Adalat 5: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 27, 2021 Waktu baca: 5 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Adalat 5 adalah obat mengandung nifedipine yang digunakan untuk mengobati hipertensi dan angina.
  • Dosis Andalat 5 untuk orang dewasa adalah 3 x sehari 5-10 mg, ditelan utuh dengan bantuan air atau cairan lain.
  • Efek samping Andalat 5 yang umum berupa sakit kepala, kelelahan, pusing, mengantuk, bengkak kaki, batuk, dan sesak napas.
  • Tidak untuk ibu hamil dan menyusui serta pasien yang memiliki tekanan darah rendah, syok kardiogenis, stenosis aorta, dan angina tak stabil.
  • Hindari berhenti minum obat secara tiba-tiba karena bisa meningkatkan frekuensi dan durasi nyeri dada.
  • Klik untuk mendapatkan obat hipertensi (darah tinggi) ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Adalat 5 adalah obat yang digunakan untuk mengobati hipertensi dan angina. Adalat 5 mengandung nifedipine, obat yang termasuk anti hipertensi golongan calcium channel blockers.

Nifedipine bekerja dengan cara merelaksasi otot-otot jantung dan pembuluh darah. Obat ini mencegah ion Calcium memasuki slow channels of cardiac dan otot jantung selama depolarisasi, sehingga menyebabkan vasodilatasi perifer dan koroner. Hal ini akan mengurangi terjadinya afterload, penurunan resistensi perifer, dan penurunan tekanan darah.

Mengenai Adalat 5

Pabrik

Bayer Schering Pharma

Golongan

Harus dengan resep dokter

Kemasan

Adalat 5 dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut:

  • Dos 50 x 1 tablet 5 mg

Kandungan

Adalat 5 mengandung zat aktif sebagai berikut:

  • Nifedipine 5 mg / tablet

Manfaat Adalat 5

Kegunaan Adalat 5 ditujukan untuk kondisi-kondisi berikut:

  • Mengobati hipertensi, baik dengan terapi tunggal maupun kombinasi dengan obat tekanan darah tinggi lainnya.
  • Mengobati penyakit jantung koroner, pistonis angina stabil dan tidak stabil yang termasuk angina vasospastik (angina Prinzmetal, angina varian), dan post-infarction angina pectoris.
  • Mengobati sindrom Raynaud, yaitu kondisi medis dimana terjadi kejang arteri yang menyebabkan aliran darah berkurang. Biasanya, kondisi ini terjadi pada jari tangan dan terkadang juga pada jari kaki. Pada kasus yang jarang, bisa terjadi pada hidung, telinga, atau bibir. Hal ini menyebabkan bagian yang terkena berubah menjadi putih dan kemudian biru. Sering kali, terjadi mati rasa atau sakit. Saat aliran darah kembali, berubah menjadi merah dan terbakar. Episode biasanya terjadi dalam hitungan menit, tapi kadang bisa bertahan hingga beberapa jam.

Kontraindikasi

Adalat 5 tidak boleh digunakan untuk orang-orang dengan kondisi berikut:

  • Mempunyai riwayat hipersensitif terhadap nifedipine atau obat-obat yang termasuk golongan calcium channel blockers lainnya
  • Pasien yang mengalami syok kardiogenis (sirkulasi darah yang tidak normal karena ventrikel jantung tidak berfungsi optimal), stenosis aorta (penyempitan pada saluran keluar ventrikel kiri jantung), atau menderita angina yang tidak stabil
  • Penderita tekanan darah rendah (< 90/60 mmHg)
  • Ibu menyusui
  • Ibu hamil

Efek samping Adalat 5

Sama seperti obat pada umumnya, penggunaan Adalat 5 dapat menimbulkan efek samping. Akan tetapi, reaksinya bisa jadi berbeda-beda, tergantung dari dosis obat, usia, dan daya tahan tubuh masing-masing orang.

Sejumlah efek samping Adalat 5 yang mungkin terjadi antara lain:

  • Efek samping yang sering terjadi meliputi sakit kepala, kelelahan, pusing, mengantuk, bengkak kaki, batuk, dan sesak napas.
  • Efek samping yang serius berupa tekanan darah rendah dan gagal jantung.
  • Efek samping lainnya seperti edema perifer, takikardia, palpitasi, gangguan saluran pencernaan (mual, konstipasi ), gangguan penglihatan, sinkop, vertigo, migrain, gangguan mood, ruam (termasuk eritema multiforme), kelainan fungsi hati (termasuk kolestasis), pruritus, hiperplasia gingiva, mialgia, gynaecomastia, tremor, impotensi, dan demam.
  • Pada awal-awal pengobatan sering menyebabkan peningkatan nyeri dada iskemik.

Dosis Adalat 5

Dosis Adalat 5 bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang

Secara umum, dosis Adalat 5 yang lazim digunakan adalah:

  • Dosis awal: 3 x sehari 5-10 mg. Ditelan utuh dengan bantuan air atau cairan lain.

Dosis lazim Nifedipine

Raynaud's syndrome

  • Dewasa: Immediate-release 3 x sehari 5-20 mg 

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  • Dewasa: Immediate-release, dosis awal 3 x sehari 5 mg
  • Dosis pemeliharaan: 3 x sehari  10-20 mg
  • Extended-release: Dosis awal 2 x sehari 10-40 mg atau 1 x sehari 20-90 mg

Angina pectoris

  • Dewasa: Immediate-release, dosis awal 3 x sehari 5 mg 
  • Dosis pemeliharaan: 3 x sehari 10-20 mg
  • Extended-release: 2 x sehari 10-40 mg atau 1 x sehari 30-90 mg

Pengurangan dosis mungkin diperlukan pada lansia dan pasien dengan gangguan hati.

Petunjuk penggunaan:

  • Immediate-release: Bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan
  • Hindari minum obat dengan jus jeruk atau alkohol

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Adalat 5 harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Interaksi Adalat 5

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. 

Jenis obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan Adalat 5 adalah:

  • Agen anti hipertensi lain, aldesleukin, dan antipsikotik: Meningkatkan efek obat anti hipertensi.
  • Fentanyl: Penggunaan selama operasi menyebabkan hipotensi berat.
  • Adalat 5 dapat memodifikasi respon insulin dan glukosa.
  • Benazerpril: Melemahkanefek takikardik.
  • Antikoagulan coumarin: Meningkatkan protrombin time.
  • Inhibitor CYP3A4 (misalnya anti jamur golongan azole (ketoconazoleitraconazole), cimetidine, erythromycin, HIV-protease inhibitors, nefazodone, fluoxetine, quinupristin/dalfopristin): Meningkatkan kadar serum.
  • Induksi CYP3A4 yang kuat (misalnya rifampicin, phenytoin, carbamazepine): mengurangi bioavailabilitas dan keampuhan Adalat 5. Ini merupakan interaksi yang berpotensi fatal

Perhatian

Hal-hal yang perlu diperhatikan selama menggunakan Adalat 5 adalah sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan Adalat 5 tanpa resep dokter atau melebihi dosis yang dianjurkan. Hal ini karena penyakit-penyakit seperti angina dan infark miokardial akut dapat memburuk secara cepat saat awal pemakaian dan peningkatan dosis secara tidak tepat.
  • Hindari berhenti minum obat secara tiba-tiba karena bisa meningkatkan frekuensi dan durasi nyeri dada. Lakukan penghentian secara bertahap dengan pengawasan dokter.
  • Hati-hati menggunakan obat ini pada penderita dengan gangguan fungsi hati, gangguan ginjal terutama gagal ginjal, gagal jantung kongestif, dan pasien lanjut usia.
  • Adalat 5 dapat menyebabkan pusing dan mengantuk.  Hindari menyalakan mesin atau mengendarai kendaraan saat menggunakan obat ini.
  • Meskipun pada kebanyakan pasien, efek hipotensi Adalat 5 dapat ditoleransi dengan baik, beberapa pasien bisa mengalami penurunan tekanan darah yang berlebihan. Hal ini biasanya terjadi saat awal pengobatan  atau pada saat peningkatan dosis. Kejadiannya lebih sering bila Adalat 5 dikombinasikan dengan obat penurun tekanan darah golongan beta blocker seperti Atenolol dan Acebutolol.
  • Beberapa pasien, terutama mereka yang memiliki penyakit arteri koroner obstruktif berat, kadang mengalami peningkatan frekuensi, durasi, dan / atau tingkat keparahan angina atau infark miokard akut saat mulai menggunakan obat yang mengandung Nifedipine seperti Adalat 5 atau pada saat kenaikan dosis. Hentikan penggunaan obat jika terjadi nyeri iskemik atau nyeri dada memburuk dalam waktu singkat setelah awal pengobatan/kenaikan dosis.
  • Adalat 5 mengurangi resistensi vaskular perifer. Oleh karena itu, pemantauan tekanan darah terutama pada awal pengobatan dan kenaikan dosis sangat disarankan.
  • Edema perifer ringan sampai sedang kadang terjadi pada penggunaan Nifedipine. Hal ini biasanya berhubungan dengan vasodilatasi arterial, bukan karena disfungsi ventrikel kiri. Edema ini terjadi terutama pada ekstremitas bawah.
  • Penyerapan obat dapat dipengaruhi oleh makanan dan hasilnya dapat bervariasi tergantung pada formulasi yang digunakan.
  • Metabolisme obat dihambat oleh alkohol.
  • Hindari minum jus jeruk saat menggunakan Adalat 5 karena dapat meningkatkan kadar Adalat 5 dalam plasma.

Penggunaan Adalat 5 oleh wanita hamil

FDA di Amerika Serikat, setara BPOM di Indonesia, mengkategorikan Nifedipine ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia. Namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Meskipun hasil studi pada hewan tidak selalu bisa dijadikan acuan keamanan obat pada manusia, fakta bahwa obat ini terbukti memiliki efek buruk terhadap janin hewan harus menjadi perhatian serius. Jika tidak benar-benar dibutuhkan atau masih bisa menggunakan obat lain yang lebih aman, penggunaan Adalat 5 oleh wanita hamil sebaiknya tidak dilakukan.

Artikel terkait:


21 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Procardia XL- nifedipine tablet, film coated, extended-release. (2016, July) (https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=8ebcb33c-f43b-4b36-9f94-9774b2a59e06)
Nifedipine ER- nifedipine tablet, film coated, extended-release. (2014, October) (https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=d1a78ff2-7672-3e69-00ef-63d203c80484)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app