Waspada! Ini Tanda Meningitis pada Bayi

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Waspada! Ini Tanda Meningitis pada Bayi

Sistem kekebalan tubuh yang masih rentan membuat bayi rentan terkena meningitis. Penyakit meningitis yang dibiarkan akan menimbulkan risiko yang lebih berat. 

Risiko paling berat adalah bayi bisa mengalami kematian. Maka dari itu sangat penting untuk mengenali gejala akibat meningitis agar penyakit tersebut dapat segera diatasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Meningitis merupakan salah satu penyakit menular yang bisa berakibat fatal bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. 

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau jamur yang terjadi di meningen. Meningen adalah lapisan yang berperan melindungi otak dan saraf tulang belakang

Meningitis menyebabkan terjadi peradangan pada selaput pelindung di sekitar otak dan saraf tulang belakang. Jenis meningitis yang paling sering terjadi adalah meningitis virus tetapi untuk yang paling berbahaya adalah meningitis bakteri. 

Bakteri akan menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan (batuk, berciuman). Meningitis memang bisa terjadi pada siapa saja, namun biasanya meningitis lebih berisiko menyerang:

  • Bayi, terutama yang berusia di bawah dua bulan. Hal ini karena sistem kekebalan pada usia tersebut belum terbentuk dengan sempurna. Oleh karena itu bakteri dapat masuk dengan mudah ke dalam aliran darah.
  • Anak-anak yang menderita infeksi telinga dan sinusitis berulang
  • Anak-anak yang mengalami cedera kepala berat dan patah tulang tengkorak
  • Anak-anak yang baru saja menjalani operasi otak
  • Bayi dan anak-anak yang terjangkit HIV, riwayat infeksi dalam kandungan serta cacat bawaan lahir.
  • Lansia dan orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya mulai berkurang.

Tanda-tanda Meningitis pada Bayi

Meskipun gejala meningitis awalnya mirip dengan flu dan demam. Namun gejala ini patut diwaspadai karena bisa menimbulkan kejang hingga kaku pada leher. 

Gejala meningitis pada bayi umumnya bervariasi sesuai dengan umur mereka. Berikut adalah tanda-tanda meningitis berdasarkan usianya:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Bayi kurang dari dua bulan

Gejala pada bayi usia di bawah dua bulan biasanya akan mengalami rewel, susah minum ASI, sesak napas, lesu dan demam. 

Bayi usia dua bulan hingga dua tahun

Gejala meningitis pada anak usia dua bulan hingga dua tahun yaitu

  • Demam
  • Kejang
  • Muntah
  • Nafsu makan berkurang
  • Rewel
  • Tampak sangat mengantuk dan sulit dibangunkan
  • Muncul ruam di kulit

Anak di atas dua tahun

Sedangkan gejala meningitis untuk anak di atas dua tahun yaitu

Selain gejala di atas, meningitis dapat dilihat dari munculnya sakit kuning, suhu tubuh rendah, dan bagian lunak di kepala menonjol. 

Pencegahan penyakit ini dapat menggunakan imunisasi mulai dari campak, polio, gondok, cacar air dan influenza

Walaupun vaksin tersbut tidak sepenuhnya menjamin anak-anak terhindar dari meningitis, setidaknya vaksin tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Pastikan juga dia mendapat vaksin Hib saat usianya 2, 3, 4, dan 15 bulan; serta vaksin meningokokus pada usia 2, 4, dan 6 bulan. 

Melakukan gaya hidup sehat juga harus terus dilakukan untuk mencegah penyakit meningitis. Rajinlah dalam melakukan cuci tangan dan menjaga kebersihan diri agar terhindar dari infeksi penyakit ini. 

Jangan lupa untuk makan makanan yang sudah dimasak hingga matang, terutama untuk ibu hamil usahakan jangan makan makanan yang belum matang dengan baik. 

Bila sudah terlanjur mengidap maka penanganannya tergantung dari riwayat penyebab meningitis tersebut. Bila terkena meningitis yang disebabkan oleh virus, dokter biasanya menyarankan untuk diobati gejalanya dan menunggu infeksi untuk sembuh dengan sendirinya. 

Namun berbeda kondisinya jika jenis meningitisnya disebabkan oleh bakteri. Anda dimungkinkan untuk melakukan opname di rumah sakit agar perkembangan kondisi bisa lebih terpantau oleh dokter. 

Mengingat bahayanya penyakit meningitis maka penting bagi Anda untuk mengenali gejala-gejala pada orang yang mengidap meningitis. 

Bagi Anda yang melihat gejala di atas pada anak Anda, segera bawa ke dokter dan mendapat penanganan yang tepat. Hal ini guna mencegah komplikasi penyakit berbahaya lain yang bisa dialami oleh penderita meningitis.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What is flu? - Influenza Symptoms and Treatment. Patient. (https://patient.info/infections/influenza-and-flu-like-illness)
Meningitis in babies: Symptoms and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/321033)
Bacterial Meningitis in the Infant. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4332563/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app