Kehamilan

Setelah Melahirkan, Hindari 8 Jenis Makanan Ini Demi Bayi Anda

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 24, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Setelah Melahirkan, Hindari 8 Jenis Makanan Ini Demi Bayi Anda

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Apa pun jenis makanan yang dikonsumsi ibu bisa berdampak pada bayi, sehingga ibu harus menjaga asupannya setiap hari.
  • Makanan pedas tidak akan mengubah rasa ASi, tapi bisa meningkatkan risiko diare hingga dehidrasi pada ibu.
  • Alkohol dapat menghambat produksi ASI dan kafein bisa mengganggu kualtias tidur bayi. Hindari itu selama menyusui. 
  • Buah asam seperti jeruk dan stroberi termasuk pantangan makanan saat menyusui, sebab bisa mengganggu sistem pencernaan bayi.
  • Berhati-hatilah saat memilih jenis ikan karena beberapa di antaranya mengandung merkuri.
  • Waspadai gejala alergi pada bayi, terutama 2-6 jam setelah Anda menyusui si kecil.

Usai mengerahkan tenaga saat melahirkan, kebanyakan ibu perlu banyak waktu untuk memulihkan dirinya. Di samping itu, produksi ASI ibu juga harus tetap terjaga demi memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh jenis makanan yang Anda konsumsi setelah melahirkan. Katanya, ada beberapa pantangan makanan ibu hamil setelah melahirkan yang harus dihindari. Apa saja itu?

Apakah makanan yang dikonsumsi ibu akan mengalir ke ASI?

Jika dibandingkan dengan susu formula, pemberian ASI eksklusif memang terbukti lebih baik dan sehat untuk bayi baru lahir. Walau pada perkembangannya bobot dan ukuran tubuh anak yang minum ASI mungkin tidak sebesar bayi yang minum susu formula, namun mereka terbukti jarang sakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Selama di tahap menyusui, sebetulnya semua makanan aman untuk dikonsumsi oleh ibu. Namun, perlu diketahui juga bahwa apa pun yang dimakan oleh ibu akan ikut dirasakan oleh si buah hati melalui ASI. 

Karena itulah, ada baiknya ibu tetap memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari. Perlu juga untuk menghindari pantangan makanan setelah melahirkan demi menjaga kesehatan si buah hati.

Untuk itu baca juga artikel berikut:

Pantangan makanan setelah melahirkan

Ada beberapa pantangan makanan setelah melahirkan atau masa nifas yang sebaiknya dihindari, antara lain:

1. Makanan pedas dan beraroma kuat

Bagi Anda yang doyan makanan pedas, sebaiknya tahan dulu hobi Anda yang satu ini selama masa menyusui. Hal ini perlu dilakukan setidaknya selama 6 bulan ke depan.

Banyak orang mengira bahwa makanan pedas yang dikonsumsi ibu juga akan membuat si kecil ikut kepedasan. Padahal, ini cuma mitos, kok. 

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Makanan pedas memang tidak akan mengubah rasa ASI. Namun, konsumsi makanan pedas tetap harus dibatasi agar ibu tidak mengalai masalah pencernaan. Yang ada, ibu malah bisa mengalami diare hingga dehidrasi.

Tak hanya makanan pedas, masakan lain yang beraroma kuat karena tambahan kayu manis, bawang, bumbu kare, dan merica sebaiknya juga dihindari karena alasan serupa.

2. Makanan berlemak tinggi

Makanan berlemak tinggi juga termasuk pantangan makanan setelah melahirkan. Pasalnya, jenis makanan ini dapat menimbun lemak dalam tubuh dan menggagalkan usaha Anda mengembalikan tubuh seperti semula.

Sebagai solusinya, gunakanlah sumber minyak yang sehat seperti minyak ikan, minyak dengan kandungan omeg 3 dan 6, serta minyak nabati. Alih-alih bikin tubuh gemuk, jenis minyak tersebut malah bagus bagi kesehatan.

3. Kafein dan alkohol

Meski Anda sudah melahirkan, namun selalu ingat bahwa bayi tetaplah mengandalkan ASI sebagai asupan makanan utamanya. Maka itu, sebaiknya batasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Secara tidak langsung, bayi akan mendapatkan kafein dari ibunya yang minum kopi. Sementara itu, konsumsi alkohol dapat menghambat produksi ASI, sama halnya dengan peppermint dan parsley yang dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Berfungsi melindungi sistem pencernaan & memperbaiki fungsi normal saluran pencernaan saat diare, konstipasi, dan penggunaan antibiotika jangka panjang pada bayi, anak-anak ataupun dewasa. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Jika Anda sudah terbiasa minum kopi atau teh, sebaiknya batasi hingga 1-2 cangkir per harinya. Kurangi jumlahnya sedikit demi sedikit karena terlalu banyak kafein bisa mengganggu kualitas tidur bayi atau bahkan membuatnya rewel.

4. Makanan yang mengandung gas dan asam

Segala makanan yang memicu bertambahnya gas dan tingkat keasaman dalam tubuh juga tidak baik untuk si kecil. Sayuran yang memicu gas dalam saluran cerna seperti bawang, kubis, brokoli, dan timun merupakan pantangan makanan setelah melahirkan yang juga harus dikurangi konsumsinya.

Anda juga perlu menghindari produk susu berupa keju bertekstur lunak atau es krim. Begitu juga dengan konsumsi cokelat karena mengandung kafein.

Jika si kecil menajdi rewel atau diare setelah Anda makan cokelat, ini artinya makanan tersebut benar-benar harus dihindari. Yang tak kalah penting, hindari minuman berkarbonasi alias soft drink selama menyusui.

Untuk sementara waktu, batasi konsumsi buah-buahan yang rasanya cenderung asam. Misalnya jeruk, lemon, jeruk bali, jeruk nipis, stroberi, kiwi, hingga nanas.

Rasa asam dari buah dapat mengganggu sistem pencernaan bayi. Hindari juga buah-buahan yang bersifat laksatif (pencahar) pada tubuh seperti buah ceri.

5. Ikan bermerkuri

Ikan merupakan salah satu makanan yang sangat baik bagi ibu menyusui. Pasalnya, ikan mengandung kaya omega-3 yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan otak bayi. 

Namun, Anda perlu lebih berhati-hati dalam memilih jenis ikan karena beberapa di antaranya berpotensi tercemar zat berbahaya, contohnya merkuri. Hal ini biasanya terjadi pada ikan-ikan besar karena cenderung lebih lama ada di dalam laut.

Baca Juga: 8 Pantangan Ibu Hamil yang Harus Dihindari

6. Kacang-kacangan

Pantangan makanan setelah melahirkan yang satu ini tidak berlaku umum, melainkan hanya bagi ibu yang memiliki alergi. Bila Anda atau suami memiliki alergi kacang, maka sebaiknya hindari makanan yang satu ini sampai bayi selesai disapih.

Komponen alergenik yang ada dalam kacang bisa diteruskan dengan mudah melalui air susu ibu. Bila Anda telanjur makan kacang, segera amati kondisi fisik si buah hati. Bayi yang memiliki alergi kacang biasanya akan mengalami gejala berupa ruam, bintik merah, atau bengkak pada kulit.

7. Gandum

Rendahnya toleransi terhadap gluten bisa jadi alasan mengapa bayi rewel, sakit perut, bahkan mengalami pendarahan saat buang air besar. Bila ini terjadi pada buah hati, maka segera hentikan konsumsi makanan jenis gluten, dan gandum adalah salah satunya.

8. Obat-obatan tertentu

Saat menyusui, ada baiknya Anda tetap berhati-hati dalam memilih jenis obat yang hendak dikonsumsi. Pastikan untuk selalu berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum minum obat jenis apa pun.

Sama seperti makanan, obat yang diminum juga bisa ditransfer dengan mudah ke saluran pencernaan bayi melalui ASI. Jadi, jangan sampai obat yang sedang Anda minum akan berdampak buruk bagi si kecil.

Bahkan bila Anda ingin mencoba multivitamin baru atau hanya minum obat biasa sekalipun, selalu minta persetujuan dari dokter terlebih dahulu.

Baca Selengkapnya: Daftar Obat yang Aman dan Tidak Aman untuk Ibu Menyusui

Bagaimana cara mengetahui bayi alergi?

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu bisa saja membuat bayi alergi. Oleh karena itu, waspadai beberapa gejala bayi alergi seperti:

Untuk memastikan apakah bayi mengalami alergi karena makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya selalu catat apa saja yang Anda makan. Setelah itu, perhatikan kondisi bayi Anda dalam waktu 2-6 jam setelah Anda makan dan menyusui. Hal ini bisa jadi penentu apakah makanan tersebut bermasalah bagi si kecil atau tidak.

Baca Juga: 6 Pantangan Makanan untuk Ibu yang Sedang Menyusui

Beberapa pantangan makanan setelah melahirkan di atas mungkin tidak mencakup seluruhnya. Maka itu, selalu perhatikan reaksi pada bayi setelah Anda mengonsumsi makanan apa pun. Segera bawa si kecil ke dokter anak bila mengalami reaksi alergi.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mom Junction. Post Pregnancy Diet: 20 Must-Have Foods For New Moms. (https://www.momjunction.com/articles/post-pregnancy-diet-eat-avoid_0087/#gref). 11 November 2019.
Firstcry Parenting. Postnatal Diet - Foods You Should Eat and Avoid After Delivery. (https://parenting.firstcry.com/articles/postnatal-diet-foods-to-eat-after-delivery/). 4 Januari 2018.
Healthline. 7 Healthy Foods to Eat Right After Labor (and Before a Sushi Binge). (https://www.healthline.com/health/parenting/best-foods-to-eat-after-labor). 15 Juli 2019.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app