Balanitis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Feb 7, 2019 Update terakhir: Nov 5, 2020 Tinjau pada Apr 3, 2019 Waktu baca: 4 menit

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit balanitis? Atau pernahkah Anda mengalami nyerigt;bengkak pada ujung penis? Jika gejala tersebut terjadi saat Anda belum melakukan sunat, waspadalah mungkin Anda sedang mengalami balanitis. 

Balanitisgt;dapat terjadi pada laki-laki dengan segala usia, umumnya balanitis sering terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun dan pada laki-laki dewasa yang tidak dikhitan. 

Penyakit ini terjadi sekiar 1 dari 20 laki-laki, biasanya laki-laki yang tidak dikhitan atau disunat akan mengalami balanitis. Gejala awal dari balanitis biasanya nyeri tetapi tidak terlalu serius. Umumya dapat membaik dengan pemberian pengobatan topical seperti salep dan krim. 

Dari pada penasaran tentang apa itu balanitis, untuk itu artikel ini akan membahas tentang penyakit yang satu ini lebih mendetail lagi. Selamat membaca.

Apa sih pengertian dari Balanitis itu?

Balanitis merupakan peradangan pada ujung kepala penis (glans penis) dan sekitarnya akibat peradangan, dengan gejala penebalan, nyeri, muncul cairan dan gatal pada area genital. Balanitis dapat disebabkan oleh berbagai hal. 

Salah satu penyebab balanitis adalah kurangnya kebersihan pada area genital dan iritasi dari sabun, salep atau gesekan langsung kain. Balanitis juga dapat disebabkan oleh bakteri candida albican.

Apa sih yang dapat menyebabkan terjadinya Balanitis?

Penyakit balanitis sering terjadi pada mereka yang belum disunat. Penyebab terjadinya balanitis ialah karena terjadinya infeksi. Masalah kebersihan pada bagian kulup disebut sebut dapat memicu terjadinya infeksi pada penyakit balanitis. 

Bagian kulup penis yang kurang bersih disebut sebut menjadi sarang bagi berkembangnya mikroorganisme sehingga terjadi infeksi. Penyebab umum infeksi balanitis adalah bakteri yang disebut kandida.

Infeksi menular seksual terkadang juga dapat menyebabkan balanitis, terutama jika seseorang menderita peradangan pada saluran kemih. Berbagai macam penyakit infeksi menular seksual misalnya herpes genital, klamidia, atau gonorea dapat menyebabkan balanitis. 

Gejala yang muncul pada balanitis akibat infeksi menular seksual biasanya berupa rasa nyeri pada saat kencing dan keluar cairan dari ujung penis.

Kulit kepala penis atau glans merupakan bagian kulit yang sensitif sehingga mudah mengalami iritasi dan dapat bereaksi terhadap berbagai senyawa kimia atau zat lain seperti sabun, desinfektan, parfum dan beberapa senyawa kimia lainnya. 

Jika Anda tidak rajin membersihkan dan merawat area genital Anda, kulit yang sudah rusak, urin, keringat dan kotoran lainnya dapat bersarang di area tersebut. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya iritasi sehingga timbul peradangan.

Apa saja penyebab dan faktor-faktor risiko terjadinya Balanitis?

Balanitis dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapapun. Balanitis sering terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun dan pada laki-laki dewasa yang tidak disunat.

Terdapat beberapa faktor penyebab dan risiko yang dapat meningkatkan terjadinya balanitis. Faktor-faktor tersebut yaitu:

  • Kurangnya menjaga kebersihan area genital
  • Infeksi jamur
  • Pasien dengan diabetes yang tidak diobati atau gula darah yang tidak terkontrol
  • Laki-laki yang tidak disunat
  • Daya tahan tubuh rendah
  • Iritasi pada penis karena bahan kima atau zat lain
  • Seseorang yang mengalami penyakit menular seksual seperti, herpes genital, klamidia, atau gonorea
  • Penggunaan antibiotik oral

Berikut ini adalah jenis-jenis mikroba yang dapat menimbulkan balanitis:

  • Jamur Candida sp
  • Bakteri Staphylococcus sp
  • Bakteri Streptococcus sp
  • Bakteri Gardnerella vaginalis
  • Jamur Trichomonas sp
  • Bakteri Borrelia vincentii 
  • Bakteri Treponema pallidum
  • Bakteri Entamoeba histolytica
  • Berbagai jenis bakteri anaerob
  • Herpesvirus

Apa saja tanda dan gejala-gejala pada Balanitis?

Gejala balanitis yang paling umum adalah penis menjadi kemerahan,  kepala penis membengkak, lepuhan pada penis, iritasi dan rasa sakit pada ujung penis (glans). Hal ini dapat berkisar dari bercak kecil kemerahan terbatas pada bagian permukaan kulit ujung penis, hingga ke seluruh kelenjar menjadi merah, bengkak dan sakit. 

Kadang-kadang ada rasa tebal yang berasal dari bawah kulup. Selain itu, mungkin memiliki rasa sakit atau ketidaknyamanan ketika buang air kecil dan terkadang keluar cairan kental dari bawah preputium yang menimbulkan bau tak sedap akibat infeksi bakteri anaerob atau Streptococcus sp.

Pada beberapa kasus, dapat menimbulkan impotensi, limfoadenopati, kesulitan untuk menarik preputium serta mengalami gejala-gejala sistemik. 

Diagnosis Balanitis

Pada umumnya dalam mendiagnosis balanitis, dokter akan mengamati tanda-tanda kemerahan dan radang pada kepala penis. Bila tanda-tanda tersebut hadir, dokter dapat merekomendasikan pengobatan standar untuk mengatasi peradangan tersebut. 

Adapun beberapa cara lain yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

  • Pengambilan sampel cotton swab untuk menentukan keberadaan mikroba yang menimbulkan infeksi dan inflamasi.
  • Tes kadar gula darah
  • Biopsi
  • Kultur mikroba yang berasal dari cairan infeksi balanitis untuk menentukan penyebab infeksi balanitis.
  • Pemeriksaan sifilis
  • Pemeriksaan titer virus Human Papiloma Virus dan HIV

Bagaimana cara mengobati Balanitis?

Umumnya pengobatan pada balanitis tergantung pada penyebabnya. Menghindari penggunaan sabun, lotion dan bahan kimia lain yang dapat mengiriasi kepala penis dan sekitarnya diperlukan untuk mengobati penyakit ini. 

Penggunaan air hangat juga diperlukan untuk membersihkan peradangan pada penis. Setelah diagnosis sudah ditegakkan, dokter biasanya akan memberikan obat krim anti gatal. Krim ini akan mengurangi reaksi gatal dan peradangan.

Namun untuk pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan adalah penisilin, fluksoksasilin, dan eritromisin. Untuk infeksi batkeri anaerobik dapat digunakan metronidazol, koamiksoklaf, dan klindamisin. 

Jika penderita balanitis belum di sunat, maka penanganan terbaik untuk mengatasi infeksi balanitis yaitu dengan di sunat.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Balanitis?

Pencegahan balanitis umumnya berfokus pada menjaga higenitas area genital. Membersihkan penis setelah berkeringat, setelah berhubungan seksual dan bagi Anda yang belum di sunat sangatlah dianjurkan. 

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjauhi menggunakan parfum, deodorant dan bahan kimia lainnya pada area genital, dan mengeringkan penis setelah dibersihkan dengan air. 

Jika Anda memilki riwayat diabetes dan penyakit kronis lainnya baiknya Anda rutin mengontrol kondisi tersebut ke dokter untuk mencegah terjadinya balanitis.

Jika Anda mengalami tanda dan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas dan disertai dengan demam, mual dan muntah, seageralah kunjungi dokter untuk mendapatkan penangana lebih lanjut.  Jagalah selalu kebersihan area genital Anda agar terhindar dari terjadinya abalanitis. Semoga bermanfaat.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kahn, A. Jewell, T. Healthline (2016). What Is Balanitis? (https://www.healthline.com/health/balanitis)
Tidy, C. Patient (2019). Balanitis. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537143/)
Drugs.com (2019). Balanitis. (https://www.drugs.com/health-guide/balanitis.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app