Kesehatan Fisik

Waspadai Penurunan Hormon Estrogen Pada Wanita

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
Waspadai Penurunan Hormon Estrogen Pada Wanita

Estrogen merupakan salah satu hormon penting bagi wanita, bahkan disebut juga sebagai hormon seks wanita. Hormon ini berfungsi untuk menjaga fungsi reproduksi wanita agar tetap berjalan optimal. Kadar hormon estrogen dalam tubuh harus tetap seimbang dan jangan sampai mengalami penurunan. Memangnya, apa dampak penurunan hormon estrogen dalam tubuh? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu hormon estrogen?

Hormon estrogen merupakan hormon yang diproduksi oleh ovarium, maka dari itu banyak ditemukan pada wanita. Hormon ini dikenal juga sebagai hormon seks wanita.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Hormon estrogen dalam tubuh memengaruhi bentuk fisik wanita, mulai dari ukuran payudara, bokong, hingga ukuran tubuh yang lebih berisi dibandingkan laki-laki. Selain itu, hormon estrogen juga membuat kulit wanita cenderung lebih halus.

Berbagai fungsi hormon estrogen dalam tubuh meliputi:

  • Membantu perkembangan seksual pada masa pubertas
  • Mengatur ketebalan dinding rahim selama menstruasi dan kehamilan
  • Mendorong pertumbuhan payudara
  • Mengatur metabolisme tulang dan kolesterol
  • Mengatur asupan makanan
  • Mengendalikan berat badan
  • Mengatur metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin

Kadar estrogen pada wanita mencapai masa puncaknya pada masa subur, terlebih pada saat hamil. Menjelang menopause, kadar hormon estrogen terus mengalami penurunan karena ovarium sudah tidak berfungsi dengan baik.

Namun, ada beberapa hal yang juga dapat menyebabkan penurunan hormon estrogen. Umumnya terjadi karena adanya gangguan pada ovarium.

Ada juga penyebab penurunan hormon estrogen lainnya, seperti gangguan ovarium, riwayat masalah hormonal, diet ekstrim, olahraga berlebihan, gangguan kelenjar pituitary, sindrom Turner, dan gagal ginjal kronis.

Baca Selengkapnya: Mari Mengenal Lebih Dekat Tentang Apa Itu Estrogen

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Tanda dan gejala penurunan hormon estrogen

Kadar hormon estrogen dalam tubuh memang bersifat fluktuatif, kadang naik dan kadang turun. Namun, jika kadar estrogen terus-menerus turun, maka hal ini perlu diwaspadai akan menyebabkan berbagai macam gangguan. 

Estrogen bertanggung jawab atas siklus haid dan mengatur gairah seksual. Maka, kekurangan estrogen akan sangat berpengaruh terhadap aktivitas seksual, seperti menopause lebih awal, gairah seks menurun, hingga siklus menstruasi tidak teratur.

Rakit saat berhubungan seksual adalah salah satu gejala penurunan hormon estrogen dalam tubuh. Hal ini karena elastisitas vagina dan ketebalan dinding rahim bergantung pada estrogen. Vagina yang kering juga bisa meningkatkan risiko infeksi vagina.

Selain itu, gejala penurunan estrogen juga dapat terlihat secara fisik, antara lain:

Selain memengaruhi kondisi fisik, penurunan hormon estrogen juga sangat berpengaruh terhadap mood seseorang. Kadar estrogen yang melimpah dalam tubuh akan memicu perasaan senang dan bahagia. Sebaliknya bila kadar estrogen menurun, seseorang cenderung lebih murung, mudah stres, hingga mengalami depresi.

Cara mengatasi penurunan hormon estrogen pada wanita

Masalah penurunan estrogen umumnya dapat diatasi dengan pemberian hormon estrogen buatan. Hal ini dapat dilakukan untuk wanita usia 25-50 tahun. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Pemberian obat tersebut dilakukan untuk membantu menurunkan risiko osteoporosis, penyakit kardiovaskular, dan gangguan lainnya. Perlu diingat bahwa terapi ini hanya dilakukan atas anjuran dari dokter.

Terapi jangka panjang dapat dilakukan untuk wanita yang mendekati menopause atau hendak menjalani operasi pengangkatan rahim. Selain kedua masalah tersebut, pemberian hormon estrogen buatan hanya dilakukan dalam jangka pendek.

Bila Anda mengalami gejala penurunan hormon estrogen, baiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga: Kupas Tuntas Jenis dan Fungsi Hormon Reproduksi Manusia

19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Perimenopause: Rocky road to menopause. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/womens-health/perimenopause-rocky-road-to-menopause)
Hormones as You Age. Rush University Medical Center. (https://www.rush.edu/health-wellness/discover-health/hormones-you-age)
Estrogen's Effects on the Female Body - Health Encyclopedia. University of Rochester Medical Center. (https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=85&ContentID=P00559)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app