Tidak Sulit Kok, Ini Dia Cara Mengatasi Kebotakan

Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 31, 2020 Waktu baca: 3 menit
Tidak Sulit Kok, Ini Dia Cara Mengatasi Kebotakan

Salah besar kalau ada yang menganggap bahwa kebotakan hanyalah penyakitnya orang tua saja. Anak muda yang masih berusia 20an pun bisa botak bila kondisi berkurangnya rambut di kepala ini dipicu oleh faktor genetik atau penyakit lainnya. 

Karenanya, untuk tahu bagaimana cara mengatasi kebotakan, kita perlu tahu lebih dulu apa saja penyebabnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Penyebab kebotakan

Kita sering mendengar bahwa masih normal kalau hanya 100 helai rambut saja yang rontok setiap harinya. Oleh sebab itu, jangan langsung panik kalau hanya beberapa saja yang rontok, mengingat masih ada 100.000 helai rambut lainnya di kepala. 

Kebotakan umumnya baru muncul bila rambutnya rontok parah, dan pertumbuhan rambut baru tidak berjalan sebagaimana mestinya, misalnya karena rusaknya folikel rambut. 

Cara mengetahui penyebab pasti kebotakan adalah dengan periksa ke dokter, karena kondisi ini hanya bisa didiagnosis melalui tes darah atau biopsi kulit kepala. 

Tak hanya mampu menilai tingkat keparahan kerontokan dan pola kebotakannya, dokter juga dapat memutuskan mana treatment terbaik untuk mengatasinya.

Selain faktor genetik, berikut adalah kondisi yang bisa menyebabkan kebotakan:

  • Penyakit seperti kekurangan gizi, anemia, gangguan tiroid, infeksi jamur di kepala, alopecia areata (penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut), hingga sifilis
  • Perubahan hormon akibat puber, hamil, melahirkan, menopause, atau tidak lagi memakai alat kontrasepsi
  • Usai menjalani operasi
  • Baru saja mengalami sakit parah
  • Efek samping suplemen atau obat, misalnya kanker, hipertensi, arthritis, depresi, gangguan jantung
  • Efek terapi radiasi atau kemoterapi
  • Stres berat
  • Demam tinggi
  • Turunnya berat badan secara ekstrim
  • Efek pemakaian produk rambut, umumnya yang sarat bahan kimia 
  • Rambut sering ditata dengan gaya yang salah
  • Pola makan rendah protein, zat besi, dan nutrisi penting lainnya
  • Menderita trichotillomania (kecenderungan menarik rambut)

Cara mudah mengatasi kebotakan

Kunci pertama dan terpenting untuk mengatasi kebotakan adalah tidak membiarkan kondisi ini bertambah parah. Jadi, begitu gejala kebotakan mulai muncul, segera lakukan beberapa tips berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Pastikan nutrisi rambut terpenuhi

Agar kuat dan juga subur, rambut perlu nutrisi seperti protein, zat besi, asam lemak omega-3, biotin, serta vitamin B6, B12, dan D. 

Anda bisa memperoleh nutrisi untuk rambut ini dari sumber makanan seperti ikan, daging tanpa lemak, telur, susu, kacang kedelai, buah, sayur, maupun whole grain.

  • Kurangi pemakaian produk dan penataan rambutnya

Jika penyebab kebotakan adalah akibat sering memakai produk berbahan kimia, atau karena rambut sering ditata dengan berbagai gaya, maka hentikan itu. 

Jangan lagi mengikat rambut terlalu ketat, mengeringkannya dengan blow dryer, meluruskannya menggunakan catok, atau merapikannya dengan sisir yang giginya terlalu rapat. 

Anda juga diimbau supaya tidak mencuci rambut setiap hari atau menyisirnya ketika masih basah. Semua ini dapat memperparah kerontokan.

  • Ubah gaya rambut

Tanyakan pada penata rambut soal gaya rambut mana yang cocok, yang sekiranya mampu membuat rambut tampak bervolume sehingga kebotakan bisa tersamarkan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Minoxidil atau finasteride merupakan contoh obat yang efektif mengatasi kebotakan. Mintalah resep dari dokter bila memang membutuhkannya. 

Namun ingat, obat seperti minoxidil bisa memicu efek samping seperti iritasi kulit kepala, dan pertumbuhan rambut di area tak semestinya seperti dahi atau wajah. Sedangkan efek samping finasteride yang jarang terjadi adalah turunnya hasrat hingga kemampuan fungsi seksual. 

Lebih dari itu, finasteride juga dapat memperbesar risiko kanker prostat

Jenis obat lain yang mungkin diresepkan dokter bila alopecia areata merupakan penyebab kebotakannya, adalah kortikosteroid. Obat yang menyerupai hormon ini dinilai mampu mengurangi radang dan menekan sistem kekebalan tubuh. 

Walau begitu, bukan berarti kortikosteroid 100% aman. Berbagai efek samping yang mungkin timbul dari obat ini adalah:

Ada pula hasil penelitian yang menyatakan kortikosteroid meningkatkan resiko seseorang terkena infeksi, osteoporosis, sakit tenggorokan, suara serak, hingga menipis dan mudah lebamnya kulit.

  • Atasi stres

Memang tidak mudah untuk berhenti stres apalagi ketika kepala sudah botak. Tapi ketahuilah bahwa stres mampu meningkatkan radang dalam tubuh. Hal ini tak hanya mengganggu kestabilan hormon, tapi juga dapat memperparah kebotakan.

  • Pakai wig

Untuk kasus kebotakan yang sudah parah, wig terkadang menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan penampilan. 

Tapi bagi yang punya dana lebih, solusi terakhir ini mungkin patut dicoba. Transplantasi dilakukan dengan menanamkan rambut (diambil dari area subur) ke area yang botak. Sesuai dana yang dikeluarkan, hasilnya biasanya lebih alami dibanding wig, dan juga bersifat permanen tentunya. 

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hair Loss - Types of Aloecia & Causes of Thinning Hair. WebMD. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/hair-loss/understanding-hair-loss-basics)
Baldness: How close are we to a cure?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/317788.php)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app