Stres Saat Masa Kehamilan

Dipublish tanggal: Feb 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Stres Saat Masa Kehamilan

Kehamilan menjadi sebuah berita baik bagi keluarga baru. Kedatangan buah hati menjadi harapan bagi semua suami dan istri untuk membentuk sebuah daftar keluarga baru dalam kehidupan mereka. 

Dalam masa tersebut, seorang ibu akan menuju masa kehamilan selama 9 bulan. Masa tersebut sangatlah berbeda dan hanya dirasakan oleh wanita yang sedang mengandung. Tetapi banyak sekali halangan yang memang tidak dianjurkan khususnya pada ibu hamil. 

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Kondisi tersebut terkait oleh hubungan kesehatan kandungan ibu dan bayi juga adanya kebiasaan yang tidak boleh lagi dilakukan pada masa kehamilan. 

Beberapa ibu dapat mengalami stres karena perubahan tersebut. Apa sebenarnya penyebab dari stres pada masa kehamilan dan bagaimana solusi untuk kondisi ini?

Apa yang menyebabkan stres di masa kehamilan

Stres pada kehamilan merupakan hal normal. Bentuk tubuh yang berbeda karena selama 9 bulan bayi terus ada di dalam perut ibu sebelum akhirnya dilahirkan. 

Kondisi kesehatan juga mempengaruhi timbulnya stres pada masa kehamilan. Secara internal beberapa kondisi stres tersebut akibat dari peningkatan hormon stres (kortisol) yang memicu meningkatnya tekanan darah yang justru dapat mengganggu perkembangan organ vital pada bayi.

Studi telah meneliti bahwa kondisi stres pada ibu hamil dapat menganggu perkembangan otak bayi dalam janin. Masalah ini dapat menyebabkan penurunan IQ anak, gangguan imunitas tubuh dan kebiasaan buruk yang muncul secara internal pada masa pertumbuhan anak saat beranjak dewasa. 

Kondisi lain yang disebabkan oleh stres pada masa kehamilan adalah berat badan bayi yang dibawah rata.  Kasus lain yang menyebabkan stres pada masa kehamilan seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29
  • Mengkhawatirkan adanya kegagalan pada janin
  • Keterbatasan hidup akibat kesibukan mengurus kehamilan
  • Sulit membagi waktu dengan pekerjaan sehari-hari.

Apa resiko yang ditimbulkan akibat stres di masa kehamilan

Bahaya yang terjadi pada beberapa wanita yang stres akibat masa kehamilan terkadang adalah mereka membawa dirinya ke kebiasaan buruk yang malah membahayakan janin pada kandungan seperti merokok dan minum minuman beralkohol. 

Gangguan stres ini dapat memicu infeksi pada rahim yang mengakibatkan kelahiran prematur atau bayi tidak normal.

Stres pada ibu hamil tentu dapat menimbulkan gejala yang memang disebabkan adanya faktor internal yang mempengaruhi pikiran dan kesehatan ibu. Gejala tersebut antara lain mual, muntah, sulit tidur, cepat lelah, tekanan darah meningkat, sensitif, mudah marah, dan sering merenung. 

Kekacauan psikis ini dapat berbahaya karena metabolisme psikologis antara ibu dan janin pada kandungan dapat terganggu.

Resiko juga dapat terjadi setelah masa kehamilan. Pada ilmu psikiatri, mereka mengenal kondisi bernama baby blues syndrome. Pada kondisi ini ibu akan terlihat menangis terus-menerus tanpa sebab dan ini berlangsung 2 minggu.  

Terdapat juga postpartum depression yang terjadi pada 1 dari 10 ibu yang baru melahirkan. Gejala yang timbul antara lain sedih, emosional, sensitif, cemas, dan tidak mau merawat bayi. Kondisi lain yang paling berbahaya yaitu postpartum psikosis

Penyakit ini jarang terjadi. Gejala ini ditimbulkan akibat halusinasi dan paranoid akan kedatangan bayi baru. Gejala ini dapat menetap selama berbulan-bulan. Ibu yang tidak dijaga kondisinya dapat saja membunuh bayi karena ini merupakan ganguan psikologis yang butuh penanganan lebih ketat.

Bagaimana cara menghindari stres di masa kehamilan.

Ingatlah bahwa masa kehamilan adalah masa-masa yang paling berarti dalam keluarga. Kedatangan buah hati dalam dunia menjadi titik kebahagian keluarga baik jasmani ataupun rohani. Kondisi stres yang mulai muncul tentu dapat diturunkan dengan berbagai cara sehat antara lain:

  1. Istirahat yang cukup
    Aktivitas yang berlebih pada masa kehamilan sangat tidak baik untuk ibu dan bayi. Istirahat yag cukup dapat memperbaiki hormon stres anda dan memberikan ketenangan diri. Jika anda merasa lelah, itulah saat anda beristirahat. Jangan memaksakan pekerjaan yang malah dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi.
  2. Konsumsi makanan yang sesuai
    Aktivitas yang berlebih pada masa kehamilan sangat tidak baik untuk ibu dan bayi. Istirahat yag cukup dapat memperbaiki hormon stres anda dan memberikan ketenangan diri. Jika anda merasa lelah, itulah saat anda beristirahat. Jangan memaksakan pekerjaan yang malah dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi.
  3. Olahraga
    Banyak metode olahraga yang cocok untuk ibu hamil. Beberapa kursus senam atau rumah sakit juga membuka kelas untuk senam ibu hamil. Dengan ini anda dapat mendapat rekan baru dan dapat saling bertukar informasi mengenai kehamilan.
  4. Persiapkan diri untuk melahirkan
    Perencanaan melahirkan sangat penting diketahui bagi ibu. Dokter kandungan selalu memberikan arahan dalam proses melahirkan setelah 9 bulan dalam kandungan. Support dari anggota keluarga juga memberikan ketenangan pada waktu menuju melahirkan.

10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wainstock T, et al. (2013). The association between prenatal maternal objective stress, perceived stress, preterm birth and low birthweight. DOI: (https://doi.org/10.3109/14767058.2013.766696)
Ventura T, et al. (2012). Cortisol and anxiety response to a relaxing intervention on pregnant women awaiting amniocentesis. DOI: (https://doi.org/10.1016/j.psyneuen.2011.05.016)
Qu F, et al. (2017). The association between psychological stress and miscarriage: A systemic review and meta-analysis. (https://www.nature.com/articles/s41598-017-01792-3)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app