Waspada Turun Berok, Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Turun berok biasa ditandai dengan benjolan, selain benjolan, turun berok juga bisa diketahui dari adanya tanda-tanda berikut ini:
Dipublish tanggal: Agu 8, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Waspada Turun Berok, Bisa Terjadi Pada Siapa Saja

Turun berok adalah penyakit yang disebut hernia. Turun berok atau hernia sendiri terjadi jika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui celah otot atau jaringan penyangga dalam tubuh. 

Ketika mengalami turun berok, hal tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit. Tak peduli bayi atau orang dewasa, semua beresiko terkena turun berok. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Biasanya, turun berok terjadi pada perut, pusar, paha atas dan selangkangan.

Karena turun berok adalah penyakit hernia yang bisa menyerang baik bayi, anak-anak, remaja dan orang dewasa, maka anda perlu waspada dan mengetahui tanda-tanda, gejala dan bagaimana cara mengatasi turun berok.

Tanda turun berok

Turun berok biasa ditandai dengan benjolan, selain benjolan, turun berok juga bisa diketahui dari adanya tanda-tanda berikut ini:

  • Benjolan pada bagian tubuh tertentu. Benjolan ini kadang bisa didorong masuk kembali dan bisa anda rasakan ketika sedang berdiri, tertawa, membungkuk, mengejan dan batuk. Walau ada yang bisa didorong masuk kembali, namun banyak juga benjolan yang bertahan dan tidak kembali ketika didorong.
  • Benjolan hernia atau turun berok yang terasa sakit. Rasa sakit ini muncul baik saat melakukan aktivitas atau sedang tidak melakukan aktivitas sama sekali. Jika terjadi pada bayi, maka benjolannya akan terlihat saat ia menangis.
  • Lemah otot pada bagian tubuh yang menyangga organ dalam. 

Faktor resiko turun berok

Berikut adalah faktor resiko dari turun berok:

  • Terlalu sering mengangkat beban yang berat
  • Mengejan terlalu sering karena sembelit atau susah kencing
  • Batuk parah
  • Asites atau penumpukan cairan pada rongga perut
  • Pernah cedera dan pernah menjalani pembedahan di area turun berok
  • Berat badan naik drastis
  • Faktor genetik

Diagnosa turun berok

Untuk mendeteksi turun berok perlu dilakukan tindakan yang dilakukan oleh dokter seperti:

  • Pemeriksaan fisik oleh dokter untuk menemukan benjolan turun berok
  • Pemeriksaan foto Rontgen dan CT scan
  • Pemeriksaan dengan prosedur endoskopi untuk memastikan jenis turun berok
  • Pemeriksaan USG jika turun berok menyerang bayi dan anak-anak

Penanganan turun berok

Penanganan turun berok tergantung pada besar benjolan dan keparahannya, namun seberapa parah turun berok yang dialami, penanganannya adalah harus dengan operasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Berikut adalah beberapa penanganan yang bisa meringankan gejala turun berok:

  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan refluks asam lambung seperti makanan pedas
  • Jika berat badan berlebihan, maka lakukan diet untuk menurunkan berat badan
  • Tidak merokok
  • Olahraga dengan konsultasi dokter untuk memperkuat otot di sekitar turun berok karena jika anda mengalami turun berok dan berolah raga tanpa konsultasi dokter, dikhawatirkan akan memperparah turun berok
  • Jika kondisi tak kunjung membaik, maka hal tersebut mengakibatkan rasa nyeri dan membesarnya benjolan. Jika sudah seperti itu, dokter akan melakukan operasi hernia terutama ketika terjadi hernia stangulata.

Apa itu hernia stangulata? Hernia stangulata adalah kondisi turun berok yang fatal karena memicu kerusakan jaringan organ dia area hernia. 

Munculnya hernia jenis ini adalah karena aliran darah terhambat pada jaringan organ dan terjepit di celah hernia.

Berikut adalah gejala turun berok yang berbahaya atau hernia stangulata:

Jika anda merasakan benjolan pada bagian tubuh tertentu dan gejala di atas, anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter agar kondisi tidak semakin parah dan membahayakan anda. 

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Townsend CM Jr, et al. Hernias. In: Sabiston Textbook of Surgery: The Biological Basis of Modern Surgical Practice. 20th ed. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2017. https://www.clinicalkey.com.
Inguinal hernia. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/inguinal-hernia .
Ramsook C, et al. Overview of inguinal hernia in children. https://www.uptodate.com/contents/search.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app