Terconazole: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 20, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Jun 24, 2019 Waktu baca: 3 menit

Bagi setiap wanita menjaga kebersihan daerah intim merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan. Ada banyak hal yang dapat terjadi jika tidak memperhatikan kebersihan daerah intim, seperti munculnya infeksi jamur dan gatal pada daerah vagina. Jika hal tersebut muncul maka akan timbul rasa tidak nyaman pada daerah intim Anda.

Untuk mengatasi masalah jamur pada daerah intim selain menjaga kebersihan pada daerah tersebut juga dapat diberikan obat-obatan untuk mengurangi atau menghalangi pertumbuhan dari jamur. Salah satu obat-obatan yang dapat digunakan dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan obat Terconazole. Pada artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai keguanaan, dosis dan efek samping dari obat tersebut. Selamat membaca.

Mengenai Terconazole

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Krim vagina, suppositoria

Kandungan:

Obat antijamur

Kegunaan Terconazole

Terconazole merupakan obat yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada daerah vagina. Obat Terconazole berfungsi mengurangi rasa terbakar, gatal, dan keputihan pada daerah vagina. 

Obat ini adalah obat anti jamur golongan azol yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan ragi (jamur) yang menyebabkan infeksi.

Dosis dan cara menggunakan Terconazole

Obat Terconazole tersedia dalam berbagai macam sediaan dan dosis yang berbeda. Sebelum menggunakan obat ini bacalah petunjuk dan cara penggunaan obat sesuai yang tertera pada kemasan atau pada resep dokter. Jika Anda masih bingung dengan penggunaan obat tersebut, konsultasikan kembali ke apoteker atau dokter Anda. Berikut penggunaan dosis obat Terconazole yang biasa digunakan:

  • TERAZOL (terconazole) Krim Vagina 0,4%: Satu aplikator penuh (5 g) dari Krim Vaginal TERAZOL (20 mg terconazole) harus diberikan secara intravaginal sekali sehari pada waktu tidur selama tujuh hari berturut-turut.
  • Krim Vagina TERAZOL (terconazole) 0,8%: Satu aplikator penuh (5 g) dari Krim Vaginal TERAZOL (terconazole 40 mg) harus diberikan secara intravaginal sekali sehari pada waktu tidur selama tiga hari berturut-turut.
  • Supazitor Vagina TERAZOL (terconazole) 80: Satu TERAZOL Vaginal Suppository (80 mg diconazole) harus diberikan secara intravaginal sekali sehari pada waktu tidur selama tiga hari berturut-turut.
  • Sampai saat ini keamanan dan keberhasilan penggunaan obat Terconacole pada anak-anak masih belum diketahui.

Simpan dan letakkan obat ini di tempat yang sejuk pada suhu ruangan, serta hindari dari paparan sinar matahari secara langsung dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. 

Efek samping Terconazole

Seiring dengan efek obat yang dituju, setiap obat-obatan dapat menyebabkan beberapa efek yang tidak diinginkan, yang kadang-kadang menjadi efek yang serius. Setiap orang dapat bereaksi secara berbeda terhadap dosis obat yang sama. Sama seperti halnya dalam penggunaan obat Terconazole yang juga memiliki beberapa efek samping, sebagai berikut:

Ingatlah bahwa dokter telah meresepkan obat ini karena ia telah menilai bahwa manfaatnya bagi Anda lebih besar daripada risiko efek samping. Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius. Namun bila salah satu dari efek samping di atas bertahan atau memburuk, segera beri tahu dokter atau apoteker Anda untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Interaksi Obat

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. 

Selalu beritahukan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Perhatian dan peringatan penggunaan Terconazole

  • Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi yang tidak biasa atau riwayat alergi terhadap obat ini atau obat-obatan lain. Juga beri tahu jika Anda memiliki riwayat jenis alergi lain, seperti makanan, pewarna, pengawet, dll.
  • Jangan menambah atau mengurangi dosis penggunaan obat tanpa saran dan anjuran dari dokter.
  • Hentikan pengobatan jika terjadi iritasi dan sesitisasi pada daerah vagina.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda pernah memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh Anda, seperti infeksi virus human immunodeficiency (HIV), dan immunodeficiency syndrome (AIDS), atau diabetes.
  • Diskusikan ke dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda sedang hamil saat menggunakan obat ini, segera hubungi dokter. Terconazole dapat membahayakan janin.
  • Sampai saat ini keamanan penggunaan obat Terconacole pada ibu menyusui masih belum diketahui. Konsultasikan kembali ke dokter mengenai hal tersebut.
  • Lakukan atau ulangi studi mikrobiologis (apusan KOH dan / atau biakan) pada pasien yang tidak bereaksi dengan obat Terconazole untuk menyingkirkan patogen atau penyebab lain.

Jika setelah penggunaan obat Terconazole terdapat perburukan kondisi dari penyakit Anda. Segera konsultasikan kembali ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Semoga bermanfaat.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Terconazole (Into the vagina). Penn State Hershey Medical Center. (http://pennstatehershey.adam.com/content.aspx?productid=45&pid=45&gid=0024)
PayPerView: Terconazole 0.8% Vaginal Cream (5 Days) versus Clotrimazole 1% (6 Days): Efficacy and Tolerability in an Open Study. Karger Publishers. (https://www.karger.com/Article/Pdf/269986)
Terazol, Terazol 3 (terconazole vaginal) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. Medscape. (https://reference.medscape.com/drug/terazol-3-terconazole-vaginal-342596)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app