oleh virus herpes simpleks) dan cacar air dan herpes zoster (disebabkan oleh virus varicella-zoster). 

Juga dapat digunakan untuk mengobati seseorang dengan sistem kekebalan yang lemah seperti mereka yang mengidap HIV. 

Meskipun tidak menghilangkan virus, obat ini akan mengurangi intensitas dan keparahan infeksi dengan mencegah timbulnya gejala seperti luka atau lecet. 

Asiklovir dijual dengan merek Zovirax dan tersedia dalam bentuk tablet oral, suntikan intravena, dan salep topikal.

Dapatkah Anda mengonsumsi Acyclovir (Zovirax) selama Kehamilan?

Ya, aman untuk mengambil asiklovir selama kehamilan, tetapi Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mempertimbangkannya.

Acyclovir terdaftar sebagai obat Kategori B oleh US Food and Drug Administration (FDA). Ini berarti tidak ada efek samping berbahaya yang diketahui. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Alergi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 11

Tidak diketahui meningkatkan risiko cacat bawaan atau komplikasi kehamilan bahkan ketika diminum selama awal kehamilan.

Studi tentang efek asiklovir selama trimester kedua dan ketiga terbatas. Oleh karena itu, obat ini umumnya diresepkan selama dua trimester terakhir hanya jika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Berapa banyak Asiklovir yang aman untuk dikonsumsi selama Kehamilan?

Dosis yang tepat untuk mengobati herpes genital adalah 400mg tiga kali sehari atau 200mg lima kali sehari selama 7-10 hari. 

Dokter biasanya meresepkan obat ketika Anda mengalami episode herpes pertama selama kehamilan. 

Penggunaan setiap hari dalam empat minggu terakhir kehamilan akan mengurangi risiko wabah, dan mencegah penularan ke bayi baru lahir.

Bagaimana jika Anda sudah mengonsumsi Acyclovir (Zovirax) selama Kehamilan?

Jika Anda telah menggunakan asiklovir bahkan sebelum kehamilan Anda, atau telah mengambilnya tanpa resep, maka beritahu dokter Anda tentang hal itu. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Dokter dapat memutuskan apakah Anda harus melanjutkan dengan obat atau tidak, atau mengurangi dosis serendah mungkin. Jangan berhenti minum obat secara tiba-tiba.

Apa yang dapat menjadi efek samping dari Asiklovir selama Kehamilan?

Efek samping potensial dari penggunaan asiklovir termasuk diare, mual, sakit kepala, demam, rambut rontok, perubahan penglihatan, dan gangguan perut. 

Gejala-gejala ini akan sembuh dalam beberapa hari, dan mungkin tidak memerlukan perhatian dokter.

Namun, Anda mungkin harus mengunjungi dokter untuk beberapa efek samping yang serius, seperti:

Kewaspadaan umum yang harus dipatuhi saat memakai Acyclovir

Meskipun aman untuk mengonsumsi dosis Acyclovir yang ditentukan, beberapa tindakan pencegahan membantu Anda tetap aman, termasuk:

  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki kelainan saraf, hati, ginjal atau elektrolit.
  • Hindari minum obat jika Anda mengalami gejala alergi setelah minum obat.
  • Konsumsi lebih banyak air saat Anda minum obat untuk mencegah efek samping.
  • Jangan melebihi dosis obat yang disarankan. Hubungi dokter Anda jika Anda secara tidak sengaja mengonsumsi lebih dari dosis yang disarankan.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Sexually transmitted diseases treatment guidelines, 2010. (2010, December 17). Morbidity and Mortality Weekly, 59(RR-12) (https://www.cdc.gov/std/treatment/2010/std-treatment-2010-rr5912.pdf)
Ready-to-use STD curriculum for clinical educators: Genital herpes simplex virus module. (2014, January) (https://www2a.cdc.gov/stdtraining/ready-to-use/Manuals/HSV/hsv-notes-2014.pdf)
Edwards, R. K., Duff, P. (1999). Herpes simplex virus infections in women. In: T. G. Stovall & F. W. Ling FW (eds.), Gynecology for the Primary Care Physician. Current Medicine Group.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app