Gejala Kanker Hidung yang Diidap Pebulutangkis Lee Chong Wei

Dipublish tanggal: Jun 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 21, 2019 Waktu baca: 2 menit
Gejala Kanker Hidung yang Diidap Pebulutangkis Lee Chong Wei

Kabar mengejutkan datang dari dunia olahraga. Pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, resmi memutuskan gantung raket dari dunia bulutangkis yang membesarkan namanya. Keputusan ini disebabkan karena kondisi kesehatannya yang menurun setelah didiagnosis kanker hidung.

Apa itu kanker hidung?

Kanker hidung adalah tumor ganas yang menyerang rongga hidung dan bagian sinus, yakni belakang tulang dahi, bagian dalam tulang pipi, kedua sisi batang hidung, hingga belakang mata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Kanker hidung termasuk jenis kanker langka yang paling banyak dialami oleh pria usia 40 tahun ke atas. Perlu dicatat bahwa kanker hidung dan sinus berbeda dengan kanker nasofaring, sebab kanker nasofaring umumnya terjadi di bagian belakang hidung dan di atas faring (tenggorokan).

Baca Selengkapnya: Mengenal Kanker Nasofaring yang Diidap Ustaz Arifin Ilham

Sama seperti jenis kanker lainnya, penyebab kanker hidung yang dialami pebulutangkis Lee Chong Wei belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker hidung, di antaranya:

  • Jenis kelamin: pria lebih rentan terkena kanker hidung dan sinus daripada wanita.
  • Paparan zat kimia jangka panjang: debu kayu, serat kain, nikel, kromium, dan formalin.
  • Merokok: perokok berisiko tinggi terkena kanker, termasuk kanker hidung.
  • Human papilloma virus (HPV): melansir dari NHS Inggris, sekitar 1 dari 5 kasus kanker hidung dan sinur dipengaruhi oleh infeksi HPV.

Tanda dan gejala kanker hidung

Gejala kanker hidung yang dialami Lee Chong Wei sering kali tidak disadari, sebab gejalanya mirip seperti pilek atau sinus biasa. Berbagai tanda dan gejala kanker hidung yang perlu diwaspadai adalah:

  • Hidung tersumbat, biasanya di salah satu sisi
  • Penurunan kemampuan untuk mencium bau
  • Mimisan
  • Hidung meler dan tak kunjung sembuh
  • Banyak lendir mengalir ke bagian belakang hidung dan tenggorokan

Baca Juga: 9 Gejala dan Ciri-Ciri Sinusitis

Bila tidak segera ditangani, gejala kanker hidung bisa terus berkembang menjadi lebih parah. Dampak fatalnya, gejala kanker hidung bisa menyebar ke organ-organ lain di sekitarnya, yakni:

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Nyeri dan mati rasa di wajah, terutama di pipi bagian atas
  • Pembengkakan kelenjar di leher
  • Pandangan kabur sebelah atau penglihatan ganda
  • Mata terus berair
  • Telinga terasa sakit atau tertekan
  • Hilang pendengaran
  • Muncul benjolan yang terus membesar di wajah, hidung, atau langit-langit mulut

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Memang bukan berarti Anda pasti mengalami kanker hidung, namun tidak ada salahnya untuk periksakan diri untuk memastikan penyebabnya.

Apakah penderita kanker hidung bisa sembuh?

Setiap penderita kanker memiliki peluang untuk sembuh, termasuk juga kanker hidung. Bahkan, Lee Chong Wei sendiri telah berhasil sembuh dari penyakit kanker hidung yang dideritanya.

Penyakit kanker hidung dapat disembuhkan, dengan catatan gejalanya dideteksi sejak dini dan ditangani dengan cepat. Oleh karena itulah, penting bagi Anda untuk memeriksakan kesehatan secara rutin, terlebih jika Anda mengalami gejala kanker hidung seperti yang disebutkan di atas.

Pemilihan pengobatan kanker hidung akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker, riwayat penyakit, dan kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Jika pasien dicurigai mengalami kanker hidung, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikannya.

Meskipun menyembuhkan kanker adalah tujuan utama pengobatan, dokter juga akan memastikan fungsi saraf, organ, dan jaringan di sekitar kanker tetap sehat. Setelah dinyatakan bebas dari kanker, pasien tetap perlu kontrol rutin ke dokter untuk melihat perkembangan kanker.

Baca Selengkapnya: Medical Check Up: Kegunaan dan Prosedur

36 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
What are Sinus and Nasal Cancers? University of Pennsylvania Health System - Penn Medicine. (https://www.pennmedicine.org/cancer/types-of-cancer/sinus-and-nasal-cancers/what-are-sinus-and-nasal-cancers)
d’Errico A, Pasian S, Baratti A, et al. A case-control study on occupational risk factors for sino-nasal cancer. Occupational and Environmental Medicine 2009;66:448-455. (https://oem.bmj.com/content/66/7/448)
Smoking-induced squamous-cell cancer of the nose. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12641183)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app