Triocid: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Triocid adalah obat untuk mengatasi gejala-gejala akibat naiknya asam lambung, perut kembung, tukak lambung, tukak usus dua belas jari seperti mual, dan nyeri ulu hati
  • Obat Triocid mengandung Aluminium Hydroxide, Magnesium Hydroxide, dan Simethicone. Sebaiknya dikonsumsi 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan serta sebelum tidur
  • Obat Triocid bekerja mengurangi produksi asam lambung, memberikan efek laksatif dan mengurangi gas di saluran pencernaan
  • Triocid merupakan obat bebas yang dapat dikonsumsi tanpa perlu resep dari dokter. Tersedia dalam bentuk Triocid tablet dan Triocid suspensi
  • Triocid dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit, diare, mual, muntah. Efek samping ini umumnya hanya sementara dan akan segera reda jika penggunaan obat dihentikan
  • Klik untuk mendapatkan Triocid atau obat lambung lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD

Triocid obat apa?

Triocid adalah obat untuk mengatasi gejala-gejala akibat naiknya asam lambung, kembung, tukak lambung, tukak usus dua belas jari seperti mual, nyeri ulu hati, perut terasa penuh dan begah. Obat ini bekerja mengurangi produksi asam lambung, memberikan efek laksatif dan mengurangi gas di saluran pencernaan.

Obat yang diproduksi oleh Zenith Pharmaceutical ini merupakan obat bebas yang dapat dikonsumsi tanpa perlu resep dari dokter. Meskipun begitu, konsumsinya tetap harus sesuai dosis yang dianjurkan. Untuk itu berikut kami berikan ulasan tentang kegunaan Triocid, dosis lazim, efek samping, bolehkan dikonsumsi ibu hamil serta interaksinya dengan obat lain.

Ikhtisar Obat Triocid

Jenis obat Antasida
Kandungan Aluminium Hydroxide, Magnesium Hydroxide, Simethicone
Kegunaan Mengatasi kembung, nyeri ulu hati akibat asam lambung berlebih atau adanya tukak di saluran pencernaan
Kategori Obat Resep
Konsumen Dewasa dan Anak
Kehamilan Kategori B
Sediaan Triocid tablet, Triocid suspensi

Mekanisme Kerja

Cara kerja Triocid dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Aluminium Hydroxide: merupakan garam anorganik yang digunakan sebagai antasida. Senyawa ini bekerja dengan menetralisir asam hidroklorida di lambung. Senyawa ini juga menghambat kerja pepsin dengan meningkatkan keasaman dan juga dengan mengikat pepsin. Efek sitoprotektif dari senyawa obat ini dapat terjadi karena meningkatnya ion bikarbonat dan prostaglandin.
  • Magnesium Hydroxide: senyawa obat ini bersifat antasid dan laksatif di pencernaan. Saat di lambung ia akan menurunkan kadar asam lambung sementara di usus besar senyawa ini bersifat laksatif sehingga dapat menyebabkan diare.
  • Simethicone: merupakan antifoaming agen yang dapat mereduksi jumlah gas di saluran pencernaan. Senyawa ini bekerja dengan mengurangi tegangan permukaan gelembung gas sehingga menyebabkan gas lebih mudah terkumpul. Ketika sudah terkumpul gas akan lebih mudah dikeluarkan dalam bentuk sendawa atau buang angin sehingga mengurangi gejala kembung dan begah di perut.

Manfaat Triocid

Triocid baik yang tablet maupun suspensi digunakan untuk mengatasi berbagai gejala seperti kembung, nyeri ulu hati, perasaan penuh dan begah di lambung akibat meningkatnya asam lambung atau adanya tukak di lambung atau di usus dua belas jari.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini atau jenis antasida lainnya.
  • Orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal, karena obat ini dapat meningkatkan kadar magnesium dalam darah (hipermagnesemia) yang membahayakan penderita gangguan fungsi ginjal

Dosis Triocid

Triocid tersedia dalam bentuk sediaan tablet maupun suspensi dengan kekuatan dosis tiap tablet atau tiap satu sendok takar (5 ml) adalah:

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Ataupun dosis yang tertera pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Triocid tablet untuk mengatasi nyeri lambung

  • Dosis dewasa: 1 - 2 tablet atau sendok takar (5 ml), 3 - 4 kali sehari.
  • Dosis anak-anak: ½ - 1 tablet atau sendok takar, 3 - 4 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan serta sebelum tidur. Cukupi kebutuhan air setelah mengonsumsi obat ini.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini terus menerus melebihi 2 minggu kecuali diresepkan oleh dokter.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 - 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Triocid pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Triocid

Triocid umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

Efek samping ini umumnya hanya sementara dan akan segera reda jika penggunaan obat dihentikan.

Efek Overdosis Triocid

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan Triocid. Namun penggunaan dalam dosis tinggi dalam jangka waktu lama sebaiknya dihindari dan jika muncul efek samping seperti mual dan muntah atau diare dan sembelit parah segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bahan aktif Triocid, diantaranya:

  • Simetidin akan terganggu penyerapannya jika dikonsumsi bersamaan dengan Triocid. Untuk itu berikan jarak 2 jam sebelum menggunakan obat ini.
  • Antibiotik jenis tetrasiklin akan terpengaruh penyerapannya di pencernaan jika dikonsumsi bersamaan dengan Triocid. Oleh karena itu sebaiknya diberi selang 2 jam setelah atau sebelumnya agar tidak bersamaan.

Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada apoteker jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Kandungan magnesium pada obat ini dapat menyebabkan diare, namun dapat diminimalisir efeknya dengan adanya kandungan aluminium.
  • Kandungan aluminium obat ini dapat menyebabkan sembelit. Oleh karena itu tingkatkan asupan air dan serat selama mengonsumsi Triocid.
  • Obat ini tidak boleh diberikan pada anak-anak di bawah umur 6 tahun, kecuali atas resep dari dokter.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita kekurangan fosfat, karena obat ini dapat mengikat fostat di usus dan mengurangi penyerapannya.

Bolehkah Triocid untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Triocid digolongkan dalam kategori B untuk ibu hamil. Hal ini berarti studi bahan obat ini pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Oleh karena itu cukup aman digunakan, namun untuk penggunaan jangka waktu lama sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.
  • Belum diketahui efek samping obat ini terhadap ASI ibu menyusui dan potensi bahayanya untuk bayi. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Artikel terkait:


22 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Pali-Schöll I, et al. (2010). Antacids and dietary supplements with an influence on the gastric pH increase the risk for food sensitization. DOI: (https://doi.org/10.1111/j.1365-2222.2010.03468.x)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app