Kesehatan Fisik

Dampak Obesitas Terhadap Kesehatan Tulang Anak

Dipublish tanggal: Jul 23, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 3 menit
Dampak Obesitas Terhadap Kesehatan Tulang Anak

Obesitas dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan dan sosial dimulai sejak masa kanak-kanak. Masalah-masalah ini termasuk diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit paru-paru, sindrom metabolik, gangguan tidur obstruktif, kurangnya rasa percaya diri dan depresi.

Selain itu, kelebihan berat badan dapat menyebabkan defisiensi vitamin, ketidakseimbangan hormon, dan meningkatkan stres dan ketegangan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan kesehatan muskuloskeletal secara keseluruhan, menyebabkan kelainan bentuk, menimbulkan rasa nyeri, dan berpotensi menyebabkan kesulitan bergerak seumur hidup karena terbatasnya rentang gerak dan kualitas hidup seseorang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Obesitas Anak dan Kesehatan Tulang

Obesitas pada masa kanak-kanak dapat memiliki efek berbahaya pada tubuh dalam berbagai aspek. Menurut CDC, anak-anak yang didiagnosis sebagai obesitas atau kegemukan cenderung memiliki:

  • Tekanan darah dan kolesterol tinggi, keduanya merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.
  • Peningkatan risiko gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
  • Masalah pernapasan seperti sleep apnea dan asthma.
  • Penyakit hati, batu empedu dan refluks gastroesofagus.
  • Beresiko memiliki masalah sosial dan psikologis di kemudian hari.
  • Obesitas juga memiliki dampak serius pada pertumbuhan dan kesehatan tulang, persendian, dan otot.

Selama masa kanak-kanak Tulang tumbuh dan berkembang dalam ukuran dan kekuatan. Kelebihan berat badan dapat merusak lempeng pertumbuhan yang merupakan area jaringan tulang rawan yang berkembang di ujung lengan, kaki, dan tulang panjang lainnya. 

Lempeng pertumbuhan berfungsi untuk mengatur dan membantu menentukan panjang dan bentuk tulang pada saat proses pertumbuhan.

Kelebihan berat badan bisa menyebabkan tekanan berlebih pada lempeng pertumbuhan yang dapat menyebabkan radang sendi dini, patah tulang, dan kondisi serius lainnya. Berikut adalah 5 kelainan tulang yang paling sering disebabkan oleh kelebihan berat badan.

Slipped Capital Femoral Epiphysis

Slipped capital femoral epiphysis (SCFE) adalah masalah pada tulang pinggul remaja. Kondisi ini terjadi ketika ujung dari tulang paha yang berbentuk seperti bola bergeser ke arah belakang karena lempeng pertumbuhan yang lemah. 

Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri pinggul atau lutut, dan gangguan berjalan selama beberapa minggu atau bulan. Dalam kasus yang parah, seorang anak mungkin tidak dapat menanggung beban pada kaki yang mengalami kondisi ini.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Kondisi ini cukup sering terjadi selama periode permulaan pubertas. Disfungsi hormon yang terkait dengan obesitas juga dapat mengubah fungsi lempeng pertumbuhan dan meningkatkan kemungkinan pinggul bergeser. 

Selain itu, berat badan tambahan juga dapat meningkatkan tekanan pada bagian ujung atas tulang paha sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pergeseran.

Penyakit Blount

Penyakit Blount, adalah penyakit yang menyebabkan tulang kaki bengkok dengan kelengkungan yang cukup parah. Kondisi ini terjadi karena perubahan hormon dan peningkatan stres pada lempeng pertumbuhan, yang disebabkan oleh kelebihan berat badan, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan dan kelainan bentuk yang tidak teratur. 

Gejala yang paling sering muncul akibat penyakit blount adalah kelainan bentuk tulang progresif, dan ketidaknyamanan lutut.

Patah tulang dan Komplikasi Terkait

Anak-anak yang didiagnosis sebagai obesitas atau kegemukan mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami patah tulang (fraktur) karena stres pada tulang atau karena melemahnya tulang karena kurangnya beraktivitas. Selain itu, anak-anak dengan obesitas mungkin memiliki lebih banyak komplikasi yang dapat menunda atau mengubah hasil pengobatan.

Sebagai contoh, implan logam tradisional mungkin tidak cukup kuat untuk memperbaiki tulang yang patah akibat berat badan berlebih yang memberikan tekanan tambahan pada implan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Selain itu, anak-anak yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan mungkin kesulitan menggunakan tongkat dan menyebabkan imobilisasi dan menyebabkan masa penyembuhan yang lebih lambat.

Kaki Datar

Beban tubuh yang berlebih dapat merubah struktur tulang pada kaki dan menyebabkan struktur kaki menjadi datar. Kaki rata menyebabkan kaki mudah lelah, sehingga menyebabkan anak-anak dengan obesitas menjadi lebih malas beraktivitas. 

Karena penurunan berat badan seringkali cukup efektif untuk meringankan gejala seperti rasa sakit pada kaki datar, oleh karena itu penurunan berat badan adalah terapi utama untuk mengatasi gejala yang dapat timbul akibat kaki rata.

Gangguan Mobilitas

Anak-anak yang didiagnosis dengan obesitas seringkali mengalami kesulitan koordinasi, yang disebut gangguan koordinasi perkembangan . Gejala-gejala yang mungkin dapat muncul meliputi :

  • Masalah dengan koordinasi motorik kasar seperti melompat atau berdiri dengan satu kaki
  • Masalah dengan koordinasi motorik visual atau halus, seperti menulis, menggunakan gunting, mengikat tali sepatu atau mengetuk satu jari ke yang lain

Gangguan koordinasi perkembangan dapat mengganggu atau membatasi kemampuan anak untuk berolahraga, yang berpotensi menyebabkan penambahan berat badan lebih lanjut. 

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Skelton JA. Management of childhood obesity in the primary care setting. https://www.uptodate.com/contents/search.
Helping your child who is overweight. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/helping-your-child-who-is-overweight.
Nutrition: Breastfeeding. World Health Organization. http://www.who.int/nutrition/topics/exclusive_breastfeeding/en/.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app