Ranitidin : Kegunaan, dosis, efek samping

Update terakhir: Mar 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.463.520 orang

Ranitidin adalah obat maag yang termasuk dalam golongan antihistamin, lebih tepatnya disebut H2-antagonis. Ranitidin digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung sehingga dapat mengurangi rasa nyeri uluhati akibat ulkus atau tukak lambung, dan masalah asam lambung tinggi lainnya.

Mengenal Obat Ranitidin

Obat ini tersedia dalam beberapa nama merek dagang, apa pun mereknya perhatikanlah zat aktif di dalamnya, ranitidin itu sendiri adalah nama generik dari merek-merek tersebut. Ada 3 bentuk sediaan obat ranitidin, yaitu berupa tablet  atau pil, sirup, dan obat injeksi dengan kandungan atau komposisi yang berbeda sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Tablet Ranitidin 150 mg
  • Tablet Ranitidin 300 mg
  • Sirup: Setiap 10 mL, mengandung 168 mg ranitidine hydrochloride (setara dengan 150 mg ranitidine anhidrat basa bebas per 10 mL larutan oral).

Indikasi atau Kegunaan

Masalah terkait asam lambung yang dapat diobati oleh obat ranitidin adalah tukak pada lambung dan duodenum (usus 12 jari) dan mencegah, penyakit gastroesophageal reflux (GERD),  gastritis atau sakit maag, perut kembung, sering bersendawa dan sebagainya. Tidak hanya mengurangi gejala yang muncul tetapi juga berfungsi mencegah timbulnya kembali gejala-gejala asam lambung.

Berikut ini daftar lengkap indikasi ranitidin:

  • Mengobati ulkus lambung dan duodenum
  • Melindungi lambung dan duodenum agar tidak sampai teradi ulkus
  • Mengobati masalah yang disebabkan oleh asam pada kerongkongan, contohnya pada GERD
  • Mencegah tukak lambung agar tidak berdarah
  • Digunakan sebelum operasi bedah, supaya asam datang tidak tinggi selama pasien tidak sadar.
  • Mengobati Sindrom Zollinger-Ellison (Tingginya kadar hormon gastrin yang menyebabkan lambung memproduksi terlalu banyak asam).
  • Mengobati sakit maag beserta gejala-gejala yang ditimbulkannya.

Dokter mungkin menyarankan obat ini untuk mengatasi kondisi selain yang tercantum dalam artikel ini. Jadi jika Anda ragu kenapa harus minum rantitidin, maka berbicaralah baik-baik dengan dokter.

Dosis Ranitidin dan Cara Pakai

Direkomendasikan dosis ranitidin untuk dewasa berkisar antara 150 mg sehari sekali atau 150 mg dua kali sehari atau 300 mg sekali sehari tergantung pada kondisi pasien. Obat ini dapat diminum sebelum atau setelah makan.

Ketika digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan, seperti sakit uluhati dan mual, dosis lazim untuk orang dewasa dan anak-anak usia 8 tahun atau lebih adalah 75 mg sampai 150 mg diambil ketika gejala muncul. Jika gejalanya menetap selama lebih dari 1 jam atau kembali muncul setelah 1 jam, maka dapat diberikan dosis kedua dengan kekuatan yang sama.

Untuk mencegah gejala sakit maag yang disebabkan oleh mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, maka gunakan ranitidin 30 sampai 60 menit sebelum makan makanan atau minum minuman yang dicurigai akan menimbulkan gejala (membuat maag kambuh).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Dosis maksimum adalah 300 mg setiap 24 jam. Jangan lama-lama menggunakan obat ini, jika lebih dari 2 minggu gejala belum juga membaik maka periksalah ke dokter.

Ranitidin Injeksi

Bentuk injeksi raniditine dapat digunakan di rumah sakit dalam keadaan tertentu ketika pasien tidak mampu menelan tablet. Dosis injeksi ranitidin adalah 50 mg setiap 6 sampai 8 jam diberikan secara intravena (ke pembuluh darah) atau intramuskular (suntik otot).

Banyak hal yang dipertimbangkan dokter untuk menentukan dosis yang tepat, oleh karena itu mungkin Anda bisa saja menemukan dosis yang berbeda dengan yang tercantum di sini.

Apakah ada pantangannya?

Tidak perlu menghindari makanan atau minuman tertentu ketika Anda menggunakan ranitidin. Anda mungkin disarankan untuk menghindari makanan tertentu yang terkait dengan penyakit Anda. Ranitidin juga tidak mempengaruhi kemampuan Anda untuk mengemudi atau mengoperasikan mesin. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya.

Baca juga: Ranitidin Obat Maag

Kontraindikasi

Obat ranitidine harus digunakan dengan hati-hati pada kondisi ini bawah ini:

  • Lansia
  • Ibu hamil
  • Ibu menyusui
  • Kanker lambung
  • Penyakit ginjal
  • Mengonsumsi obat non-steroid anti-inflamasi
  • Sakit paru paru
  • Diabetes
  • Masalah dengan sistem kekebalan tubuh
  • Porfiria akut (gangguan metabolisme langka)
( ! ) Obat ini tidak boleh digunakan pada orang yang alergi terhadap ranitidin atau salah satu komponen lain dari obat.

Efek Samping Rantidin

Ada beberapa efek samping yang harus dilaporkan ke dokter sesegera mungkin ketika menggunakan ranitidine, diantaranya:

  • Kegelisahan, depresi, halusinasi
  • Reaksi alergi seperti kulit ruam, gatal atau gatal-gatal, pembengkakan wajah, bibir, atau lidah
  • Gangguan pernapasan
  • Perdarahan yang tidak biasa atau memar
  • Muntah
  • Menguningnya kulit atau mata

Efek samping ranitidin yang biasanya tidak memerlukan perhatian medis (tak perlu lapor ke dokter), karena sifatnya ringan antara lain:

  • Sembelit atau diare
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Mual

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp