Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Albendazole: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Apr 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 834.719 orang

Obat albendazole merupakan salah satu jenis obat yang digunakan pada infeksi cacing dan larva cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Obat albendazole menjadi pilihan karena aman bagi beberapa orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Hampir semua jenis penyakit infeksi cacing dapat dibasmi dengan obat albendazole melalui dosis penggunaan yang sesuai. 

Mengenai Obat Albendazole

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet, suspensi

Kandungan: 

Obat antihelmintik 

Cara kerja obat Albendazole

Obat albendazole adalah jenis antihelmentik atau disebut obat anti parasit cacing. Obat ini berfungsi untuk menekan perkembangan telur cacing menjadi cacing dewasa dan berkembang biak di dalam organ tubuh seperti usus halus, usus besar, hingga pembuluh darah. 
Kandungan obat albendazole memiliki kemampuan untuk menghancurkan penyerapan glukosa pada larva atau cacing yang menimbulkan infeksi. Obat ini juga membantu menghambat formasi sel-sel larva untuk menghindari perkembangan hingga cacing yang bertelur di dalam usus. 

Manfaat obat Albendazole

Obat albendazole sangat mampu membasmi infeksi pada larva cacing yang ada di dalam tubuh seperti:

  • Cacing Tambang
    Parasit akibat cacing tambang yang paling sering ditemukan adalah Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Cacing ini menyebabkan penyakit yang dinamakan Ancylostomiasis. Cacing masuk ke dalam pembuluh darah dan menetaskan telur. Telur menjadi dewasa dan masuk ke dalam usus halus. Penyakit ini menimbulkan gatal dan anemia defisiensi besi. 
  • Sisterkosis
    Sisterkosis adalah penyakit infeksi akibat masuknya telur Taenia yang dapat ditularkan melalui sapi dan babi. Infeksi ini menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut, diare, dan konstipasi.
  • Askariasis
    Askariasis juga menjadi salah satu kelompok nematoda. Telur yang bernama Ascaris lumbriocoides ini tertelan di usus dan menjadi larva. Cacing dewasa akan masuk ke dalam usus halus sehingga menimbulkan infeksi berat seperti gangguan pencernaan dan malnutrisi pada anak-anak. 

Dosis dan pemakaian obat Albendazole

Sebelum mengonsumsi obat, pastikan nama dan jenis obat dalam kemasan serta masa kadaluarsa. Obat ini dikonsumsi bersamaan dengan suapan makanan
Obat albendazole tersedia dalam oral atau obat minum. Pada anak-anak, obat albendazole dapat dikunyah atau dihancurkan dahulu, lalu ditelan dengan segelas air putih. Obat albendazole biasanya dikonsumsi berulang selama 8 hingga 25 hari bergantung derajat penyakit dan jenis infeksinya. 

Pada orang dewasa, dosis obat albendazole yang diberikan sebanyak 400 miligram diberikan dua kali sehari. Dosis ini cocok diberikan pada orang dengan berat badan lebih dari 60 kilogram. Dosis ini diberikan untuk penyakit sisterkosis. 

Pada Ancylostomiasis, obat albendazole diberikan dengan dosis 400 miligram oral satu kali. Dosis maksimal obat albendazole yang diberikan pada orang dewasa yaitu 800 miligram per hari. 

Untuk orang dengan berat badan kurang dari 60 kilogram, hitungan dosis obat albendazole yaitu 15 miligram /kilogram berat badan perhari, dengan dosis maksimal tidak melebihi 800 miligram perharinya. 

Efek samping obat Albendazole

Obat albendazole yang dikonsumsi dapat menunjukkan beberapa efek samping minimal yang tidak didapati pada semua orang dengan penyakit infeksi cacing. Beberapa efek samping yang dapat muncul antara lain:

  • Kelemahan pada tubuh
  • Demam 
  • Badan menggigil
  • Sakit kepala
  • Bercak merah pada kulit
  • Mual muntah
  • Rambut rontok sementara

Interaksi Obat Albendazole

Obat albendazole dapat menimbulkan beberapa interaksi obat bila dikonsumsi dengan obat-obatan lain, seperti:

  • Cimetidine
  • Dexamethasone
  • Phenytoin
  • Phenobarbital
  • Carbamazepine
  • Theophylin
  • Praziquantel 

Perhatian

Obat albendazole memang mudah didapat di apotik dan toko obat. Tetapi Anda perlu cermat dalam mengonsumi obat ini karena ada beberapa interaksi yang perlu dihindari seperti:

  • Obat albendazole tidak boleh diberikan pada ibu hamil. Pastikan Anda melalukan tes kehamilan sebelum mengonsumsi obat albendazole
  • Memiliki riwayat penyakit liver dan supresi sumsum tulang
  • Mengonsumsi oabt-obatan herbal seperti obat tradisional China
  • Mengonsumsi obat anti epilepsi seperti phenytoin dan carbamazepine karena dapat meningkatkan kadar albendazole di dalam darah. 
  • Memiliki riwayat atau berencana melakukan perawatan gigi atau operasi gigi.

Referensi

Albanese, G. Venturi, C. (2003). Albendazole: A New Drug for Human Parasitoses. Dermatol Clin. 21(2), pp. 283-290.

BPOM RI (2018). Cek Produk BPOM. Albendazole.

Centers of Disease Control and Prevention (2018). Parasites-Hookworm.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp