HEALTH SHOP

Penyakit

Obat

Cari Rumah Sakit

Tanya Dokter

Artikel

Hewan Peliharaan

Apotik

ติดต่อเรา

Temukan info penyakit, obat-obatan, rumah sakit, dan artikel kesehatan lainnya di sini

Herpes Obat Tidur Lansoprazole Cefixime
Pengobatan

9 Penyebab Mencret Diare dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: Jun 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 728.634 orang

Diare atau mencret merupakan kondisi medis yang hampir setiap orang pernah mengalaminya, dan tentunya semua pasti sudah tahu bahwa mencret adalah buang air besar dengan tinja encer dengan frekuensi lebih sering dari biasanya.

Pernahkah terfikir oleh kita kenapa bisa diare atau mencret, apa penyebab mencret yang sesungguhnya?

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

L-Bio merupakan obat yang digunakan untuk melindungi sistem pencernaan dan memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan ketika mengalami kondisi diare, konstipasi dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Hal ini tentu sangat penting untuk diketahui, karena dengan mengetahui apa penyebab mencret yang mungkin saat ini sedang Anda alami, maka itu akan sangat membantu dalam pengobatan agar cepat sembuh dan juga penting sebagai dasar langkah pencegahan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Pada orang dewasa, diare biasanya terjadi ringan dan tidak menimbulkan bahaya, namun hal ini berpotensi lebih berbahaya jika terjadi pada anak-anak, salah satu komplikasi yang terjadi adalah dehidrasi, syok, dan berlanjut dengan kematian.

Untuk itu, upaya untuk melakukan pengobatan diare dengan efektif juga sangat penting untuk diketahui. Semua akan kami bahas dalam artikel ini.

Penyebab Mencret Berdasarkan Jenisnya

Agar memudahkan dalam mempelajari penyebab mencret, maka kita jelaskan terlebih dahulu jenis-jenis diare. Secara garis besar diare dibagi menjadi dua jenis, yaitu diare akut dan kronis.

Penyebab Diare Akut

Disebut mencret atau diare akut apabila gejalanya berlangsung tidak lebih dari dua minggu. Adapun penyebab mencret dalam kelompok ini meliputi:

  • Infeksi Virus. Jenis virus yang paling umum menyebabkan mencret pada orang dewasa adalah norovirus, sedangkan pada anak-anak, rotavirus.
  • Infeksi bakteri. Jenis bakteri yang paling sering menjadi penyebab mencret adalah enterotoksigenik  Escherichia coli (ETEC).
  • Infeksi Parasit. Penyebab umum diare akut yang terakhir adalah infeksi parasit, yang dapat masuk ke saluran cerna ketika seseorang mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi atau tidak bersih.

Penyebab Diare Kronis

Disebut mencret atau diare kronis apabila berlangsung lebih dari empat minggu. Seperti halnya diare akut, diare kronis memiliki banyak penyebab, penyebab mencret kronis meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

  • Infeksi, paling sering oleh parasit
  • Malabsorpsi dan diare osmotik (yang menghasilkan terlalu banyak air yang diserap ke usus), seperti penyakit Celiac dan intoleransi laktosa
  • Radang usus, seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn
  • Iskemia usus, atau aliran darah berkurang ke usus
  • Menjalani terapi kanker tertentu, seperti radiasi
  • Penggunaan obat-obat tertentu, seperti antibiotik

Cara Mengatasi Mencret

Sebagian besar kasus mencret akan sembuh secara spontan dalam beberapa hari dan semua hal yang diperlukan adalah mencegah dehidrasi dengan mengganti cairan yang hilang, baik melalui mencret (buang air besar) atau melalui muntah yang sering menyertai.

Sementara itu, banyak tersedia di apotek dan toko obat, obat-obat diare yang cukup membantu, diantaranya bekerja dengan cara membuat feses menjadi lebih padat dan mengurangi pergerakan usus, sehingga tidak gampang kebelet buang air besar.

Obat mencret yang dimaksud termasuk loperamide hidroklorida (umumnya dikenal dengan merek Imodium), subsalisilat dan atapulgit (Kaolin dan pectin).

Walaupun obat-obat mencret ini membantu meringankan gejala, namun tidak dianjurkan untuk diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit, karena organisme penyebab akan terjebak dalam usus bila diare berhenti sebelum organisme tersebut benar-benar dikeluarkan dan ini malah akan membuat kasus diare berulang atau infeksi yang semakin masif. Pada kondisi ini terkadang memerlukan antibiotik yang sesuai.

Di sampig penggunaan obat diare, hal paling utama adalah konsumsi banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang, minumlah  2-3 liter cairan setiap hari hingga diare benar-benar pulih.

Jangan hanya minum air putih, karena itu tidak bisa menggantikan garam atau nutrisi yang hilang selama mencret. Oleh karena itu cairan pilihan terbaik adalah kaldu, teh dengan madu, minuman oralit dan jus buah.

Adapun makanan yang harus dihindari ketika mencret adalah produk susu, kafein, alkohol, makanan pedas, bersantan, dan makanan berlemak, karena ini merupakan kelompok makanan yang dapat memperburuk diare.

Sedangkan makanan yang dianjurkan antara lain pisang, nasi, roti, kerupuk, kentang rebus, selai kacang, keju cottage, mie dan saus apel. Karena yoghurt dan keju mengandung probiotik, mengandung strain bakteri yang sama dengan yang ada di usus sehat, maka makanan-makanan ini juga menjadi pilihan yang baik.

Lebih lanjut silahkan baca Makanan Untuk Penderita Diare (Anjuran dan Pantangan)

Dengan memperhatikan berbagai penyebab mencret seperti di atas, maka kita dapat melakukan upaya langkah-langkah pencegahan mencret termasuk minum hanya dengan air kemasan atau air matang, sering mencuci tangan (terutama sebelum makan) dan makan makanan matang dan baru dimasak (belum basi).

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)