Bulimia Nervosa - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 948.445 orang

Bulimia nervosa adalah kelainan makan, yang biasa disebut dengan bulimia. Bulimia adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kebiasaan makan yang berlebihan kemudian berusaha untuk mengeluarkannya kembali. 

Proses pengeluaran makanan dapat dilakukan dengan cara muntah paksa, olahraga berlebihan, atau dengan menggunakan obat pencahar atau diuretik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Selain berusaha untuk mengeluarkan makanannya kembali, orang-orang dengan bulimia, juga dapat menunjukan perilaku seperti mempertahankan berat badan dengan puasa, olahraga, atau diet ekstrem.

Penderita bulimia seringkali memiliki pandangan terhadap tubuhnya sendiri secara tidak realistis. Mereka terobsesi dengan berat badan dan sangat kritis terhadap diri sendiri. 

Banyak orang dengan bulimia memiliki berat badan normal atau bahkan kelebihan berat badan, sehingga membuat kondisi ini sulit untuk didiagnosis sejak dini.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 1,5 persen wanita dan 0,5 persen pria akan mengalami bulimia pada beberapa titik kehidupan mereka. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita, dan terutama selama masa remaja dan dewasa awal.

Hingga 20 persen wanita usia kuliah melaporkan gejala bulimia. Atlet, penari, model, dan aktor juga memiliki resiko mengalami bulimia yang lebih tinggi.

Apa yang menyebabkan terjadinya Bulimia Nervosa?

Hingga saat ini penyebab pasti terjadinya bulimia masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan terjadinya bulimia nervosa. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Orang dengan kondisi kesehatan mental atau pandangan yang menyimpang dari kenyataan, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami hal ini. Hal yang sama berlaku untuk orang-orang dengan kebutuhan yang kuat untuk memenuhi harapan dan norma sosial. 

Mereka yang sangat dipengaruhi oleh media mungkin juga berisiko. Faktor-faktor lain yang dapat memicu terjadinya gangguan ini meliputi:

  • masalah emosi
  • depresi
  • perfeksionis
  • impulsif
  • peristiwa traumatis masa lalu
  • Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bulimia adalah penyakit keturunan, atau dapat disebabkan oleh kekurangan kadar zat serotonin di otak.

Gejala Bulimia Nervosa

Selain kelainan pola makan, Gejala lain yang menunjukan bahwa seseorang menderita bulimia meliputi :

  • ketakutan jangka panjang untuk menambah berat badan
  • pandangan terhadap citra diri yang sangat negatif
  • makan dengan porsi yang besar
  • muntah dengan paksa
  • terlalu sering menggunakan obat pencahar atau diuretik
  • penggunaan suplemen atau obat herbal untuk menurunkan berat badan
  • olahraga yang berlebihan
  • gigi bernoda (dari asam lambung)
  • kapalan di punggung tangan
  • pergi ke kamar mandi segera setelah makan
  • tidak makan di depan orang lain
  • penarikan dari kegiatan sosial normal

Jika bulimia tidak ditangani sejak dini, bulimia dapat menyebabkan komplikasi yang dapat meliputi:

  • gagal ginjal
  • masalah jantung
  • penyakit gusi
  • kerusakan gigi
  • masalah pencernaan atau sembelit
  • dehidrasi
  • kurang gizi
  • ketidakseimbangan elektrolit atau bahan kimia

Seorang wanita dengan kelainan ini mungkin tidak memiliki periode menstruasi yang normal, mengalami  kecemasan, depresi. Orang dengan gangguan ini juga rentan melakukan penyalahgunaan narkoba atau alkohol.

Apakah Bulimia Nervosa dapat dicegah?

Karena penyebab utama terjadinya gangguan makan seperti bulimia nervosa tidak diketahui, hingga saat ini belum ada metode yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gangguan ini. Namun ada beberapa hal yang dapat mengurangi resiko seseorang mengalami kelainan makan ini, yaitu :

  • Mengabaikan tekanan sosial
  • Sebagai orang tua, sekiranya tidak menuntut anak untuk memiliki tubuh yang sempurna.
  • Ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial

Bagaimana Bulimia Nervosa ditangani?

Diagnosa

Dokter akan menggunakan berbagai pemeriksaan untuk menegakan diagnosis bulimia. Pertama, mereka akan melakukan pemeriksaan fisik. Kemudian melakukan pemeriksaan darah atau urin dan menjalani evaluasi psikologis untuk membantu menentukan hubungan seseorang dengan makanan dan citra tubuh.

Dokter akan menggunakan kriteria dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). DSM-5 adalah alat diagnostik yang menggunakan bahasa dan kriteria standar untuk mendiagnosis gangguan mental. Kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis bulimia meliputi:

  • kebiasaan makan dalam jumlah yang terlalu banyak
  • berupaya untuk mengeluarkan semua makananan yang telah dimakan
  • olahraga berlebihan, penyalahgunaan obat pencahar, dan puasa
  • merasa percaya diri jika memiliki berat badan dan bentuk tubuh sesuai dengan yang diinginkan
  • pola makan yang tidak normal setidaknya terjadi seminggu sekali selama tiga bulan
  • tidak mengalami anoreksia nervosa

Tingkat keparahan bulimia menurut DSM-5 dikategorikan berdasarkan kategori ringan hingga ekstrim:

  • ringan: 1-3 episode per minggu
  • sedang: 4 hingga 7 episode per minggu
  • parah: 8 hingga 13 episode per minggu
  • ekstrim: 14 episode atau lebih per minggu

Pengobatan

Perawatan tidak hanya berfokus pada perubahan pola makan, tetapi juga pada perawatan kesehatan mental. Opsi perawatan untuk mengatasi bulimia meliputi:

  • antidepresan, seperti fluoxetine , yang merupakan satu-satunya antidepresan yang disetujui oleh Administrasi Makanan dan Obat di AS (FDA) untuk mengobati bulimia.
  • psikoterapi, juga disebut terapi wicara, dapat mencakup terapi perilaku kognitif, terapi berbasis keluarga, dan psikoterapi interpersonal.
  • dukungan ahli gizi dan pendidikan gizi,  tentang kebiasaan makan sehat, mengatur pola makan bergizi dan program penurunan berat badan yang terkontrol.
  • perawatan untuk komplikasi dengan rawat inap untuk kasus bulimia parah.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit