Atrofi Ginjal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 19, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 732.527 orang

Ginjal normal pada umumnya seukuran kepalan tangan. Sedangkan atrofi ginjal merupakan suatu keadaan di mana ukuran ginjal menyusut ke ukuran abnormal dengan fungsi yang abnormal.

Atrofi ginjal tidak sama dengan hipoplasia ginjal, hipoplasia ginjal merupakan suatu kondisi di mana ginjal berukuran lebih kecil saat proses perkembangan di dalam rahim dan pada saat kelahiran.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Ginjal terletak di setiap sisi tulang belakang bagian bawah, tepat di bawah tulang rusuk. Ginjal kiri biasanya sedikit lebih besar dibandingkan ginjal kanan. Ginjal kiri biasanya juga terletak sedikit lebih tinggi dan lebih dekat ke jantung daripada ginjal kanan. Satu atau kedua ginjal dapat mengalami atrofi, tetapi atrofi ginjal biasanya lebih sering terjadi pada ginjal kiri.

Apa yang menyebabkan atrofi ginjal?

Atrofi ginjal dapat disebabkan karena terjadinya kerusakan ginjal secara tiba-tiba, seperti ketika ginjal terluka parah atau terpapar racun. Atrofi ginjal juga dapat disebabkan atau berkaitan dengan kondisi medis lain, seperti:

  • sindrom antifosfolipid
  • infeksi, seperti TBC
  • sindrom metabolik
  • penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis)
  • penyempitan arteri ginjal (stenosis arteri ginjal aterosklerotik)
  • obstruksi saluran kemih
  • penyakit sel sabit
  • kanker

Kerusakan ginjal umumnya terjadi dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini bisa terjadi karena aliran darah ke ginjal tidak mencukupi.

Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena atrofi ginjal jika Anda memiliki beberapa kondisi sebagai berikut:

Tanda dan gejala dari atrofi ginjal

Ginjal berfungsi untuk menyaring produk limbah dari darah dan menghilangkan cairan berlebih dari tubuh. Ginjal juga memainkan peran penting dalam pengaturan tekanan darah.

Pada tahap awal atrofi ginjal, Anda mungkin tidak menemukan adanya gejala. Biasanya diperlukan hilangnya fungsi ginjal sebanyak 30 hingga 40 persen agar gejalanya dapat muncul. Ketika ginjal kurang mampu untuk menyaring darah, Anda mungkin akan menemukan beberapa gejala sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • perubahan frekuensi buang air kecil
  • kulit menjadi gelap
  • mengantuk
  • kulit terasa gatal
  • kehilangan selera makan
  • kram otot
  • mual dan muntah
  • pembengkakan pada daerah tangan dan kaki

Tanda-tanda lain dari atrofi ginjal meliputi:

  • Asidosis
  • Anoreksia
  • konsentrasi kreatinin yang tinggi
  • kelainan elektrolit
  • kekurangan gizi

Bagaimana cara mencegah terjadinya atrofi ginjal?

Terjadinya atrofi ginjal tidak selalu dapat dicegah. Tetapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga ginjal Anda tetap sehat.

Pertama, cobalah untuk mencegah kondisi-kondisi yang dapat merusak ginjal Anda, seperti pada penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes. Jika Anda sudah memiliki kondisi seperti hipertensi dan diabetes, maka berusahalah untuk mengontrol penyakit tersebut.

Konsumsilah diet yang kaya akan:

  • buah-buahan dan sayur-sayuran
  • biji-bijian
  • produk susu rendah lemak atau bebas lemak

Kurangi asupan Anda terhadap:

  • makanan olahan atau gorengan
  • makanan ber-sodium
  • makanan yang manis
  • alkohol

Berikut adalah beberapa tips-tips lainnya:

  • Cobalah berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Pertahankan berat badan yang ideal dan sehat.
  • Cobalah untuk tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam.
  • Jangan merokok
  • Minumlah obat sesuai resep dokter.
  • Pantau kadar kolesterol Anda.
  • Obati infeksi saluran kemih (ISK) secepat mungkin.

Bagaimana cara mengobati atrofi ginjal?

Diagnosa

Untuk mendiagnosis seseorang mengalami atrofi ginjal biasanya dokter akan melakukan anamnesis secara lengkap dan diikuti dengan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan lainnya dapat dilakukan dengan tes pencitraan seperti ultrasound, computed tomography scan, atau magnetic resonance imaging (MRI).

Pengobatan

Sebagian besar pengobatan akan tergantung pada penyebab atrofi ginjal tersebut. Mengobati kondisi yang mendasarinya dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada ginjal Anda.

Bahkan dengan ginjal yang atrofi, ginjal Anda mungkin masih dapat berfungsi cukup baik untuk melakukan fungsinya. Tetapi jika ginjal Anda berfungsi kurang dari 10 hingga 15 persen, maka Anda bisa mengalami gagal ginjal. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu melalui tindakan dialisis.

Dalam hemodialisis, darah Anda akan dijalankan melalui alat ginjal buatan yang disebut hemodialyzer yang dapat menghilangkan produk limbah. Dalam dialisis peritoneal, cairan yang disebut dialisat digunakan untuk mengisi perut Anda untuk menyaring limbah dalam tubuh Anda melalui kateter dialisis peritoneal.

Dialisis dapat membantu tubuh Anda melakukan pekerjaan yang tidak lagi dapat dilakukan oleh ginjal. Anda perlu menjalani dialisis atau cuci darah beberapa kali dalam seminggu atau sampai Anda mendapatkan transplantasi ginjal.

 
 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Selamat siang dok saya mau bertanya kenapa gagal ginjal dapat menyebabkan urem?
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis
bagaimana pola makan yang baik untuk penderita batu ginjal dok maks
Pertanyaan ini telah dijawab oleh seorang ahli medis

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit