Ashwagandha: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Apr 29, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Waktu baca: 7 menit

Ashwagandha ialah tanaman yang akar dan buah beri digunakan sebagai obat. Ashwagandha memiliki banyak manfaat. Namun sejauh ini, tidak ada informasi yang cukup untuk menilai efektivitas dari penggunaan ashwagandha. 

Ashwagandha digunakan untuk orang dengan kondisi perawatan radang sendi, kecemasan, gangguan bipolar, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), keseimbangan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), kesulitan tidur (insomnia), tumor, TBC, asma, kondisi kulit yang ditandai dengan kemunculan bercak putih (leukoderma), bronkitis, sakit punggung, fibromialgia, masalah menstruasi, cegukan, penyakit Parkinson, tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), dan penyakit hati kronis. 

Ashwagandha juga digunakan untuk mengurangi efek samping dari obat yang digunakan untuk mengobati kanker dan skizofrenia dan mengurangi kadar lemak dan gula dalam darah.

Ashwagandha juga digunakan sebagai "adaptogen" untuk membantu tubuh mengatasi stres sehari-hari, dan sebagai tonik umum. Beberapa orang juga menggunakan ashwagandha untuk meningkatkan kemampuan berpikir, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan (peradangan), dan mencegah efek penuaan. 

Selain itu, ashwagandha juga digunakan untuk memperbaiki masalah kesuburan pada pria dan wanita dan juga meningkatkan hasrat seksual. Ashwagandha diterapkan pada kulit untuk mengobati luka, sakit punggung, dan kelumpuhan satu sisi (hemiplegia).

Nama Ashwagandha berasal dari bahasa Sanskerta dan merupakan kombinasi dari kata ashva, yang berarti kuda, dan gandha, yang berarti bau. Akar tanaman ashwagandha memiliki aroma yang kuat "seperti kuda." Dalam pengobatan di Ayurvedic, India, dan Unani; ashwagandha digambarkan sebagai "ginseng India." Ashwagandha juga digunakan dalam pengobatan tradisional di Afrika untuk mengobati berbagai penyakit. Jangan samakan ashwagandha dengan Physalis alkekengi, meskipun keduanya dikenal sebagai cherry musim dingin.

Bagaimana cara kerjanya?

Ashwagandha mengandung bahan kimia yang dapat membantu menenangkan otak, mengurangi pembengkakan (peradangan), menurunkan tekanan darah, dan mengubah sistem kekebalan tubuh.

Kegunaan % efektivitas

Mungkin efektif untuk:

Stress. Menggunakanekstrak akar ashwagandha tertentu (KSM66, Ixoreal Biomed) dengan dosis 300 mg dua kali sehari setelah makan selama 60 hari tampaknya memperbaiki gejala stres.

Tidak ada bukti yang cukup untuk:

  • Tidak ada bukti yang cukup untuk:
  • Mengurangi efek samping yang terkait dengan obat antipsikotik. Antipsikotik digunakan untuk mengobati skizofrenia tetapi dapat menyebabkan kadar lemak dan gula dalam darah meningkat. Menggunakan ekstrak ashwagandha tertentu (Cap Strelaxin, M/s Pharmanza Herbal Pvt. Ltd.) dengan dosis 400 mg tiga kali sehari selama satu bulan dapat mengurangi kadar lemak dan gula dalam darah pada orang yang menggunakan obat ini.
  • Kecemasan. Beberapa penelitian klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi ashwagandha dapat mengurangi beberapa gejala kecemasan atau suasana hati yang gelisah.
  • Attention deficit-hyperactivity disorder (ADHD). Beberapa penelitian klinis menunjukkan bahwa kombinasi produk herbal yang mengandung ashwagandha dapat meningkatkan perhatian dan kontrol impuls pada anak-anak dengan ADHD. Efek penggunaan ashwagandha sebagai dosis tunggal masih belum jelas.
  • Gangguan bipolar. Menggunakan ekstrak ashwagandha tertentu (Sensoril, Natreon, Inc.) selama 8 minggu dapat meningkatkan fungsi otak pada orang yang dirawat karena gangguan bipolar.
  • Suatu kondisi otak yang disebut ataksia serebelar. Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ashwagandha dalam kombinasi dengan pengobatan alternatif yang dikenal sebagai terapi Ayurvedic dapat meningkatkan keseimbangan pada orang dengan ataksia serebelar.
  • Kelelahan pada orang yang dirawat karena kanker (kemoterapi). Penelitian awal menunjukkan menggunakan 2.000 mg ekstrak ashwagandha spesifik (Himalaya Drug Co, New Delhi, India) selama perawatan kemoterapi dapat mengurangi perasaan lelah.
  • Diabetes. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ashwagandha dapat mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes.
  • Kolesterol Tinggi. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ashwagandha dapat mengurangi kadar kolesterol pada pasien dengan kolesterol tinggi.
  • Tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme)
    Orang dengan tiroid yang kurang aktif memiliki kadar hormon darah yang tinggi atau tiroid stimulating hormone (TSH). Orang dengan tiroid yang kurang aktif juga dapat memiliki kadar hormon tiroid yang rendah. Menggunakan ashwagandha tampaknya menurunkan TSH dan meningkatkan kadar hormon tiroid pada orang dengan kondisi tiroid yang kurang aktif golongan ringan.
  • Infertilitas pria
    Beberapa bukti klinis awal menunjukkan bahwa ashwagandha mungkin meningkatkan kualitas sperma, tetapi bukan jumlah sperma, pada pria infertil. Tidak ada informasi yang cukup tentang apakah mengonsumsi ashwagandha benar-benar dapat meningkatkan kesuburan.
  • Osteoartritis
    Penelitian awal menunjukkan bahwa ashwagandha yang dikonsumsi bersamaan dengan kompleks seng, guggul, dan kunyit dapat memperbaiki gejala radang sendi. Efek ashwagandha sebagai dosis tunggal masih tidak jelas.
  • Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)
    Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak akar ashwagandha memiliki efek yang lebih baik untuk mengurangi gejala OCD bila diminum dengan obat yang diresepkan selama 6 minggu daripada hanya minum obat yang diresepkan.
  • Penyakit Parkinson
    Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa kombinasi herbal termasuk ashwagandha dapat memperbaiki gejala Parkinson. Efek ashwagandha sebagai dosis tunggal masih tidak jelas.
  • Radang sendi
    Penelitian awal menunjukkan bahwa penggunaan bubuk ashwagandha selama 3 minggu diikuti oleh penggunaan sidh makardhwaj (campuran emas, merkuri, dan belerang) selama 4 minggu sedikit memperbaiki gejala pada beberapa orang dengan RA. Efek ashwagandha sebagai dosis tunggal masih tidak jelas.
  • Meningkatkan minat dalam seks
    Penelitian awal menunjukkan bahwa menggunakan ekstrak ashwagandha setiap hari selama 8 minggu bersamaan dengan konseling dapat bekerja lebih baik untuk meningkatkan minat dalam seks dan kepuasan seksual pada wanita dewasa dengan disfungsi seksual daripada dengan konseling saja.
  • Mengubah fungsi sistem kekebalan tubuh
  • Fibromyalgia.
  • Menginduksi muntah.
  • Masalah hati.
  • Mencegah tanda-tanda penuaan.
  • Pembengkakan (radang).
  • Tumor.
  • TBC.
  • Ulserasi.
  • Kondisi lainnya.

Dibutuhkan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas penggunaan ashwagandha pada kondisi diatas.

Efek samping & keamanan

Ashwagandha MUNGKIN AMAN bila diminum dalam jangka pendek. Keamanan penggunaan ashwagandha dalam jangka panjang masih belum diketahui. 

Aswagandha dalam dosis besar dapat menyebabkan sakit perut, diare, dan muntah. Tidak ada informasi tentang keamanan penerapan ashwagandha langsung ke kulit.

Pencegahan & peringatan khusus:

  • Ibu hamil dan menyusui
    Hindari penggunaan ashwagandha pada Ibu hamil, karena ashwagandha  dinilai sangat tidak aman selama kehamilan. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ashwagandha dapat menyebabkan keguguran. Tidak ada informasi yang cukup tentang penggunaan ashwagandha selama menyusui. Hindari penggunannya agar tetap aman.
  • Diabetes
    Ashwagandha dapat menurunkan kadar gula darah. Selain itu, ashwagandha bisa mengganggu obat yang digunakan untuk diabetes dan menyebabkan kadar gula darah menjadi terlalu rendah. Jika Anda menderita diabetes, pantau gula darah Anda dengan cermat.
  • Tekanan darah tinggi atau rendah
    Ashwagandha mungkin menurunkan tekanan darah. Sehingga ashwagandha dapat menyebabkan tekanan darah yang terlalu rendah pada orang dengan tekanan darah rendah; atau mengganggu obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Ashwagandha harus digunakan dengan hati-hati jika Anda memiliki tekanan darah rendah atau sedang menggunakan obat untuk tekanan darah Anda.
  • Radang lambung
    Ashwagandha dapat mengiritasi saluran gastrointestinal (GI). Hindari penggunaan ashwagandha jika Anda menderita radang lambung.
  • "Penyakit autoimun" seperti multiple sclerosis (MS), lupus (systemic lupus erythematosus, SLE), rheumatoid arthritis (RA), atau kondisi lain: Ashwagandha dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif, sehingga dapat meningkatkan gejala penyakit autoimun. Jika Anda memiliki salah satu dari penyakit autoimum, maka hindari penggunaan ashwagandha.
  • Operasi
    Ashwagandha dapat memperlambat sistem saraf pusat. Penyedia layanan kesehatan khawatir bahwa anestesi dan obat-obatan lain selama dan setelah operasi dapat meningkatkan efek ini. Hindari penggunaan ashwagandha setidaknya 2 minggu sebelum operasi dilakukan.
  • Gangguan tiroid
    Ashwagandha dapat meningkatkan kadar hormon tiroid. Ashwagandha harus digunakan dengan hati-hati atau dihindari jika Anda menderita gangguan tiroid atau sedang mengonsumsi obat hormon tiroid.

Interaksi

Interaksi sedang

Berhati-hatilah dengan kombinasi ini!

Obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh (Immunosupresan) berinteraksi dengan ASHWAGANDHA

Ashwagandha tampaknya meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menggunakan ashwagandha bersamaan dengan obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh dapat menurunkan efektivitas obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan tubuh. 

Beberapa obat yang menurunkan sistem kekebalan tubuh ialah azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), daclizumab (Zenapax), muromonab-CD3 (OKT3, Orthoclone OKT3), mycophenolate (CellCept), myacophenolate (CellCept), tacrolimus) ), sirolimus (Rapamune), prednisone (Deltasone, Orasone), kortikosteroid (glukokortikoid), dan lainnya.

Obat penenang (Benzodiazepines) berinteraksi dengan ASHWAGANDHA

Ashwagandha dapat menyebabkan kantuk. Obat-obatan yang menyebabkan kantuk disebut obat penenang. Menggunakan ashwagandha bersamaan dengan obat penenang dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan. 

Beberapa obat yang tergolong sebagai obat penenang ialah clonazepam (Klonopin), diazepam (Valium), lorazepam (Ativan), dan lainnya.

Obat penenang (depresan SSP) berinteraksi dengan ASHWAGANDHA

Ashwagandha dapat menyebabkan kantuk. Obat yang menyebabkan kantuk disebut obat penenang. Menggunakan ashwagandha bersamaan dengan obat penenang dapat menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan. 

Beberapa obat yang tergolong sebagai obat penenang ialah clonazepam (Klonopin), lorazepam (Ativan), fenobarbital (Donnatal), zolpidem (Ambien), dan lain-lain.

Interaksi minor

Waspadai kombinasi ini!

Hormon tiroid berinteraksi dengan ASHWAGANDHA

Tubuh secara alami menghasilkan hormon tiroid. Ashwagandha dapat meningkatkan produksi hormon tiroid dalam tubuh. Menggunakan ashwagandha bersamaan dengan pil hormon tiroid dapat menyebabkan hormon tiroid dalam tubuh menjadi berlebihan, serta meningkatkan efek dan efek samping dari hormon tiroid.

Dosis

Dosis ashwagandha yang tepat bergantung pada beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Pada saat ini tidak ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis ashwagandha yang tepat. 

Perlu diingat bahwa produk alami tidak selalu aman dan dosisnya merupakan hal yang penting. Pastikan untuk mengikuti petunjuk pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda atau profesional kesehatan lainnya sebelum mengkonsumsinya.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ashwagandha: Health benefits and side effects. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/318407)
An Overview on Ashwagandha: A Rasayana (Rejuvenator) of Ayurveda. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3252722/)
Ashwagandha: Uses, Side Effects, Interactions, Dosage, and Warning. WebMD. (https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-953/ashwagandha)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app