Pneumonia pada Anak, Apa Penyebab & Cara Pengobatannya?

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 7, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Pneumonia pada Anak, Apa Penyebab & Cara Pengobatannya?

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Pneumonia merupakan suatu bentuk peradangan yang terjadi pada paru-paru dan bisa dialami oleh siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa
  • Pneumonia sering disebut juga paru-paru basah di mana terjadi infeksi akut pada saluran pernapasan bagian bawah yang disebabkan oleh miikroorganisme
  • Pneumonia yang terjadi pada anak biasanya muncul dalam bentuk bronkopneumonia yang menimbulkan peradangan di dinding bronkiolus dan jaringan paru sekitar
  • Beberapa pengobatan pneumonia pada anak dapat berupa terapi oksigen, hidrasi oral, terapi simptomatik, dan juga terapi kausatif
  • Pemberian vaksin pneumonia dapat diberikan pada anak sebelum usia 2-5 tahun. Hal ini akan membantu mencegah risiko penyakit pneumonia
  • Lakukan vaksin pneumonia atau berbagai paket vaksinasi yang bisa dipesan online di HDMall. Booking dan dapatkan harga spesial sekarang juga!

Pneumonia adalah istilah medis yang digunakan sebagai bentuk peradangan pada parenkim yaitu jaringan utama paru paru yang disebabkan oleh mikroorganisme. Penyakit penumonia ini bisa menyerang seseorang di segala usia, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Pneumonia pada anak biasanya muncul dalam bentuk bronkopneumonia.

Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan bagian bawah, di mana secara sederhana pneumonia adalah sejenis infeksi akut saluran pernafasan bawah atau yang disebut juga paru-paru basah. Pneumonia banyak menyerang anak-anak dan balita hampir di seluruh dunia. Pada negara berkembang penyakit ini menyerang hingga 30 persen anak-anak di bawah usia 5 tahun dengan resiko kematian yang tinggi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Batuk dan Flu via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 9

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Pneumonia

Bronkopneumonia adalah peradangan yang mengenai dinding bronkiolus (saluran pernapasan kecil pada paru) serta jaringan paru di sekitarnya. 

Brokopeumonia disebut juga pneumonia lobularis yang berarti bahwa peradangan pada parenkim paru terlokalisir pada bronkiolus dan alveolus di sekitarnya. Bronkopneumonia sering menimpa anak-anak dan balita, peradangan yag ditimbulkan dapat bersifat ringan atau berat tergantung dari penyebabnya.

Penyebab dan Gejala Penumonia pada Anak

Bronkopneumonia diawali oleh suatu infeksi saluran pernapasan atas yang menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah. Bronkopneumonia pada anak merupakan salah satu penyebab utama mortalitas anak balita di Indonesia. Survei Kesehatan Rumah Tangga pada tahun 2001 memperkirakan kematian balita akibat bronkopneumonia adalah sekitar 5 per 1000 balita per tahun.

Bronkopneumonia pada anak dapat dapat disebabkan oleh beberapa mikroorganisme, yaitu :

  • Bakteri : kelompok gram positif seperti S. Aerous, Steptococcus pneumonia, Streptococcus pyogenes, dan kelompok gram negatif seperti Haemophilus influenza, P. Aeruginosa dan klebsiella pneumonia.
  • Virus : virus influensa, parainfluenza, Cytomegalovirus, dan Respiratory Sincityal Virus
  • Jamur : jamur histoplasmosis dapat menyebar melalui spora yang terhirup melalui udara.
  • Protozoa : pneumonia dapat disebabkan oleh Pneumocystis carinii, biasanya mengenai penderita yang mengalami penurunan atau penekanan pada kekebalan tubuh.

Anak yang terinfeksi mikroorganisme tidak serta merta mengalami pneumonia, ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan infeksi dapat berkembang menjadi pneumonia, antara lain :

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku
  • Anak yang mengalami Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA) berulang
  • Anak yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi
  • Anak dengan usia di bawah 2 bulan
  • Anak dengan berat badan lahir rendah
  • Anak dengan paparan polusi udara dan kepadatan tempat tinggal
  • Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif
  • Anak yang tidak mendapat Imunisasi yang tidak memadai

Pneumonia pada anak yang berwujud bronkopneumonia dapat menimbulkan beberapa gejala yang diawali dengan demam disertai batuk, pilek, suara serak dan nyeri tenggorok. Selanjutnya demam semakin meninggi, batuk anak semakin hebat, anak bernapas dengan cepat disertai sesak napas dan tarikan pada otot rusuk. Pada tahap lanjut, gejala pneumonia pada anak dapat berupa kulit tampak kebiruan dan lemas.

Baca juga: Gangguan Paru-Paru pada Bayi Prematur

Pengobatan Penumonia pada Anak

Penumonia pada anak bersifat akut dan mempunyai angka kematian yang tinggi sehingga memerlukan pengobatan dan perawatan segera di rumah sakit seperti:

  1. Terapi Oksigen: oksgien segera harus diberikan pada anak yang sesak napas hebat, tampak kebiruan dan lemas
  2. Hidrasi Cairan: Cairan diberikan untuk mencukupi kebutuhan cairan harian pasien. Dapat dilakukan dengan obat oral (diminum) atau diberikan melalui infus
  3. Terapi Simptomatik: Obat-obatan harus diberikan untuk mengurangi gejala batuk, demam, dan sumbatan jalan napas oleh lendir
  4. Terapi Kausatif: Antibiotik harus diberikan dengan adekuat secara empiris sesuai dengan perkiraan mikroorganisme penyebab pneumonia pada anak

Selain dengan pengobatan, orang tua juga sebaiknya dapat melakukan upaya pencegahan agar jangan sampai anak terkena pneumonia dengan memberikan vaksin pneumonia. Pemberian vaksin pneumonia sebaiknya diberikan sebelum anak berusia 2 tahun atau bisa juga diberikan saat anak memasuki usia 2-5 tahun.  

Orang tua juga perlu menghindari faktor risiko terhadap penyakit pneumonia yakni dengan cara memberikan anak ASI eksklusif, memberikan anak nutrisi yang baik, menjaga anak agar terhindar dari paparan asap rokok, asap dapur, dan polusi udara lainnya, serta memberikan anak imunisasi sesuai dengan usianya.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Youn Y-S, et al. (2012). Mycoplasma pneumoniae pneumonia in children. DOI: (https://doi.org/10.3345/kjp.2012.55.2.42)
Yew P, et al. (2012). Acute respiratory distress syndrome caused by mycoplasma pneumoniae diagnosed by polymerase chain reaction. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3609679/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app