Iskemia Arteri Mesenterika: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 727.656 orang

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda sejatinya mengandung oksigen. Kecuali pada arteri pulmonalis, atau arteri paru-paru, yang khusus membawa darah kotor yang dialirkan ke paru-paru. Kandungan oksigen inilah yang akan menghidupi organ-organ tubuh Anda supaya bisa bekerja secara normal.

Ketika aliran darahnya terhambat, tentu saja pasokan oksigen akan ikut terganggu. Semakin sedikit oksigen yang diterima oleh organ tubuh, maka organ tersebut tidak bisa berfungsi dengan baik atau bahkan berakibat fatal. Jika aliran darah ke usus halus mengalami gangguan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya iskemia arteri mesenterika.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Apa itu iskemia arteri mesenterika?

Iskemia arteri mesenterika (MAI) adalah kondisi ketika aliran darah ke usus berkurang. Biasanya disebabkan oleh sumbatan pada satu atau lebih arteri mesenterika, yaitu arteri utama yang memasok darah ke usus halus dan usus besar.

Ketika arteri mesenterika menyempit atau tersumbat, maka pasokan oksigen jelas akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan kematian sel dan kerusakan permanen pada jaringan usus. Dampak fatalnya, iskemia arteri mesenterika bisa mengakibatkan kematian.

Mengenai iskemia arteri mesenterika

Penyebab

Semua orang di segala usia dapat mengalami iskemia arteri mesenterika. Akan tetapi, kondisi ini terjadi paling umum pada orang dewasa yang usianya di atas 60 tahun.

Berikut ini berbagai penyebab iskemia arteri mesenterika, yaitu:

  • Penyakit kardiovaskular

Iskemia arteri mesenterika dapat terjadi akibat penyakit kardiovaskular. Arteri mesenterika yang mengalirkan darah ke usus merupakan percabangan dari aorta, yaitu arteri utama jantung

Lemak yang terbawa oleh darah dapat menempel di dindinggt;pembuluh darah manapun, termasuk arteri mesenterika. Semakin banyak timbunan lemaknya, maka aliran darah menjadi tidak lancar dan memicu aterosklerosis. Akibatnya, risiko penyakit jantung juga akan meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01
  • Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan timbunan plak pada pembuluh arteri. Penumpukan plak ini dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga aliran darah ke usus jadi terhambat.

  • Gumpalan darah

Gumpalan darah adalah sekelompok sel darah yang saling menempel satu sama lain. Gumpalan darah tersebut dapat menyumbat arteri mesenterika dan mengurangi aliran darah ke saluran pencernaan.

Gumpalan darah juga dapat meningkatkan risiko stroke jika sudah menyebar ke otak. Bila Anda menggunakan pil KB atau obat-obatan lain yang mengandung oksigen, maka Anda berisiko mengalami pembekuan darah.

  • Penggunaan kokain dan metamfetamin

Kokain dan metamfetamin adalah 2 jenis obat yang bisa memicu iskemia pada beberapa orang. Pasalnya, kedua obat tersebut dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran darah jadi tidak lancar.

  • Operasi pembuluh darah

Timbulnya jaringan parut adalah salah satu komplikasi setelah operasi yang paling sering terjadi. Ketika jaringan parut ini tumbuh di pembuluh darah, maka pembuluh darah akan semakin menyempit dan menghalangi aliran darah.

Gejala

Iskemia arteri mesenterika terbagi menjadi 2 jenis, yaitu akut dan kronis. Iskemia yang tergolong akut seringnya muncul tiba-tiba dengan gejala yang parah. Kondisi ini paling banyak disebabkan oleh gumpalan darah di arteri.

Sementara itu, iskemia kronis muncul secara bertahap dan dalam waktu yang lama. Sebagian besar iskemia kronis terjadi akibat aterosklerosis.

Berbagai tanda dan gejala iskemia arteri mesenterika yang paling umum adalah:

  • Sakit perut
  • Perut terasa nyeri saat ditekan
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Demam

Setiap jenis iskemia arteri mesenterika juga memiliki gejala tambahan yang khas, yaitu:

  • Iskemia akut: Sering buang air besar dan BAB berdarah.
  • Iskemia kronis: Sakit perut setelah makan dan penurunan berat badan.

Pencegahan iskemia arteri mesenterika

Perubahan gaya hidup bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah iskemia arteri mesenterika. Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Olahraga teratur.
  • Makan makanan yang bergizi seimbang.
  • Jaga kadar kolesterol dan gula darah tetap normal.
  • Berhenti merokok, sebab merokok dapat mempersempit pembuluh darah.
  • Segera periksa ke dokter, bila Anda mengalami masalah pada jantung atau pembuluh darah.

Pengobatan iskemia arteri mesenterika

Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis iskemia arteri mesenterika. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • USG atau CT scan, untuk melihat gambar pembuluh darah dan usus secara keseluruhan.
  • MRI, untuk melihat struktur dan organ dalam tubuh.
  • MRA, yaitu pemeriksana MRI untuk pembuluh darah.
  • Arteriogram, menggunakan sinar-X dan pewarna khsusu untuk melihat bagian dalam pembuluh darah.

Pengobatan iskemia arteri mesenterika disesuaikan dengan jenis iskemia itu sendiri, apakah tergolong akut atau kronis.

Iskemia arteri mesenterika akut

Penyumbatan akut di usus harus segera diobati untuk mencegah kematian jaringan. Berikut ini pilihan pengobatannya:

  • Pembedahan, untuk menghilangkan bekuan darah, jaringan parut, dan bagian usus yang sudah mati.
  • Obat pengencer darah, untuk mencegah pembekuan darah di kemudian hari.
  • Angioplasti, yaitu prosedur memasukkan stent (tabung jala) untuk membuka arteri yang menyempit.

Iskemia arteri mesenterika kronis

Kasus iskemia kronis biasanya memerlukan prosedur operasi. Namun bila iskemia usus berkembang secara perlahan, maka operasi tidak diperlukan.

Dokter mungkin juga akan memberikan obat-obatan tertentu guna mengatasi iskemia arteri mesenterika, yaitu:

  • Antibiotik, bila penyumbatan disebabkan oleh arteri.
  • Obat pengencer darah, seperti heparin atau warfarin, untuk mencegah risiko pembekuan darah di kemudian hari.
  • Obat vasodilator, seperti hydralazine, untuk memperlebar pembuluh darah.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit