Bahaya yang Mengancam Tubuh Anda Ketika Berolahraga Terlalu Berat

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bahaya yang Mengancam Tubuh Anda Ketika Berolahraga Terlalu Berat

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang tidak hanya bisa menyehatkan tubuh, tapi juga menyegarkan pikiran. Saking semangatnya berolahraga, beberapa orang mungkin tidak sadar sudah berolahraga terlalu berlebihan, apalagi bagi yang memiliki target tertentu seperti ingin menurunkan berat badan atau membentuk otot tubuh. Perlu diketahui bahwa olahraga terlalu berat tidak akan membuat tubuh jadi sehat, tapi malah berbalik membahayakan tubuh sendiri.

Bahaya olahraga berlebihan bagi tubuh

1. Menurunkan sistem imun

Ketika seorang memaksakan tubuhnya untuk bekerja terlalu berat, hal ini dapat menyakitkan sistem kekebalan tubuhnya karena terkurasnya imunitas seluler dan humolar. Biasanya, turunnya sistem imun ini dimulai karena Anda terlalu sering over-training alias olahraga berlebihan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Olahraga dengan intensitas yang tepat idealnya dapat meningkatkan respon kekebalan tubuh Anda. Sebaliknya, ketika Anda berolahraga dengan intensitas yang terlalu keras atau tidak pas, ini dapat menyebabkan efek depresan sehingga sistem imun tubuh menjadi turun.

Dalam kondisi normal, tubuh akan menghasilkan radikal bebas yang lebih sedikit dan lebih banyak antioksidan. Namun akibat over-training, justru akan memicu peningkatan produksi radikal bebas yang melebihi kapasitas sistem pertahanan seluler Anda.

Hal ini dapat membuat radikal bebas lebih aktif menyerang sistem membran sel. Akibatnya, sel tubuh tidak mampu memulihkan kondisinya sendiri hingga memicu kerusakan tulang dan otot.

Baca Juga: Sering Olahraga Malam Bisa Merugikan Tubuh

2. Memicu kanker kulit

Pernahkan Anda mendengar mengenai ultramarathon? Ya, olahraga jenis ini dapat menekan kekebalan Anda selama beberapa jam, minggu, bahkan lebih, hingga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas yang nantinya menjadi kanker, terutama kanker kulit.

Sebuah penelitian dari British Journal of Cancer menyatakan bahwa aktivitas fisik yang teratur dan tepat dapat meningkatkan respon imun tubuh. Bila dilakukan dengan normal dan tidak berlebihan, olahraga bisa membantu mencegah berbagai jenis kanker seperti kanker payudara dan usus besar

Iklan dari HonestDocs
Beli Pendukung Gizi & Nutrisi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 8

Namun sebaliknya, ketika Anda terlalu memaksakan diri untuk berolahraga, hal ini justru memiliki efek buruk terhadap tubuh Anda.

Baca Juga: Ternyata, Olahraga Terlalu Keras Bisa Picu Gagal Ginjal!

Tanda-tanda bahwa Anda mengalami over-training

Menurut Dr Neil F. Gordon, seorang peneliti dari Cooper Institute for Aerobics Research, Dallas, Texas, ada beberapa tanda yang muncul ketika Anda mengalami over-training akibat olahraga terlalu keras, di antaranya:

  1. Perubahan pola tidur, yang ditandai dengan insomnia.
  2. Luka lebih lama sembuhnya, sekalipun hanya luka ringan seperti luka terkena goresan. 
  3. Berat badan turun tanpa sebab, padahal sedang tidak diet atau melakukan aktivitas fisik yang berat
  4. Kehilangan selera makan
  5. Kelesuan atau kelelahan
  6. Libido atau gairah seks turun
  7. Nyeri otot dan sendi
  8. Pembengkakan kelenjar getah bening
  9. Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak mengalami menstruasi lagi
  10. Merasakan haus yang berlebihan ketika malam hari

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera diskusikan dengan personal trainer Anda. Pelatih Anda akan membantu menentukan jenis dan tingkat intensitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan Anda.

Apa artinya saya harus menghindari olahraga intensitas tinggi?

Jawabannya tentu tidak. Anda boleh saja melakukan olahraga intensitas tinggi, tapi dengan catatan memperhatikan kondisi tubuh sendiri.

Olahraga intensitas tinggi dapat dilakukan agar Anda dapat melampaui batas dari tubuh Anda. Namun ingat, jangan sampai berlebihan karena hal ini akan menjadi berbahaya ketika dilakukan secara berlebihan (over-training).

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Ketika Anda memutuskan untuk menjalani olahraga dengan intensitas tinggi, selalu pastikan tubuh Anda dalam kondisi sehat dan nutrisi dalam tubuh juga tercukupi. Memenuhi kebutuhan gizi olahraga dapat membantu mencegah turunnya sistem kekebalan tubuh setelah olahraga.

Sebelum dan setelah olahraga, Anda dianjurkan untuk memperbanyak asupan makanan yang mengandung protein, asam amino, karbohidrat, vitamin, mineral, hingga antioksidan. Semua jenis nutrisi tersebut diperlukan oleh tubuh agar cepat pulih dari kelelahan setelah olahraga.

Yang tak kalah penting, hindari olahraga terlalu keras demi meraup manfaatnya bagi kesehatan tanpa membuat tubuh jatuh sakit. Pastikan Anda mengetahui kemampuan diri sendiri saat berolahraga dan mintalah saran personal trainer untuk membantu Anda.

Baca Juga: Manfaat Melakukan Olahraga dengan Intensitas Tinggi (HIIT)

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Over-Exercising Linked to Life-Threatening Condition Called 'Rhabdo'cancel. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/fitness/over-exercising-linked-to-life-threatening-condition-called-rhabdo.aspx)
Can Too Much Extreme Exercise Damage Your Heart?. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/can-too-much-extreme-exercise-damage-your-heart/)
When Does Exercise Become Too Much Exercise. WebMD. (https://www.webmd.com/men/features/exercise-addiction#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app