Kenali Balanitis Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 592.839 orang

Pernahkah Anda mendengar tentang penyakit balanitis? Atau pernahkah Anda mengalami nyeri dangt;bengkak pada ujung penis? Jika gejala tersebut terjadi saat Anda belum melakukan sunat, waspadalah mungkin Anda sedang mengalami balanitis. 

Balanitisgt;dapat terjadi pada laki-laki dengan segala usia, umumnya balanitis sering terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun dan pada laki-laki dewasa yang tidak dikhitan. 

Penyakit ini terjadi sekiar 1 dari 20 laki-laki, biasanya laki-laki yang tidak dikhitan atau disunat akan mengalami balanitis. Gejala awal dari balanitis biasanya nyeri tetapi tidak terlalu serius. Umumya dapat membaik dengan pemberian pengobatan topical seperti salep dan krim. 

Dari pada penasaran tentang apa itu balanitis, untuk itu artikel ini akan membahas tentang penyakit yang satu ini lebih mendetail lagi. Selamat membaca.

Apa sih pengertian dari Balanitis itu?

Balanitis merupakan peradangan pada ujung kepala penis (glans penis) dan sekitarnya akibat peradangan, dengan gejala penebalan, nyeri, muncul cairan dan gatal pada area genital. Balanitis dapat disebabkan oleh berbagai hal. 

Salah satu penyebab balanitis adalah kurangnya kebersihan pada area genital dan iritasi dari sabun, salep atau gesekan langsung kain. Balanitis juga dapat disebabkan oleh bakteri candida albican.

Apa sih yang dapat menyebabkan terjadinya Balanitis?

Penyakit balanitis sering terjadi pada mereka yang belum disunat. Penyebab terjadinya balanitis ialah karena terjadinya infeksi. Masalah kebersihan pada bagian kulup disebut sebut dapat memicu terjadinya infeksi pada penyakit balanitis. 

Bagian kulup penis yang kurang bersih disebut sebut menjadi sarang bagi berkembangnya mikroorganisme sehingga terjadi infeksi. Penyebab umum infeksi balanitis adalah bakteri yang disebut kandida.

Infeksi menular seksual terkadang juga dapat menyebabkan balanitis, terutama jika seseorang menderita peradangan pada saluran kemih. Berbagai macam penyakit infeksi menular seksual misalnya herpes genital, klamidia, atau gonorea dapat menyebabkan balanitis. 

Gejala yang muncul pada balanitis akibat infeksi menular seksual biasanya berupa rasa nyeri pada saat kencing dan keluar cairan dari ujung penis.

Kulit kepala penis atau glans merupakan bagian kulit yang sensitif sehingga mudah mengalami iritasi dan dapat bereaksi terhadap berbagai senyawa kimia atau zat lain seperti sabun, desinfektan, parfum dan beberapa senyawa kimia lainnya. 

Jika Anda tidak rajin membersihkan dan merawat area genital Anda, kulit yang sudah rusak, urin, keringat dan kotoran lainnya dapat bersarang di area tersebut. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya iritasi sehingga timbul peradangan.

Apa saja faktor-faktor risiko terjadinya Balanitis?

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya balianitis. Faktor-faktor tersebut yaitu:

  • Kurangnya menjaga kebersihan area genital
  • Infeksi jamur
  • Pasien dengan diabetes yang tidak diobati atau gula darah yang tidak terkontrol
  • Laki-laki yang tidak disunat
  • Iritasi pada penis karena bahan kima atau zat lain
  • Seseorang yang mengalami penyakit menular seksual seperti, herpes genital, klamidia, atau gonorea

Apa saja tanda dan gejala-gejala pada Balanitis?

Gejala balanitis yang paling umum adalah penis menjadi kemerahan, iritasi dan rasa sakit pada ujung penis (glans). Hal ini dapat berkisar dari bercak kecil kemerahan terbatas pada bagian permukaan kulit ujung penis, hingga ke seluruh kelenjar menjadi merah, bengkak dan sakit. 

Kadang-kadang ada rasa tebal yang berasal dari bawah kulup. Selain itu, mungkin memiliki rasa sakit atau ketidaknyamanan ketika buang air kecil dan terkadang keluar cairan kental dari bawah preputium yang menimbulkan bau tak sedap akibat infeksi bakteri anaerob atau Streptococcus sp.

Bagaimana cara mengobati Balanitis?

Umumnya pengobatan pada balanitis tergantung pada penyebabnya. Menghindari penggunaan sabun, lotion dan bahan kimia lain yang dapat mengiriasi kepala penis dan sekitarnya diperlukan untuk mengobati penyakit ini. 

Penggunaan air hangat juga diperlukan untuk membersihkan peradangan pada penis. Setelah diagnosis sudah ditegakkan, dokter biasanya akan memberikan obat krim anti gatal. Krim ini akan mengurangi reaksi gatal dan peradangan.

Namun untuk pengobatan balanitis yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan adalah penisilin, fluksoksasilin, dan eritromisin. Untuk infeksi batkeri anaerobik dapat digunakan metronidazol, koamiksoklaf, dan klindamisin. 

Jika penderita balanitis belum di sunat, maka penanganan terbaik untuk mengatasi infeksi balanitis yaitu dengan di sunat.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Balanitis?

Pencegahan balanitis umumnya berfokus pada menjaga higenitas area genital. Membersihkan penis setelah berkeringat, setelah berhubungan seksual dan bagi Anda yang belum di sunat sangatlah dianjurkan. 

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjauhi menggunakan parfum, deodorant dan bahan kimia lainnya pada area genital, dan mengeringkan penis setelah dibersihkan dengan air. 

Jika Anda memilki riwayat diabetes dan penyakit kronis lainnya baiknya Anda rutin mengontrol kondisi tersebut ke dokter untuk mencegah terjadinya balanitis.

Jika Anda mengalami tanda dan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas dan disertai dengan demam, mual dan muntah, seageralah kunjungi dokter untuk mendapatkan penangana lebih lanjut.  Jagalah selalu kebersihan area genital Anda agar terhindar dari terjadinya abalanitis. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit