Kesehatan Fisik

7 Tanda yang Sering Disalahartikan sebagai Awal Serangan Jantung

Dipublish tanggal: Mar 10, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 26, 2019 Waktu baca: 4 menit
7 Tanda yang Sering Disalahartikan sebagai Awal Serangan Jantung

Banyak diantara kamu yang pasti pernah merasakan jantung berdebar kencang, sesak nafas atau nyeri pada dada sebelah kiri atas. Kebanyakan dari kamu mungkin berpikiran bahwa itu adalah tanda-tanda dari serangan jantung

Padahal tanda-tanda tersebut bisa jadi merupakan gejala penyakit lain lho! Berikut adalah 7 tanda yang sering disalahartikan sebagai serangan jantung yang perlu banget kamu tahu.

Serangan jantung adalah salah satu penyakit mematikan yang tidak jarang terjadi pada masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan ekonomi menengah ke bawah sampai kalangan artis. 

Penyakit ini mematikan karena kemunculannya yang tiba-tiba dan bila terlambat ditangani dapat berujung pada kematian. 

Berikut ini adalah 7 tanda yang sering disalahartikan sebagai tanda-tanda awal serangan jantung:

1. Nyeri dada

Apabila kamu menemukan seseorang yang tiba-tiba merasakan nyeri pada dada kamu pasti akan langsung terpikir serangan jantung. 

Padahal hal tersebut belum tentu adalah serangan jantung. Wajar saja bila kamu atau orang-orang di sekitarmu panik karena serangan jantung cukup mengerikan dampaknya apabila tidak segera ditangani.

Nyeri dada merupakan tanda-tanda utama dari serangan jantung namun bisa juga merupakan tanda-tanda penyakit lain. Rasa nyeri yang menyertai saat batuk meupakan pertanda adanya infeksi pada saluran pernafasan. 

Selain disebabkan oleh gangguan pada saluran pernapasan rasa nyeri juga dapat disebabkan oleh gangguan pada tulang rusuk maupun tulang belakang

Untuk memastikan apakah nyeri dada yang kamu rasakan adalah gejala serangan jantung ada baiknya kamu segera memeriksakan kesehatan jantungmu pada dokter spesialis jantung.  

2. Sesak nafas

Banyak diantara kamu yang sering melihat adegan seseorang yang mengalami serangan jantung di televisi biasanya memegang dada bagian kiri dan bernafas pendek karena sesak. 

Sesak nafas adalah ciri utama kedua yang sering dirasakan oleh penderitanya. Hal ini disebabkan oleh cairan yang terdapat pada organ paru-paru yang seharusnya diisi oleh udara.

Kelainan ini dinamakan edema pulmoner atau kongesti pulmoner. Namun bukan berarti karena sesak nafas maka menderita sakit jantung. Sesak napas juga menjadi pertanda seseorang menderita asma atau gangguan saluran pernapasan lain.

3. Perut terasa penuh

Perut terasa penuh sehingga merasa mual dan ingin muntah dapat menjadi gejala awal dari seseorang yang beresiko mengalami sakit jantung. Terkadang hal ini disertai dengan perasaan seperti akan masuk angin

Banyak orang yang menyepelekan hal ini dan menganggapnya hanya masuk angin biasa. Beberapa orang awam menanganinya hanya dengan kerokan dan akhirnya medis terlambat menangani. 

Apabila perasaan mual dan ingin muntah menghilang ketika kamu minum obat maag dapat dipastikan kamu menderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). 

Apabila setelah minum obat tersebut perasaan mual dan muntah justru disertai dengan denyut nadi yang meningkat dan sesak nafas, kamu musti waspada akan adanya serangan jantung.  

4. Sakit yang menjalar pada dada

Ketika kamu merasakan sakit yang menjalar pada dada bahkan sampai ke punggung , kamu wajib waspada. Bisa jadi kamu menderita sakit jantung atau kostokondritis

Apa itu kostokondritis? Kostokondritis adalah rasa sakit yang diakibatkan peradangan pada tulang rusuk depan kedua sampai kelima. 

Penyebagnya peradangan tersebut bisa karena trauma atau benturan saat mengangkat berat, kekurangan vitamin D3 dan perubahan suhu sekitar tubuh yang mendadak.

Kemudian apa yang membedakan perasaan sakit yang dialami oleh penderita sakit jantung dengan kostokondritis? Apabila bagian tulang rawan ditekan dan terasa sakit maka bisa jadi terdapat luka pada tulang rusuk depan kamu dan bukan karena adanya sakit jantung. 

Bila kamu merasakan sakit ketika bernafas ke dalam itu adalah pertanda kostokondritis bukan sakit jantung. Selain itu rasa sakit pada kostokondritis akan berkurang apabila penderita beristirahat, sementara pada serangan jantung tidak berkurang sakitnya.  

5. Mudah lelah

Seseorang yang berisiko mengalami serangan jantung biasanya mudah mengalami kelelahan. Hal ini disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah di jantung sehingga aliran darah yang mengandung oksigen dari jantung menuju otot-otot pada bagian tubuh lain berkurang. 

Seperti yang kamu ketahui aliran darah tersbut membawa energi bagi otot-otot tubuh untuk melakukan aktivitas. Namun rasa mudah lelah juga dialami oleh mereka yang mengidap anemia. 

Anemia pasti bukan hal asing yang kamu dengar. Anemia banyak menjangkiti penduduk Indonesia sehingga pada iklan kesehatan di televisi kita disarankan untuk menjaga pola makan dan tidur untuk terhindar dari anemia atau kurang darah

Maksud kurang darah ini adalah kurangnya hemoglobin sebagai komponen utama pada darah merah. Zat pembentuk hemoglobin adalah zat besi

Kurangnya hemoglobin pada darah menyulitkan darah mengikat sari-sari makanan dan oksigen untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.   

6. Jantung berdebar cepat tiba-tiba

Bila tiba-tiba jantungmu berdebar cepat terdapat dua kemungkinan yaitu kamu mengalami serangan panik atau kamu beresiko mendapat serangan jantung. Serangan panik dipicu oleh keadaan sekitar yang mencekam sehingga kamu merasa panik dan merasa perlu berjaga-jaga. 

Jantung yang berdebar-debar pada serangan panik disebabkan oleh diproduksinya hormon adrenalin. Lalu apa bedanya dengan jantung berdebar-debar pada sakit jantung? 

Pada serangan panik, detak jantung lebih cepat daripada biasanya namun tetap beraturan detaknya. Sementara pada serangan jantung, detak jantung tidak beraturan detaknya dan pada suatu waktu berhenti tiba-tiba.

7. Tiba-tiba pingsan

Pada kasus serangan jantung, biasanya penderita ditemukan dalam keadaan tiba-tiba pingsan. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya aliran darah dari jantung ke otak. Namun bukan hanya itu saja yang menyebabkan seseorang tiba-tiba pingsan. 

Seseorang yang mengalami dehidrasi dan gangguan saraf otonom dapat mendadak pingsan. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya kamu minum air minimal 8 gelas per hari dan menghindari perpindahan posisi yang terlalu tiba-tiba.

Diantara 7 tanda-tanda serangan di atas apakah ada yang pernah kamu alami? Tanda-tanda tersebut bisa jadi merupakan gejala dari serangan jantung namun kamu sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar keluhanmu dapat segera ditangani. 

Penanganan segera dapat menghindarkan kamu dari risiko yang tidak diinginkan. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app