​Sakit Pinggang: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Mar 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.118.706 orang

Hampir sebagian besar orang, atau bahkan juga Anda, pasti pernah mengalami sakit pinggang. Rasanya tentu saja tidak nyaman. Jangankan untuk beraktivitas, hanya sekadar menggerakkan badan ke kanan atau kiri terkadang terasa nyeri.

Sebelum mencari tahu cara mengatasinya, Anda harus tahu dulu penyebab sakit pinggang yang Anda alami. Mari simak artikel berikut ini.

Apa itu sakit pinggang?

Sakit pinggang atau lumbago merupakan nyeri yang dirasakan di sekitar tulang lumbar atau tulang belakang bagian bawah, di antara cakram, jaringan, otot dan saraf tulang punggung, hingga organ tubuh di sekitar panggul dan perut.

Sakit pinggang juga muncul bisa secara tiba-tiba, misalnya akibat kecelakaan, aktivitas berat, atau bisa juga karena faktor usia. Seiring bertambahnya usia, seluruh fungsi tubuh mengalami penurunan sehingga meningkatkan risiko sakit pinggang.

Sakit pinggang ini umumnya ada tiga tahap, yaitu:

  • Sakit pinggang akut, artinya baru terjadi selama beberapa hari.
  • Sakit pinggang subakut, atau sudah berlangsung 1-3 bulan.
  • Sakit pinggang kronis, bila lebih dari 3 bulan.

Dalam beberapa kasus sakit pinggang ini bisa sembuh sendiri atau kadang perlu penanganan khusus dari dokter. 

Mengenai sakit pinggang

Penyebab

Secara umum, ada 2 penyebab sakit pinggang, yaitu secara mekanis atau karena penyakit. Supaya lebih jelas, berikut selengkapnya.

  • Mekanis

Penyebab sakit pinggang karena mekanis berhubungan dengan tulang atau organ lain dalam tubuh. Salah satu contohnya adalah pengikisan struktur dan daya tahan pinggang yang meliputi sendi, cakram, otot, saraf dan tulang umumnya akibat usia lanjut.

Sakit pinggang juga bisa disebabkan karena keseleo, rusaknya cakram tulang belakang, perubahan struktur tulang, spondilolistesis atau pergeseran tulang belakang, radikulopati, stenosis spinal atau penyempitan saluran dan saraf di sumsum tulang belakang.

Orang dengan kelainan tulang skoliosis atau lordosis juga rentan mengalami sakit pinggang.

  • Penyakit

Sejumlah penyakit dalam tubuh juga bisa menjadi penyebab sakit pinggang. Misalnya karena batu ginjal, osteoporosis, peradangan sendi, fibromyalgia, tumor metastasis atau penyebaran kanker dari organ tubuh lainnya, tumor, dan aneurisma aorta.

Namun, ada juga kasus sakit pinggang yang sulit diketahui penyebab pastinya.

(Baca Juga Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan yang Mungkin Anda Alami)

Gejala

Gejala sakit pinggang bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang hanya merasakan nyeri ringan, tapi ada juga yang merasa nyeri tumpul hingga seperti tertusuk.

Nyeri pinggang sering kali menyebabkan seseorang sulit bergerak atau berdiri tegak. Terkadang, beberapa orang juga mengalami nyeri punggung akut saat mengangkat barang berat.

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:

  • Hilangnya kontrol usus atau kandung kemih
  • Mati rasa di area selangkangan
  • Kaki terasa lemah
  • Demam
  • Nyeri saat batuk atau buang air kecil

Gejala tersebut dapat menandakan adanya masalah kesehatan lain dalam tubuh Anda.

Pencegahan sakit pinggang

Kebanyakan kasus sakit pinggang terjadi akibat aktivitas sehari-hari. Misalnya karena membawa barang berat, cedera setelah olahraga, atau postur tubuh yang buruk.

Oleh karena itu, pencegahan sakit pinggang dapat dilakukan dengan memperbaiki pola hidup sehat. Berikut ini cara mencegah sakit pinggang yang bisa Anda lakukan:

Hindari mengangkat barang berat

Saat mengangkat barang berat, semua otot-otot di sekujur tubuh mengalami kontraksi. Hal ini dapat meningkatkan rasa nyeri pada pinggang.

Sebagai solusinya, hindari mengangkat barang berat sendirian. Mintalah bantuan orang lain untuk meringankan kerja otot-otot dalam tubuh dan mencegah sakit pinggang.

Hindari olahraga berlebihan

Anda boleh saja berolahraga untuk menjaga kebugaran tubuh, tapi jangan sampai berlebihan. Olahraga berlebihan dapat meningkatkan kontraksi otot-otot tubuh yang mengarah pada sakit pinggang.

Perbaiki postur tubuh

Ketika orangtua menyuruh Anda berdiri atau duduk dengan tegak, ternyata ini dilakukan bukan tanpa sebab. Memperbaiki postur tubuh tetap lurus dapat membantu mencegah sakit pinggang.

Saat berdiri, jaga berat badan Anda tetap seimbang dengan berdiri tegak. Begitu juga saat duduk, pastikan punggung tetap lurus supaya pinggang Anda tidak sakit.

Pengobatan sakit pinggang

Beri tahukan dokter mengenai keluhan sakit pinggang yang Anda alami. Mulai dari gejala, aktivitas sehari-hari, dan riwayat kesehatan Anda sebelumnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum, termasuk penilaian kemampuan gerak secara motorik, refleks, dan tes sensasi pada daerah yang terasa sakit. 

Bila perlu, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, diantaranya:

  • Foto radiologi, yaitu foto rontgen, MRI, dan CT scan untuk menilai struktur tulang, dan otot.
  • Pemeriksaan myelogram, untuk mendapatkan gambaran lebih bagus dibanding foto radiologi.
  • Pemeriksaan kepadatan tulang, terutama pada orang lanjut usia. Digunakan untuk memeriksa kepadatan struktur tulang, kelainan sendi, dan metabolisme tulang.
  • Pemeriksaan darah rutin dan kimia darah, untuk memeriksa adanya peradangan atau infeksi yang memicu nyeri pinggang seperti arthritis
  • Elektrodiagnostik, meliputi tes elektromiografi (EMG), nerve conduction study (NCS), dan evoked potential test (EP). Fungsinya untuk mengetahui aktivitas otot dan saraf melalui aliran listrik elektroda

Sebetulnya, sakit pinggang dapat sembuh sendiri dalam waktu kurang dari 3 hari, sehingga Anda tak perlu ke dokter. Namun jika rasanya semakin tidak nyaman, coba redakan dengan kompres air hangat atau dingin.

Kompres air hangat dan dingin secara bergantian dapat meredakan rasa sakit dan peradangan pada pinggang. Setelah itu, tidurlah dengan posisi menyamping atau lurus dan ganjal pinggang dengan kain tebal. Ini juga dapat membantu meringankan sakit pinggang yang Anda alami.

Bila sakit pinggang tak kunjung membaik, dokter akan meresepkan obat-obatan. Obat tersebut dapat berupa:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs), termasuk ibuprofen atau paracetamol.
  • Obat pereda nyeri dalam sediaan krim oles atau semprot untuk mempercepat penyembuhan.
  • Kortikosteroid, bila sakit pinggang berlangsung dalam waktu yang lama.

Ada juga beberapa terapi penunjang seperti terapi fisik, di antaranya:

  • Manipulasi tulang belakang
  • Traksi, dilakukan untuk meluruskan tulang yang cedera
  • TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), menggunakan energi listrik untuk merangsang sistem saraf yang bermasalah sehingga dapat mengurangi nyeri.
  • Suntikan steroid epidural, untuk membantu meringankan nyeri di pinggang.

Jika tak juga berhasil, doker akan melakukan operasi untuk mencegah risiko komplikasi. Beberapa tindakan operasi yang dapat dilakukan adalah nukleopasti, disektomi, spinal fusion, foraminotomi, vertebroplasti dan kifoplasti.

(Baca Juga Obat Sakit Pinggang Tak Tertahankan Paling Manjur)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit