HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. SCIENTIA INUKIRANA
Ditinjau oleh
DR. SCIENTIA INUKIRANA

Panu

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 5, 2020 Tinjau pada Jun 14, 2019 Waktu baca: 4 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Istilah medis dari panu ialah tinea versicolor atau pityriasis versicolor. Penyakit ini lebih awam dijumpai di negara-negara beriklim tropis dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Selain itu, orang-orang yang mudah berkeringat dan kurang menjaga kebersihan kulit juga lebih rentan terkena panu. 

Ciri-ciri penyakit ini adalah munculnya bercak-bercak kecil, kadang bersisik dan gatal pada kulit seseorang. Bercak-bercak tersebut biasanya berwarna lebih terang atau gelap dari warna kulit normal seseorang. Biasanya bercak-bercak tersebut dapat bersatu membentuk bercak yang lebih besar. Area kulit yang paling sering terjangkit penyakit ini adalah punggung, dada, lengan bagian atas dan perut. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Penyebab Panu

Penyebab panu adalah jamur yang bernama Malassezia. Jamur jenis ini bukanlah jamur berbahaya, karena secara normal memang sudah ada pada kulit manusia. Namun jika pertumbuhan jamur ini tidak terkendali, dia bisa menyebabkan munculnya bercak-bercak pada tubuh penderita. Belum diketahui apa sebenarnya pemicu terjadinya pertumbuhan jamur yang tidak terkendali. Beberapa hal berikut diduga berkaitan erat dengan hal tersebut :

  • Faktor cuaca. Cuaca yang panas dan lembab adalah situasi yang cocok bagi jamur untuk tumbuh optimal. Itulah sebabnya orang-orang yang hidup di daerah tropis lebih sering menderita penyakit panu.
  • Kondisi kesehatan. Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga memicu jamur tumbuh secara tidak normal. Seperti penderita lupus, diabetes, HIV, kanker, ibu hamil, dan anak-anak.
  • Kondisi kulit. Orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak lebih rentan terkena penyakit panu. Para remaja umumnya lebih sering terkena penyakit kulit ini karena lebih aktif beraktivitas yang menimbulkan banyak keringat.

Ciri-Ciri dan Gejala Panu

  • Penyakit ini sering terlihat seperti ruam pada kulit. Ruam ini kemudian berkembang menjadi bercak-bercak dengan salah satu warna berikut: putih, merah muda, merah, atau coklat dan bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya. 
  • Bercak panu memiliki garis tepi yang tegas dan kadang bersisik. 
  • Panu bisa terjadi di semua bagian tubuh, namun bagian tubuh yang paling sering kena adalah leher, dada, punggung, dan lengan. Bahkan penyakit panu bisa muncul di wajah, terutama saat seseorang memiliki jenis kulit berminyak.
  • Bercak-bercak pada kulit bisa menghilang bila cuaca dingin/sejuk dan biasanya memburuk saat cuaca hangat dan lembab. Munculnya keringat saat cuaca panas biasanya membuat penderita merasakan gatal yang sangat mengganggu aktivitasnya.

Apabila Anda tidak bisa mengenali ciri-ciri panu dan gejalanya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan langsung bisa mengenali penyakit kulit ini dengan memperhatikan ciri-ciri dan gejala-gejala yang anda rasakan. Jika dibutuhkan, dokter kulit akan melakukan salah satu hal berikut untuk membuat diagnosis yang akurat:

  • Mengambil sedikit sampel kulit dan memeriksanya di bawah mikroskop.
  • Menyorotkan sebuah alat yang disebut Wood's Lamp. Kulit yang disinari akan berwarna hijau kekuningan apabila terdapat panu.

Pengobatan Panu

Cara menghilangkan panu secara cepat adalah dengan melakukan pengobatan yang tepat. Cara mengobati panu sangat tergantung pada area mana pada kulit yang terkena, seberapa luas area kulit yang terinfeksi, seberapa parah, dan juga termasuk kondisi iklim. 

Pengobatan dapat dilakukan dengan berbagai jenis obat panu berikut:

  • Obat Panu Topikal 

Obat jenis ini adalah yang paling banyak digunakan bila penyakit panu termasuk ringan dan masih bisa diobati sendiri. Bentuk-bentuk yang tersedia bisa berupa sampo anti jamur, sabun, krim atau salep panu, dan juga lotion. Bahan-bahan aktif dalam obat-obatan ini, seperti selenium sulfida, ketoconazole, miconazole, clotrimazole, terbinafine atau seng pyrithione. 

Untuk produk krim atau salep, pengobatan biasanya dilakukan paling tidak selama 2 minggu, 2 kali sehari dengan cara dioleskan tipis-tipis secara merata di area yang terinfeksi. Sampo biasa digunakan seperti sampo biasa, namun setelah aplikasi sampo ke rambut dan kulit kepala sebaiknya ditunggu selama 5-10 menit sebelum dibilas.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Obat Pembersih Kulit

Penyakit kulit ini sering kambuh, terutama bila kondisi kulit memungkinkan jamur untuk tumbuh secara berlebihan. Pertumbuhan jamur secara tidak terkendali biasanya sering terjadi pada orang-orang yang hidup di daerah-daerah yang bercuaca panas dan lembab. Menggunakan obat pembersih atau cairan antiseptik minimal 1 kali sebulan, dapat mencegah jamur tumbuh tidak terkendali.

Apabila penyakit ini mencakup area kulit yang luas, tebal dan sering kambuh, diperlukan penanganan menggunakan obat yang bekerja secara sistemik. Obat-obat ini umumnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Karena kemungkinan terjadinya efek samping, interaksi dengan obat-obatan lain, obat-obatan ini hanya boleh digunakan dalam jangka waktu yang singkat disertai pengawasan dokter. Bahan-bahan aktif yang terkandung pada obat anti jamur sistemik, misalnya ketoconazole, itraconazole, atau fluconazole.

Selain menggunakan obat-obatan berbahan kimiawi yang dijual di apotek, cara mengobati panu juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat panu tradisional / berbahan alami. Bahan-bahan alam yang sering digunakan secara tradisional terutama di kampung-kampung misalnya bawang putih, lengkuas/laos, atau jeruk nipis.

Tips Meningkatkan Efektivitas Pengobatan dan Pencegahan Panu

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus mencegah kambuhnya penyakit panu:

  • Jangan menggunakan produk-produk perawatan kulit yang mengandung minyak. Gunakan produk yang tidak mengandung minyak (non-comedogenic).
  • Gunakan pakaian longgar. Hal ini bagus untuk mencegah keringat berlebih saat cuaca panas dan lembab.
  • Lindungi kulit anda dari sinar matahari. Anda bisa menggunakan tabir surya 20 menit sebelum bepergian ke luar rumah. Pastikan untuk menggunakan tabir surya yang menawarkan UVA dan UVB, faktor perlindungan matahari (SPF) 30 atau lebih, dan tidak mengandung minyak (non-comedogenic).
  • Menggunakan sampo anti jamur (sampo selsun) setiap hari selama beberapa hari, setiap sebelum terkena paparan sinar matahari.
  • Kenakan kain berpori-pori, seperti katun, untuk mengurangi keringat dan kelembaban.
  • Jaga kebersihan kulit dengan mandi minimal 2 kali sehari.
  • Hindari makanan yang meningkatkan produksi keringat seperti makanan pedas.

Meskipun penyakit panu bukan termasuk penyakit kulit yang berbahaya, namun penyakit ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Penyakit ini juga bisa mengganggu penampilan jika area kulit yang terkena adalah area yang terlihat jelas, misalnya panu di wajah, di lengan, atau pundak yang akan menurunkan rasa percaya diri penderitanya. 

Oleh karena itu, melakukan pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Lakukanlah hal-hal yang bisa mencegah pertumbuhan jamur menjadi tidak terkontrol agar terhindar dari penyakit kulit ini.


16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Burke, D. Healthline (2016). Tinea Versicolor. (https://www.healthline.com/health/tinea-versicolor)
Mayo Clinic (2018). Diseases Conditions. Tinea Versicolor. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tinea-versicolor/symptoms-causes/syc-20378385)
American Academy of Dermatology (2018). Tinea Versicolor. (https://www.aad.org/diseases/a-z/tinea-versicolor-treatment)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app