Infeksi Cacing Tambang- Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 556.429 orang

Topik kesehatan kita kali ini akan berbicara mengenai suatu infeksi yang disebabkan oleh parasit yang sudah sangat umum adanya di Indonesia. Ya betul, cacing tambang. 

Hewan kecil yang jarang terlihat mata ini memang merupakan salah satu hewan yang tumbuh dan berkembang biak dengan subur di negara negara yang memiliki iklim tropis seperti negara kita Indonesia sehingga penyakit infeksi cacing tambang merupakan salah satu penyakit yang umum dan sudah sering terjadi di sekitar lingkungan kita. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Selain di negara dengan iklim tropis, negara yang memiliki tingkat sanitasi atau kebersihan yang masih rendah juga mempunyai peluang tingg terkena penyakit infeksi cacing tambang. Silahkan simak artikel satu ini untuk informasi yang lebih dalam mengenai penyakit infeksi cacing tambang.

Infeksi Cacing Tambang dan Segala Serba Serbinya

Infeksi cacing tambang atau bisa juga disebut dengan penyakit Cutaneous larva migrans  (CLM) atau creeping eruption ialah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya parasit cacing yang timbul dalam tubuh manusia dan umumnya jenis cacing yang menyerang bagian usus kecil manusia tersebut ialah cacing tambang. 

Variasi dari cacing tambang yang sering menyerang usus manusia biasanya ialah cacing tambang Ancylostoma duodenale dan cacing tambang Necator americanus. Umumnya cacing tambang banyak ditemukan pada tempat atau daerah tingkat sanitasinya cenderung buruk dan kotor dan juga pada tinja atau kotoran binatang seperti kotoran kucing, anjing, domba, kuda, dan lainnya.

Cacing tambang merupakan salah satu parasit yang dapat berkembang biak dengan sangat cepat di tanah yang memiliki iklim tropis seperti negara kita Indonesia. Cacing tambang akan sangat mudah hidup dan bertelur di tanah yang sudah bercampur dan berkontaminasi dengan kotoran atau tinja hewan. 

Setelah masa waktu 1 hingga 2 hari maka telur telur cacing tersebut akan menetas dan menjadi larva. Larva cacing tambang akan menjadi filariform dalam kurun waktu 5 hingga 10 hari dan bisa menempel pada kulit manusia sebelum masuk jauh ke dalam usus kecil manusia. Umumnya cara cacing ini menempel pada kulit manusia ialah dengan cara adanya sentuhan langsung antara si cacing dan kulit manusia. 

Contohnya ialah ketika seseorang bermain ke taman atau ke tanah tanpa menggunakan sendal, sepatu atau alas kaki lainnya. Karena faktor inilah, umumnya yang banyak terkena penyakit infeksi cacing tambang ialah anak anak karena anak anak suka bermain keluar rumah tanpa menggunakan sendal atau alas kaki lainnya.

Selain dengan sentuhan langsung, larva cacing tambang juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan. ya, makanan yang mentah biasanya seperti sayur sayuran mentah dan dimakan tanpa terlebih dahulu dicuci secara bersih dan higienis biasanya masih memiliki kemungkinan mengandung telur telur cacing tambang yang sulit terlihat oleh mata manusia karena bentuknya yang sangat kecil. 

Kebanyakan sayur sayuran mentah yang dikonsumsi merupakan sayuran dalam bentuk lalap ataupun salad yang memang tidak dimasak dan langsung dikonsumsi begitu saja.  

Umumnya bila seseorang mengkonsumsi sayur sayuran mentah tersebut, maka telur telur cacing tersebut juga akan ikut terkonsumsi dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah  dan akan terbawa ke areagt;tenggorokan, jantung, paru paru hingga berhenti di bagian usus kecil manusia lalu mulai bertumbuh dan berkembang biak di dalam usus dan menyebabkan terjadinya berbagai masalah pencernaan bagi manusia itu sendiri.

Adapun beberapa gejala yang dapat menunjukan seseorang terkena penyakit infeksi cacing tambang yaitu adanya rasa gatal dan ruam pada beberapa area kulit terutama telapak kaki, adanya gangguan pencernaan baik itu mual, muntah, sakit perut, keram usus, diare, kotoran atau feses yang bercampur darah serta kehilangan nafsu makan sehingga berat badan menurun.

Untuk pengobatan infeksi cacing tambang, biasanya dokter akan meresepkan obat obatan yang sifatnya anti cacing atau anthelmintik seperti obat mebendazole dan albendazole untuk mematikan cacing yang ada pada tubuh manusia. 

Biasanya obat obatan anti cacing akan berfungsi setelah dikonsumsi 1 hingga 3 hari kerja sehingga umumnya di hari ketiga atau keempat cacing cacing yang sudah mati tersebut akan terbuang melalui feses atau tinja si penderita.

Untuk itu perlu diingat untuk selalu mencuci tangan dan kaki kemanapun setelah kamu berpergian, memakai alas kaki walaupun hanya keluar rumah sebentar saja dan mencuci sayuran yang akan dikonsumsi dengan bersih sehingga penyakit infeksi cacing tambang dapat kamu hindari.  


Referensi

Bungiro, R. Cappello, M. (2004). Hookworm Infection: New Developments and Prospects for Control. Current Opinion in Infectious Diseases, 17(5), pp. 421-426.

Delgado, A. Healthline (2018). Hookworm Infections.

Henderson, R. Patient (2014). Hookworm Infections.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit