Anafen (Ibuprofen)

Update terakhir: Feb 14, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.090.404 orang

Anafen adalah obat yang digunakan untuk meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, sakit pada telinga, nyeri haid, dan nyeri ringan lainnya. Anafen mengandung ibuprofen, obat yang termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID).Berikut ini adalah informasi lengkap obat Anafen yang disertai tautan merk-merk obat lain dengan nama generik yang sama.

pabrik

Bernofarm

golongan

Bisa diperoleh tanpa resep dokter

kemasan

Anafen dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut :
  • Botol 60 ml syrup (suspensi)
  • Box 10 x 10 Sugar Coated Caplet

kandungan

Tiap kemasan Anafen mengandung zat aktif (nama generik) sebagai berikut :
  • Ibuprofen 100 mg / 5 ml sirup
  • Anafen Forte : Ibuprofen 200 mg / 5 ml sirup
  • Ibuprofen 200 mg / caplet
  • Ibuprofen 400 mg / caplet
  • Ibuprofen 600 mg / caplet

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Ibuprofen adalah obat yang termasuk nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Dibandingkan dengan NSAID lainnya, obat ini salah satu anti inflamasi yang paling lemah sekaligus mengakibatkan efek samping yang paling ringan. Sama seperti NSAID lainnya, ibuprofen bekerja dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan menghalangi kerja enzim COX, prostaglandin lebih sedikit diproduksi, yang berarti rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Indikasi

Kegunaan Anafen (ibuprofen) adalah untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang misalnya :
  • Sakit gigi dan setelah cabut gigi
  • Sakit kepala termasuk migrain
  • Sakit pada telinga
  • Nyeri otot dan sendi termasuk nyeri akibat penyakit asam urat dan rematik
  • Nyeri akibat batu ginjal
  • Nyeri pasca operasi
  • Nyeri haid
  • Demam, termasuk demam setelah imunisasi

Kondisi/Penyakit terkait :

  • Obat demam pilihan terbaik
  • Demam berdarah
  • Nyeri sendi
  • Nyeri haid
  • Sakit gigi
  • Asam urat

Kontraindikasi

  • jangan diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap  ibuprofen, aspirin atau NSAID lainnya.
  • pasien yang akan atau telah menjalani operasi by-pass jantung sebaiknya jangan menggunakan Anafen (ibuprofen).
  • obat ini juga dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki masalah ginjal, hati, pasien yang menderita asma, urtikaria, atau radang / tukak pada lambung atau usus.
  • NSAID termasuk ibuprofen sebaiknya tidak diberikan untuk penderita demam berdarah, karena menginduksi kebocoran kapiler dan gagal jantung.

Efek Samping Anafen

Dibandingkan NSAID lainnya, obat ini adalah obat pilihan pertama karena memiliki efek samping yang lebih ringan. Berikut adalah efek samping Anafen (ibuprofen) :
  • efek samping Anafen (ibuprofen) yang relatif ringan seperti sakit kepala, gugup dan muntah.
  • Efek samping yang lebih serius dapat berupa diare, hematemesis (muntah darah), hematuria (darah dalam urin), penglihatan kabur, ruam kulit, gatal dan bengkak.
  • seperti obat golongan NSAID lainnya, bisa meningkatkan resiko hipertensi, infark miokardial (serangan jantung), dan stroke terutama jika digunakan dalam jangka panjang dan dosis yang lebih tinggi.
  • Reaksi dermatologis diantaranya kulit lebih sensitif terhadap paparan cahaya tetapi efeknya paling lemah diantara NSAID lainnya. Sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian NSAID termasuk Anafen (ibuprofen) meskipun kejadian ini sangat jarang. Pengobatan harus dihentikan jika tanda - tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.
  • NSAID termasuk Anafen (ibuprofen) menyebabkan gangguan pada saluran gastrointestinal misalnya : perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal. Efek samping ini akan meningkat pada pemakaian dalam dosis tinggi dan waktu yang lama, dan pasien merokok atau minum alkohol.
  • Gangguan berat pada organ hati seperti penyakit kuning dan hepatitis, juga bisa terjadi terutama pada dosis tinggi dan durasi pemakaian yang lama. Jika tes hati yang abnormal menetap atau memburuk, jika tanda-tanda dan gejala yang konsisten dengan penyakit hati klinis terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya : eosinofilia, ruam, dan lain-lain), pemakaian obat ini harus dihentikan.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan pasien selama menggunakan obat Anafen adalah sebagai berikut :
  • Sebaiknya diberikan bersama makanan atau susu untuk menghindari nyeri perut.
  • Jangan diberikan pada orang yang memiliki fungsi hati dan ginjal yang buruk, sedang atau pernah memiliki sakit jantung.
  • Jika anda menderita hipertensi, pantau tekanan darah selama pengobatan. Jika tidak benar-benar dibutuhkan sebaiknya jangan menggunakan Anafen (ibuprofen) ataupun NSAID lainnya.
  • Anafen (ibuprofen) dapat menyebabkan pusing atau mengantuk, yang akan diperparah jika pasien juga mengkonsumsi alkohol. Jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama pemakaian obat ini.
  • Keamanan dan kemanjuran pada anak-anak < 18 tahun belum dipastikan secara klinis.
  • Pada pemberian secara intravena, perhatian yang lebih harus dilakukan pada pasien yang menglami retensi cairan, atau pernah mengalami keluhan jantung. Keamanan dan kemanjuran sedian Anafen (ibuprofen) intravena belum dipastikan untuk anak-anak < 18.
  • Penggunaan pada pasien lanjut usia harus lebih hati - hati karena mereka lebih sensitif terhadap efek obat ini, terutama perdarahan perut dan masalah ginjal.
  • Anafen (ibuprofen) ditemukan dalam ASI. Jangan menyusui saat menggunakan obat ini atau beri rentang yang cukup.
  • Jika setelah 24 jam obat ini tidak memberikan efek yang memuaskan, demam dan nyeri sudah berlangsung lebih dari 3 hari atau gejala-gejala lain muncul, segeralah hubungi dokter anda.
  • Jika setelah pemakaian selama 2 - 4 minggu tidak memberikan hasil yang memuaskan sebaiknya dicari alternatif obat NSAID lainnya.
  • Jika anda memiliki riwayat alergi terhadap NSAID lain misalnya aspirin, sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Penggunaan obat Anafen untuk ibu hamil

FDA (US Food and Drug Administration) mengakategorikan ibuprofen ke dalam kategori D dengan penjelsan sebagai berikut :
Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.
Pemakaian Anafen (ibuprofen) oleh ibu hamil, terutama pada usia kehamilan lebih dari 30 minggu sebaiknya tidak dilakukan karena resiko terjadinya penutupan prematur atau patent ductus arteriosus. Pada usia kehamilan yang lebih awal, jika bisa dijamin obat ini memberikan manfaat yang lebih besar daripada resikonya, obat ini masih bisa diberikan.

interaksi obat

Anafen (ibuprofen) berinteraksi dengan obat-obat berikut :
  • Antikoagulan (misalnya, warfarin atau kumarin), karena obat-obat ini jika diberikan bersamaan Anafen (ibuprofen) meningkatkan resiko perdarahan lambung.
  • Anafen (ibuprofen) menurunkan efektivitas Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor  (misalnya, enalapril) atau diuretik (misalnya, furosemide, hydrochlorothiazide).
  • Mengganggu efek antiplatelet aspirin dosis rendah yang menyebabkan efektivitas aspirin menurun bila digunakan untuk cardioprotection dan pencegahan stroke. Aspirin juga meningkatkan resiko perdarahan lambung.

Dosis Anafen

Anafen (ibuprofen) diberikan dengan dosis :
  • Dosis lazim dewasa untuk dismenore
200 - 400 mg secara oral setiap 4 - 6 jam atau bila diperlukan. Dosis awal : 400 - 800 mg secara oral setiap 6 - 8 jam. Dosis dapat dinaikkan, tapi tidak lebih dari 3.2 gram / hari.
  • Dosis lazim dewasa untuk nyeri dan atau demam
200 - 400 mg secara oral setiap 4 - 6 jam atau bila diperlukan.
  • Dosis lazim pediatric untuk demam dan atau nyeri
Usia 6 bulan - 11 tahun : 7.5 mg / kg BB / dosis, diberikan secara oral setiap 6 - 8 jam atau sesuai kebutuhan. Dosis maksimum : 30 mg / kg BB / hari.
  • Dosis lazim pediatric untuk rheumatoid arthritis
Usia 6 bulan - 12 tahun : 20 - 40 mg / kg bb / hari dibagi 3 atau 4 x pemberian. Maksimum : 2.4 g / hari

Terkait

  • merk-merk obat dengan kandungan zat aktif ibuprofen
  • obat yang termasuk analgetic
  • obat yang termasuk antipyretic
  • obat yang termasuk NSAID
  • obat yang termasuk depresan syaraf pusat
Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan obat Anafen harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp