Depresi Pasca Melahirkan - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 968.315 orang

Untuk ibu muda yang baru melahirkan anak pertamanya, Lahirnya sang bayi ke dalam keluarga dapat menjadi tantangan tersendiri, baik secara fisik maupun emosional. Orang tua baru terkadang akan mengalami perubahan suasana hati, merasa gembira satu menit dan merasa sedih pada menit berikutnya.

Perasaan ini kadang-kadang dikenal sebagai "baby blues," dan akan hilang dalam waktu yang cepat setelah masa persalinan telah lewat. Namun, beberapa orang tua mungkin mengalami depresi yang lebih dalam dan berkelanjutan yang berlangsung lebih lama. yang disebut depresi pasca melahirkan.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Apa itu Depresi Pasca Melahirkan?

Depresi Pasca Melahirkan adalah gangguan mood yang dapat mempengaruhi wanita setelah melahirkan. Ibu-ibu dengan depresi pasca melahirkan mengalami perasaan sedih, cemas dan kelelahan yang ekstrim yang mungkin akan menghambat aktivitas mereka dalam menjalankan kegiatan sehari-hari bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.

Tanda-tanda dari depresi pasca melahirkan termasuk perasaan sedih, tidak berharga, putus asa, bersalah, atau merasa cemas setiap saat. Sebagian orang merasa jengkel atau marah.

Sebagian orang kehilangan minat pada hal-hal yang biasa mereka sukai dan terkadang dapat menarik diri dari orang lain. Depresi dapat membuat sulitgt;untuk fokus pada tugas dan mengingat informasi, sulit untuk berkonsentrasi, kesulitan untuk belajar hal-hal baru, dan kesulitan untuk membuat keputusan.

Depresi dapat mengubah pola makan dan pola tidur seseorang, dan banyak orang mengalami masalah kesehatan fisik.

Seorang ibu atau ayah dengan depresi pasca melahirkan mungkin tidak akan merasa tertarik dengan kehadiran sang bayi dan sering berpikir bahwa mereka adalah orangtua yang buruk. Mereka mungkin juga merasa takut jika mereka akan menyakiti diri sendiri atau bayi mereka.

Meskipun jarang ada orang tua yang benar-benar melakukan hal yang berbahaya berdasarkan pemikiran seperti ini, jika hal ini terjadi, hal ini merupakan situasi serius dan memerlukan perawatan medis segera. Jika Anda yakin orang yang dicintai berada dalam bahaya, jangan ragu untuk menghubungi petugas keamanan setempat. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Apa yang menyebabkan Depresi Pasca Melahirkan?

Depresi Pasca Melahirkan tidak hanya disebabkan oleh satu faktor, tetapi kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor fisik dan faktor emosional.

Depresi Pasca Melahirkan tidak terjadi karena sesuatu yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh ibu.

Setelah melahirkan, kadar hormon (Estrogen dan Progesteron) dalam tubuh wanita cepat menurun. Hal ini menyebabkan perubahan kimia di otaknya yang dapat memicu perubahan suasana hati.

Selain itu, banyak ibu yang tidak bisa mendapatkan istirahat yang mereka butuhkan untuk sepenuhnya untuk dapat pulih dari melahirkan. Kurang tidur yang terus menerus dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan kelelahan, yang dapat berkontribusi pada gejala depresi pasca melahirkan.    

Apa perbedaan dari depresi pasca melahirkan dengan sindrom “baby blues”?

The "baby blues" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan khawatir, ketidak bahagiaan, dan kelelahan yang dialami banyak wanita setelah melahirkan. Bayi membutuhkan banyak perawatan, jadi wajar bagi ibu untuk khawatir, atau lelah dalam menjalankan perawatan-perawatan tersebut. Baby blues, yang mempengaruhi hingga 80% ibu.

Jika dinilai dari tingkatan depresinya Sindrom “baby blues” lebih ringan jika dibandingkan dengan depresi pasca melahirkan,dan Sindrom “baby blues” biasanya hanya bertahan satu atau dua minggu, dan akan hilang dengan sendirinya.

Pada Depresi Pasca Melahirkan, perasaan sedih dan cemas bisa menjadi ekstrim dan mungkin mengganggu kemampuan seorang wanita untuk merawat dirinya sendiri atau keluarganya.

Berdasarkan tingkat keparahannya, Depresi Pascapartum biasanya membutuhkan perawatan. Kondisi, yang terjadi pada hampir 15% kelahiran, dapat dimulai sesaat sebelum atau kapan pun setelah melahirkan, tetapi biasanya dimulai antara satu minggu dan satu bulan setelah melahirkan.  

Apa yang bisa anda lakukan untuk menangani Depresi Pasca Melahirkan?

Depresi Pasca Melahirkan bisa menjadi pengalaman yang sangat sulit. Menjadi orang tua baru adalah tantangan yang sulit apalagi bila ditambah dengan gejala depresi. Penting untuk diingat bahwa tidak ada yang namanya kehamilan sempurna, kelahiran sempurna, bayi sempurna, atau orang tua yang sempurna.

Anda melakukan yang terbaik yang Anda bisa. Dan dengan perhatian dan dukungan, Anda dapat memulihkan dan menikmati waktu bersama keluarga Anda.

Seperti gangguan depresi secara umum, penanganan Depresi Pasca Melahirkan dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan obat-obatan seperti melakukan sesi konseling dengan psikiater, bermeditasi atau hal apapun yang dapat membuat Anda merasa lebih rileks.

Selain itu jika penanganan tanpa obat-obatan tidak berhasil, Anda dapat menggunakan obat-obatan antidepresant. Untuk penggunaan obat-obatan, mengingat bahwa Anda baru saja melahirkan dan sedang menyusui, dianjurkan untuk pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang aman bagi Anda dan bayi Anda.


Referensi

American Pregnancy Association (2015). Baby Blues.

American Psychological Association APA. Postpartum Depression. What is postpartum depression & anxiety?

Baby Center (2013). The Baby Blues.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit