Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN
Pengobatan

10 Hal Tentang Obat Cataflam Yang Penting Diketahui

Update terakhir: OCT 13, 2019 Tinjau pada OCT 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.250.556 orang

10 Hal Tentang Obat Cataflam Yang Penting Diketahui

Cataflam adalah obat pereda nyeri dan peradangan yang cukup populer dan sering digunakan sebagai obat sakit gigi. Nama Cataflam adalah sebuah merek dagang dengan kandungan bahan aktifnya berupa Kalium diklofenak yang masuk dalam golongan obat AINS (anti inflamasi non steroid) yang cukup mumpuni meredakan nyeri dengan cepat.

Tidak hanya sakit gigi, melainkan hampir semua keluhan nyeri atau rasa sakit yang bersifat akut dapat diatasi, seperti nyeri tulang, nyeri otot, nyeri haid, sakit kepala, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, simak informasi penting tentang obat Cataflam di bawah ini sebelum mengonsumsinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Inilah 10 hal tantang obat Cataflam yang sebaiknya Anda tahu

1. Cataflam memiliki beberapa manfaat

Cataflam digunakan sebagai obat untuk meredakan nyeri dan peradangan ringan hingga sedang serta demam pada gejala reumathoid arthritis (rematik), osteoarthritis (pengapuran sendi), ankylosing spondylitis baik yang akut maupun kronis. Obat ini juga digunakan sebagai pereda nyeri pada penderita dismenore (nyeri haid) primer jika rasa sakit yang muncul tidak tertahankan dan ingin diredakan segera.

2. Merupakan NSAID jenis asam asetat

Obat NSAID (steroid anti inflamation drugs) atau OAINS (obat anti inflamasi non steroid) merupakan jenis obat yang dapat mengatasi nyeri serta peradangan. Umumnya nyeri dan peradangan ini ditandai dengan kulit kemerahan dan peningkatan suhu pada area tubuh yang sakit.

NSAID/OAINS sendiri dikelompokkan dalam berbagai jenis berdasarkan senyawa pembentuknya. Ada jenis salisilat, turunan asam propionat, asam enolat, asam antranilat, sulfonanilid, penghambat selektif COX-2 dan turunan asam asetat. Cataflam digolongkan dalam jenis turunan asam asetat.

Sifat asam obat ini harus diwaspadai bagi Anda yang memiliki masalah lambung, seperti peningkatan asam lambung, tukak lambung, dan sebagainya.

3. Nama generik Cataflam

Kalium diklofenak (diclofenac potassium) merupakan nama generik dari Cataflam dan beberapa jenis obat merek lainnya. Kalium diklofenak merupakan bentuk garam kalium dari diklofenak. Selain bentuk garam kalium, diklofenak juga tersedia dalam sediaan natrium diklofenak. Jenis garam kalium memiliki keunggulan cara kerja yang lebih cepat dibanding jenis garam natrium (natrium diklofenak). Itulah mengapa Cataflam dapat diandalkan untuk meredakan nyeri akut yang tak tertahankan.

Cataflam tersedia dalam bentuk sediaan tablet salut gula, bentuk bubuk cepat larut yang dapat dijadikan larutan, serta bentuk larutan untuk obat tetes/drop. Bentuk drop umumnya diresepkan untuk remaja dan anak-anak umur diatas 6 tahun.

Dalam bentuk tablet salut gula, memiliki dua kekuatan dosis, yaitu Cataflam 25 mg dan Cataflam 50 mg per tablet. Sementara dalam bentuk serbuk cepat larut kekuatannya 50 mg per kemasan. Dalam bentuk drop kekuatan Cataflam 15 mg per mililiter.

4. Cara benar mengonsumsi Cataflam

Cataflam merupakan jenis obat keras, bisa dilihat dari simbol lingkaran merah dengan huruf K yang tertera di kemasan obat ini. Oleh karena itu penggunaannya tidak boleh sembarangan melainkan harus berdasarkan resep dokter. Mengonsumsi sembarangan apalagi dengan dosis tinggi berisiko menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Pemberian obat Cataflam umumnya per 6 atau 8 jam sekali tergantung keparahan nyeri dan peradangan yang dialami. Dosis tinggi umumnya diberikan pada pemberian awal di kasus nyeri akut yang tak tertahankan yang selanjutnya diikuti dengan dosis normal.

Di luar dosis yang diresepkan dokter, agar aman mengonsumsi Cataflam silahkan ikuti anjuran berikut:

  • Dalam bentuk tablet salut gula, konsumsi tablet ini dengan menelannya utuh. Jangan mengunyah atau menghancurkannya karena akan menurunkan efektivitas penyerapan obat di pencernaan.
  • Usahakan mengonsumsi obat pada jam yang sama setiap harinya.
  • Konsumsi Cataflam dalam kondisi perut terisi, baik sesaat setelah makan atau bersamaan dengan makanan.

5. Anak-anak sebaiknya tidak menggunakan Cataflam

Pemberian obat Cataflam pada anak-anak umur di bawah 6 tahun tidak dianjurkan karena efektivitas dan kemungkinan efek sampingnya pada anak belum diketahui. Pada anak umur di atas 6 tahun hingga remaja, pemberian obat ini sebaiknya menggunakan dosis kecil dengan waktu penggunaan obat yang singkat, risiko efek samping obat bisa lebih tinggi pada anak-anak.

6. Kenali efek samping Cataflam

Efek samping obat dapat muncul dan berbeda-beda keparahannya pada masing-masing pengguna obat, begitu juga dengan obat Cataflam. Beberapa efek samping yang terkait penggunaan Cataflam diantaranya yaitu:

  • Sakit kepala, pusing dan vertigo.
  • Mual, muntah, diare dan dispepsia.
  • Anoreksia, nyeri lambung, kembung.
  • Peningkatan enzim transaminase.
  • Ruam kulit.

Beberapa efek samping berat namun sangat jarang terjadi juga harus diwaspadai, seperti:

7. Waspada interaksi Cataflam dengan obat lain

Untuk Anda yang sedang dalam masa perawatan menggunakan obat-obatan atau herbal tertentu sebaiknya konslutasikan dengan dokter sebelum mengkombinasikannya dengan obat Cataflam. Beberapa obat yang diketahui dapat berinteraksi dengan Cataflam diantaranya yaitu:

  • Lithium (anti depresan)
  • Digoxin (obat jantung)
  • Diuretik (pil kencing) dan antihipertensi
  • Siklosporin (penekan sistem imun)
  • Tacrolimus (penekan sistem imun)
  • Phenytoin (obat kejang)
  • Warfarin (pengencer darah)
  • Antibiotik jenis kuinolon

8. Hati-hati bagi mereka yang memiliki alergi

Sebelum mengonsumsi obat ini pastikan Anda tidak memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap obat-obatan jenis AINS seperti aspirin atau ibuprofen. Jika dalam penggunaan obat ini muncul reaksi alergi seperti ruam kulit, bengkak di wajah dan kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan obat ini dan konsultasikan dengan dokter Anda.

9. Alkohol dan Cataflam

Untuk orang yang rutin mengonsumsi alkohol risiko efek samping Cataflam berupa pendarahan saluran cerna akan meningkat dan mungkin membahayakan. Oleh karena itu hindari mengonsumsi alkohol selama diterapi menggunakan obat ini.

Efek berbahaya dari mengonsumsi alkohol dan Cataflam bersamaan mungkin tidak serta merta terlihat. Namun untuk penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko keracunan hati dan muncul gangguan fungs ginjal.

10. Hindari Cataflam saat hamil dan menyusui

Konsumsi obat-obatan selama kehamilan harus hati-hati karena efek samping obat tertentu mungkin berdampak langsung pada janin. Cataflam juga termasuk obat yang tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan dan menyusui.

Pengujian bahan aktif obat ini pada hewan percobaan memperlihatkan adanya efek berbahaya pada janin. Oleh karena itu, jika sangat memerlukan obat Cataflam sewaktu hamil sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter Anda dan mintalah alternatif obat lain yang lebih aman untuk ibu hamil.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit