Risiko Menjadi Perokok Pasif

Dipublish tanggal: Mei 29, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Risiko Menjadi Perokok Pasif

Hampir semua orang, bahkan perokok sekalipun tentunya mengetahui bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan. Bahkan di beberapa bungkus rokok sepertinya kita sudah akrab dengan slogan peringatan bahwa merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, kanker, gangguan kehamilan dan janin dan sebagainya. 

Namun, mungkin belum banyak orang yang mengetahui bahwa bahaya merokok sebenarnya tidak hanya menimpa perokok aktif namun juga yang pasif. Seperti apakah bahayanya? Berikut ulasannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Bahaya mengintai Perokok Pasif

Perokok pasif adalah sebutan bagi orang yang tidak merokok namun ikut menghirup asap rokok akibat berada di sekitar orang yang merokok. Sebagian orang mungkin belum memahami bahwa menghirup asap rokok sebenarnya juga berbahaya bagi kesehatan. 

Bahkan bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok ini bisa sama saja dengan perokok aktif.

Di dalam asap rokok, terkandung ratusan zat kimia berbahaya bagi tubuh, misalnya zat nikotin. Bahkan, meskipun hanya menghirup asap yang tidak terlihat, namun bahayanya bahkan bisa melebihi efek yang diperoleh oleh perokok aktif. 

Hal ini dikarenakan terdapat partikulat kecil pada asap rokok yang tidak terlihat namun lebih mudah terhirup oleh orang di sekitar.

Beberapa penyakit yang rentan mengintai perokok pasif seperti:

Asap rokok diyakini sebagai penyebab berbagai macam kanker pada manusia. Bahkan, pada perokok pasif, asap rokok ditengarai sebagai penyebab utama kanker paru-paru. 

Pada perokok pasif, risiko kanker paru-paru dapat meningkat hingga 20 sampai 30% dibanding orang non perokok yang tidak terkena paparan asap rokok.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Tidak hanya kanker, namun perokok pasif juga rentan terkena penyakit jantung sama seperti perokok aktif. Terjadi peningkatan risiko penyakit jantung bahkan hingga 25% sampai 30% pada perokok pasif dibanding orang non perokok yang tidak terkena paparan asap rokok.

Patut diketahui bahwa asap rokok yang terhirup kemudian masuk ke dalam pembuluh darah sehingga mempengaruhi lapisan dinding pembuluh darah. Akibatnya adalah darah lebih mudah membeku dan mengental. 

Karbon monoksida yang ada dalam rokok juga dapat mengikat oksigen yang seharusnya diedarkan dalam darah, akibatnya jantung dan otot kekurangan pasokan oksigen. Akibatnya jantung dan jaringannya akan mengalami kerusakan jangka pendek bahkan permanen.

Beberapa bahaya asap rokok bagi Wanita Hamil

  • Bobot bayi yang rendah saat dilahirkan
  • Bayi lahir prematur
  • Cacat mental
  • Bayi meninggal mendadak (Sudden Death Infant Syndrome)
  • ADHD (attention deficit hyperactivity syndrome)
  • Kekurangan daya nalar

Beberapa bahaya Asap Rokok bagi Anak-Anak

Setelah Anda mengetahui bahwa ternyata asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif sama bahayanya dengan perokok aktif, maka sebaiknya Anda menjauhkan diri dari lingkungan yang banyak asap rokoknya. Karena semakin sering terekspos tentunya risiko penyakit semakin tinggi.

Jika pasangan Anda ataupun orang dalam keluarga merokok, maka mintalah untuk tidak merokok di dalam rumah atau di dekat orang lain. Karenanya beberapa tempat di luar negeri bahkan mengharuskan anggota keluarga untuk merokok di halaman terbuka yang jauh dari anggota keluarga yang lain agar asapnya tidak terhirup oleh orang lain.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app