Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kesehatan Fisik

9 Tanda Penyakit dari Kaki yang Perlu Anda Waspadai

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.503.101 orang

9 Tanda Penyakit dari Kaki yang Perlu Anda Waspadai

Saat terserang penyakit, tubuh biasanya menunjukkan gejala-gejala yang timbul secara fisik. Biasanya, hal ini ditandai dengan muka pucat, suhu tubuh meningkat, tekanan darah tidak stabil, badan lemas, dan gejala lainnya sesuai penyakitnya masing-masing.

Selain itu, kondisi kaki Anda ternyata juga bisa menjadi sinyal adanya penyakit dalam tubuh, tapi sayangnya sering kali diabaikan. Lantas, bagaimana cara mendeteksi penyakit dari kaki? Berikut selengkapnya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cara mendeteksi penyakit dari kaki

Dibandingkan bagian tubuh lainnya, kaki ternyata jadi bagian pertama yang terpengaruh jika ada masalah saraf karena letaknya jauh dari jantung dan tulang belakang. Jantung mengirimkan darah ke otak dan organ-organ internal terlebih dahulu sebelum ke daerah esktremitas (tangan dan kaki), sehingga kaki jauh lebih peka ketika ada penyakit.

Penyakit dalam tubuh dapat dideteksi dari kondisi kulit, kuku, atau sensasi yang dirasakan dari kaki. Coba perhatikan kaki Anda, apakah terdapat tanda-tanda berikut ini?

1. Tumit kering dan pecah-pecah: masalah tiroid

Sudah mengoleskan pelembap tapi tumit masih saja kering dan pecah-pecah? Bisa jadi Anda mengalami gangguan tiroid.

Tiroid adalah kelenjar yang berperan penting untuk mengendalikan laju metabolisme, tekanan darah, dan pertumbuhan jaringan. Ketika kelenjar tersebut bermasalah, maka pertumbuhan jaringan di kulit jadi tidak maksimal. Akibatnya, kulit di kaki jadi mengering dan pecah-pecah.

2. Kaki terasa dingin: tanda gangguan sirkulasi darah atau penyakit tiroid

Suhu dingin memang bisa membuat suhu tubuh menurun dan menyebabkan beberapa bagian tubuh Anda terasa dingin, termasuk kaki. Namun, jika kaki terus-terusan terasa dingin tanpa sebab, bisa jadi Anda mengalami gangguan sirkulasi darah atau penyakit tiroid.

Kaki dingin lebih umum terjadi pada wanita daripada pria, karena wanita memiliki suhu tubuh inti yang lebih rendah. Ketika sirkulasi darah terganggu, maka aliran darah ke seluruh organ tubuh tentu jadi tidak maksimal. Termasuk juga pada tiroid.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Tiroid adalah kelenjar yang mengatur suhu dan metabolisme tubuh. Jika aliran darah menuju tiroid terganggu, maka suhu dan metabolisme tubuh jadi berantakan sehingga suhu tubuh bisa jadi menurun. Jika kaki Anda selalu terasa dingin, segera periksakan diri ke dokter terdekat guna memastikan penyebab penyakit dari kaki Anda.

3. Kaki kram: kekurangan zat gizi tertentu

Setelah menjalani aktivitas harian yang padat, kaki biasanya terasa pegal hingga kram. Namun, kondisi kaki ini juga bisa jadi pertanda Anda mengalami kekurangan zat gizi tertentu.

Selain karena kelelahan, kaki kram juga dapat disebabkan oleh kurangnya asupan kalsium, kalium, atau magnesium. Anda dapat mengatasinya dengan makan pisang, ikan, kacang-kacangan, bayam, brokoli, dan berbagai sayuran hijau lainnya.

Jangan lupa seimbangkan juga dengan memperbanyak minum air putih setiap hari. Tidak hanya membantu mencegah dehidrasi, cara ini juga bisa membantu merilekskan otot-otot kaki agar terhindar dari kram kaki.

4. Kaki bengkak: gejala hipertensi

Penyakit hipertensi tidak hanya ditandai dengan kadar tekanan darah yang melebihi batas normal, tapi juga pembengkakan pada kaki. Tanda penyakit dari kaki ini juga bisa mengindikasikan penyakit serius lainnya seperti gagal jantung kongestif, gagal ginjal, atau gagal hati.

Untuk mendeteksi penyakit dari kaki, Anda bisa memperhatikan kaki Anda secara langsung. Jika kaki terlihat bengkak tanpa sebab, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter terdekat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Baca Selengkapnya: Tips Mudah Mengatasi Kaki Bengkak Secara Alami

5. Kaki terasa sakit dan kaku saat bangun tidur: gejala rematik

Ketika Anda terbangun dengan perasaan nyeri dan kaku pada kaki di pagi hari, kemungkinan Anda mengalami rematik. Penyakit sendi ini memang paling sering menyerang persendian di bagian tangan dan kaki terlebih dahulu. Rasa nyerinya bahkan bisa semakin parah ketika Anda menjejakkan kaki dan mengambil beberapa langkah dari tempat tidur.

Nyeri sendi di pagi hari dapat disebabkan oleh plantar fasciitis, suatu kondisi yang disebabkan oleh peradangan pada jaringan penghubung tumit dan jari-jari kaki. Saat Anda menjejakkan kaki dan melangkah, jaringan tersebut akan meregang dan terasa sakit.

Untuk mengatasi penyakit dari kaki yang satu ini, jangan buru-buru berdiri atau berjalan setelah bangun tidur. Lakukan peregangan (stretching) singkat pada kaki supaya otot-otot kaki lebih rileks dan sendinya tidak sakit.

6. Luka yang tak kunjung sembuh: gejala diabetes

Entah karena pakai sepatu kekecilan atau terbentur benda keras, kaki Anda bisa saja mengalami luka lecet yang terasa perih. Bagi kebanyakan orang, kondisi ini sering kali dianggap sepele dan bisa sembuh sendiri.

Namun lain ceritanya jika luka di kaki tak kunjung sembuh, Anda perlu waspada. Luka yang tak kunjung sembuh merupakan salah satu gejala diabetes

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak saraf dan mengganggu sirkulasi tubuh, sehingga darah tidak dapat mencapai kaki. Ketika darah tidak sampai ke daerah kaki, maka kulit yang luka tidak dapat membentuk sel-sel kulit yang baru. Akibatnya, luka tak kunjung sembuh dan bahkan bisa semakin parah.

Selain luka yang susah sembuh, kesemutan atau mati rasa pada kaki juga bisa menjadi gejala diabetes. Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera cek kadar gula darah Anda. Bisa dengan alat tes gula darah milik pribadi atau periksa ke dokter terdekat.

Oleh karena itu, cobalah lebih peka saat Anda melihat luka pada kaki agar bisa mendeteksi penyakit dari kaki sedini mungkin.

7. Rambut di jari kaki rontok atau botak: gejala penyakit arteri perifer

Tidak hanya di kepala dan tangan, kaki Anda biasanya juga dipenuhi oleh rambut halus. Akan tetapi, jika rambut halus tersebut tiba-tiba rontok atau bahkan tidak tumbuh rambut satupun, maka hal ini menandakan sirkulasi darah yang buruk akibat penyakit arteri perifer.

Ketika plak menumpuk di pembuluh arteri kaki, aliran darah jadi terbatas sehingga rambut-rambut di kaki mengalami kerontokan. Tak hanya itu, kurangnya oksigen ke bagian kaki juga menyebabkan kulit menipis dan jari kaki tampak keungungan seperti memar.

Untuk memastikan penyebab penyakit dari kaki yang satu ini, dokter akan memeriksa tekanan darah di bagian kaki. Jika benar disebabkan oleh penyakit arteri perifer, dokter akan segera mengambil tindakan untuk mencegah risiko serangan jantung hingga stroke.

8. Kuku jari berlubang: gejala psoriasis

Psoriasis adalah penyakit yang paling mudah dideteksi dari adanya eksim pada kulit. Namun jangan salah, psoriasis juga dapat dilihat dari kondisi kaki Anda.

Jika Anda menemukan lubang kecil, lekukan, atau tonjolan pada kuku kaki, maka Anda kemungkinan mengalami psoriasis kuku. Gejala psoriasis kuku juga dapat ditandai dengan adanya bercak putih dan garis horizontal pada kuku.

Penyakit dari kuku ini bisa diketahui saat Anda memotong kuku. Setelah dipastikan Anda mengalami psoriasis kuku, dokter dapat meresepkan krim topikal atau menyuntikkan steroid di bawah kuku untuk mengobatinya.

9. Jari kaki mengarah ke atas: tanda kanker paru, penyakit jantung, atau penyakit Crohn

Bentuk jari kaki setiap orang memang berbeda-beda. Namun, jika jari kaki Anda tampak mengarah ke atas dan tidak normal, ini bisa jadi tanda kanker paru, infeksi paru-paru kronis, penyakit jantung, atau penyakit Crohn.

Ketika mengidap kanker paru atau penyakit jantung, aliran darah menuju arteri kecil di kuku dan ujung jari akan meningkat. Akibatnya, jaringan di jari kaki membengkak dan membuatnya mengarah ke atas. Jari kaki Anda pun tamoak melebar dan membesar.

Itulah kenapa penting bagi Anda untuk memperhatikan kondisi kaki Anda secara rutin. Semakin cepat penyakit dari kaki terdeteksi, maka semakin cepat pula pengobatan dilakukan. Tingkat kesembuhannya pun tentu akan semakin besar.

Baca Selengkapnya: Cara Merawat Kaki

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit