Urticaria pigmentosa - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 616.950 orang

Urticaria pigmentosa adalah kondisi tidak berbahaya dimana kulit  menghasilkan bintik-bintik merah-coklat atau benjolan.

Urtikaria pigmentosa adalah jenis mastositosis kulit anak yang paling umum.

Sebagian besar kondisi ini muncul sebelum usia dua tahun dan sering menghilang atau meningkat pesat saat pubertas.

Mengenai urtikaria pigmentosa

Urtikaria pigmentosa adalah jenis paling umum dari sekelompok penyakit yang disebut cutaneous mastocytosis.

Mastositosis berarti peningkatan jumlah sel mast. Sel mast adalah sejenis sel darah milik sistem kekebalan tubuh kita yang mengeluarkan histamin jika dipicu oleh suatu kelainan. Sel mast juga terdapat di pembuluh darah atau di jaringan atau organ tubuh apa pun. Urticaria pigmentosa terdiri dari bercak coklat berpigmen, terbuat dari koleksi sel mast yang membengkak ketika digosok yang mirip sekali dengan urtikaria. Dalam sebagian besar kasus, urticaria pigmentosa adalah kondisi yang tidak berbahaya.

Seperi halnya urtikaria pigmentosa, Diagnosis mastositosis kulit dilakukan dengan mengamati lesi makulopapular hiperpigmentasi khas urtikaria pigmentosa dan dilakukan biopsi kulit yang menunjukkan infiltrasi sel mast di dermis atas, terutama di lokasi perivaskular. Perlu dicatat bahwa peningkatan ringan dalam jumlah sel mast dapat diamati pada penyakit kulit inflamasi dan neoplastik, dan sehingga adanya peningkatan sel mast maka dokter tidak dapat  menetapkan diagnosis mastositosis kulit dengan biopsi kulit atau biopsi lesi yang tidak memiliki tampilan khas urticaria pigmentosa

Lebih dari 75% kasus urticaria pigmentosa terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah 10 tahun, tetapi juga dapat menyerang anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa tanpa mempengaruhi jenis kelamin dan warna kulit.

Apa yang menyebabkan urtikaria pigmentosa?

Hingga saat ini urtikaria pigmentosa belum diketahui secara pasti penyebabnya. Mungkin ada pengaruh genetik dalam beberapa kasus seperti Anak yang mewarisi gen abnormal dari salah satu orang tuanya, atau ada mutasi gen antar individu. Namun ini hanya sekitar 50 kasus yang terdata yang mengarah ke urtikaria pigmentosa.

Tidak ada pemicu gatal pada urtikaria pigmentosa, hanya ada peningkatan sel mast yang merespon kulit, sehingga tidak ada respon imun yang melepaskan histamin atau adanya kuman atau bakteri yang mengaktifkan respon imun.

Hal-hal yang dapat memicu pelepasan histamin dan gejala kulit termasuk:

  • Menggosok kulit
  • Infeksi
  • Olahraga
  • Minum cairan panas, makan makanan pedas
  • Sinar matahari, paparan dingin
  • Obat-obatan, seperti aspirin atau NSAID lainnya, kodein, morfin, pewarna x-ray, beberapa obat anestesi, alkohol

Apa saja gejala urtikaria pigmentosa?

Urticaria pigmentosa muncul dengan bentuk bintik-bintik merah atau benjolan dan dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Jumlah tempat bervariasi dari anak ke anak, dari hanya beberapa hingga ratusan.

Bintik-bintik ini biasanya gatal, apabila bintik tersebut digosok dengan kuat, maka akan menimbulkan warna merah dan menjadi bengkak yang menunjukkan adanya aktivasi sel mast pada kulit.

Selain menjadi merah dan gatal, bintik-bintik pada urtiakria pigmentosa terkadang bisa menjadi lepuh dengan adanya isi cairan dan  biasanya tidak meninggalkan bekas luka, tetapi mereka dapat bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Urtikaria pigmentosa kulit sebagian besar muncul pada anak-anak.  Gejala lain yang dapat muncul terkait bintik urtikaria pigmentosa antara lain:

  • Diare
  • Muntah
  • Pembilasan
  • Mengi
  • Reaksi kukit anafilaksis

Bagaimana cara mencegah urtikaria pigmentosa?

Urtikaria pigmentosa suit dicegah terlebih adanya pengaruh genetika.

Namun kondisi ini bisa mencegah agar penyakitnya tidak bertambah parah dengan cara sebagai berikut:

    • Cegah anak mengagruk luka atau suber gatal yang terititasi sendiri guna mencegah penyebaran pada kulit yang sehat.
    • Hindari mandi air panas agar kulit tidak mengering dan membuat gatal menjadi lebih buruk.
    • Hindari pakaian yang gatal danmenyebabkan alergi
    • Jangan membiarkan kuku jari tangan panjang
    • Gunakan sarung tangan untuk mencegah goresan lebih banyak akibat garukan.

    Bagaimana cara mengobati urtikaria pigmentosa?

    Hingga saat ini tidak ada penanganan lebih spesifik selain pemberian obat atau menghindari faktor pemicu urtikaria pigmentosa. Anak yang terkena penyakit ini biasanya membaik saat pubertas.

    KOnsultasikan anak ke dokter apabila menemukan gejala khas urtikaria pigmentosa atau adanya gatal pada daerah kulit sehingga dokter dapat  menghindari menggunakan atau merekomendasikan apa pun yang dapat memicu gejala anak Anda.

    Obat-obatan

      • Antihistamin dapat membantu menghilangkan rasa gatal dan efek samping lain dari aktivasi sel mast, seperti kemerahan dan pembengkakan.
      • Krim kortikosteroid dapat menjadi alternatif mengurangi rasa gatal dan peradangan.
      • Cromolyn sodium membantu mengobati diare, muntah atau keluhan gastrointestinal lainnya.
      • Pada reaksi alergi anafilaktik,sebaiknya dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan gawat darurat.
      • Terapi cahaya (PUVA) digunakan dalam beberapa kasus yang parah.

      Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
      (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

      Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

      Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

      Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


      Lampirkan file (foto atau video)
      Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
      Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
      * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
      Submit