Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Perilaku Agresif - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 944.154 orang

Perilaku agresif dapat membahayakan fisik atau emosional orang lain. Hal ini dapat berupa kekerasan verbal atau fisik. Dapat juga melibatkan perusakan barang pribadi. Perilaku agresif melanggar norma sosial.

Perilaku ini dapat merusak hubungan antarpersonal Anda. Hal ini dapat terlihat dengan jelas atau tertutup. Perilaku ini kadang merupakan hal yang wajar pada waktu yang tepat. Sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter jika mengalami perilaku agresif cukup sering atau dengan pola tertentu.

Jika Anda mengalami perilaku agresif, Anda mungkin akan merasa terganggu dan tidak mudah lelah. Anda mungkin akan merasa impusif dan sulit mengatur perilaku Anda. Anda mungkin tidak mengetahui perilaku mana yang baik menurut norma sosial.

Pada kasus lain, Anda mungkin bersikap agresif untuk tujuan tertentu. Misalnya, Anda berperilaku agresif untuk balas dendam atau memprovokasi seseorang. Anda mungkin juga berperilaku agresif langsung pada diri Anda sendiri.

Penting untuk memahami penyebab perilaku agresif Anda. Hal ini membantu Anda menanganinya.

Penyebab

Beberapa faktor dapat menyebabkan perilaku agresif yaitu:

  • Kesehatan fisik
  • Kesehatan mental
  • Susunan keluarga
  • Hubungan dengan orang lain
  • Lingkungan sekolah atau kerja
  • Faktor sosial atau ekonomi
  • Sifat individu
  • Pengalaman hidup

Sebagai orang dewasa, Anda mungkin bertindak agresif untuk merespon pengalaman negative. Misalnya Anda mungkin menjadi agresif ketika merasa frustasi. Perilaku agresif Anda mungkin dapat dikaitkan dengan depresi, kepanikan, PTSD atau kondisi kesehatan mental lainnya.

Beberapa kondisi kesehatan mental dapat berkontribusi pada perilaku agresif yaitu:

  • Autism Spectrum Disorder (ASD)
  • Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
  • Gangguan Bipolar
  • Schizophrenia
  • Conduct Disorder
  • Intermittent Explosive Disorder
  • Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)

Kerusakan otak juga dapat membatasi kemampuan Anda mengatur perilaku agresif. Anda mungkin mengalami kerusakan otak sebagai akibat dari:

  • Stroke
  • Cedera pada kepala
  • Infeksi tertentu
  • Penyakit tertentu

Kondisi kesehatan berbeda berkontribusi pada agresivitas dengan cara berbeda. Misalnya, Anda seorang dengan autis atau bipolar disorder, Anda mungkin berperilaku agresif ketika merasa frustasi atau tidak dapat mengungkapkan perasaan Anda.

Jika Anda memiliki Conduct Disorder, Anda mungkin bersikap agresif untuk tujuan tertentu.

Sementara pada anak-anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

  • Kemampuan membangun hubungan yang kurang baik;
  • Kondisi kesehatan dasar yang kurang
  • Stress atau frustasi

Anak Anda mungkin menirukan perilaku agresif atau kasar yang mereka lihat pada kehidupan sehari-hari. Mereka memerlukan perhatian atas hal ini dari anggota keluarga, guru atau kawan-kawan mereka.

Anda dapat mendorongnya secara tidak sengaja dengan mengabaikan atau memberikan penghargaan atas perilaku agresif yang mereka lakukan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Terkadang anak-anak mengamuk karena ketakutan atau dicurigai. Hal ini umum terjadi jka anak Anda memiliki schicophrenia, paranoia atau bentuk lain dari penyakit kejiwaan.

Jika mereka memiliki bipolar disorder, mereka mungkin akan bersikap agresif selama fase marah pada kondisi mereka. Jika mereka memiliki depresi, mereka mungkin akan bersikap agresif ketika merasa terganggu.

Anak Anda mungkin bersikap agresif ketika mereka memiliki masalah mengatasi emosi mereka. Mereka mungkin merasa susah untuk berurusan dengan rasa frustasi.Hal ini umumnya terjadi pada autism spectrum disorder atau gangguan kognitif.

Jika mereka mengalami fustasi, mereka mungkin tidak dapa memperbaikinya atau menjelaskan situasi yang menyebabkan mereka merasa frustasi. Hal ini dapat membuat mereka mengamuk.

Anak dengan ADHD atau gangguan disruptif lain mungkinmenunjukkan kekurangan perhatian atau pemahaman. Mereka juga nampak impulsif. Pada beberapa kasus, perilaku ini disebut dengan perilaku agresif. Hal ini benar disebut agresif jika perilaku mereka tidak dapat diterima secara sosial.

Perilaku agresif pada remaja umum terjadi. Misalnya banyak remaja bersikapkasar atau kadang-kadang bertengkar. Bagaimanapun anak remaja Anda mungkin mengalami masalah dengan perilaku agresif jika mereka secara teratur melakukan hal berikut:

  • Berteriak ketika adu mulut
  • Bertengkar
  • Melakukan kekerasan pada orang lain

Pada beberapa kasus mereka bertindak agresif untuk merespon:

  • Stress
  • Tekanan dari teman mereka
  • Penyalahgunaan obat-obatan
  • Hubungan yang tidak sehat dengan anggota keluarga atau lainnya.

Pubertas dapat juga menjadi saat-saat yang membuat stress bagi remaja. Jika mereka tidak mengerti bagaimana cara menangani perubahan selama masa puber, anak remaja Anda dapat bersikap agresif. Jika mereka memiliki kondisi kesehatan mental, hal ini dapat juga berkontribusi pada perilaku agresif.

Perawatan

Untuk menangani peilaku agresif, Anda perlu mengidentifikasi penyebabnya. Berbicara dengan seseorang tentang pengalaman yang membuat Anda merasa agresif mungkin membantu.

Pada beberapa kasus, Anda dapat mempelajari bagaimana menghindari situasi yang menyebabkan frustasi denga membuat perubahan pada gaya hidup atau karir Anda.

Anda juga dapat membuat strategi unuk menangani ketika berada pada situasi penyebab frustasi. Misalnya dengan belajar bagaimana cara berkomunikasi lebih jujur dan terbuka, tanpa menjadi agresif.

Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan psikoterapi untuk membantu mengobati perilaku agresif. Misalnya Terapi perilaku kognitif dapat membantu Anda belajar cara mengatur perilaku Anda.

Hal ini juga dapat membantu Anda menangani mekanismenya, memahami konsekuensi dari tindakan Anda. Terapi bicara adalah pilihan lain. Terapi ini membantu Anda memahami penyebab sikap agresif Anda. Hal ini juga membantu kamu melalui perasaan negatif.

Pada beberapa kasus, dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk mengobati perilaku Agresif Anda. Misalnya mereka meresepkan obat antiepilepsi seperti phenytoin dan carbamazepine.

Jika Anda memiliki schizophrenia, alzeimer atau bipolar disorder, mereka mungkin akan meresepkan penstabil mood. Mereka mungkin menyarankan Anda mengonsumsi suplemen yang mengandung asam lemak omega tiga.

Pengobatan yang akan diberikan pada Anda dapat berbeda tergantung pada penyebab dasar dari perilaku agresif Anda. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui lebih lanjut kondisi dan pilihan pengobatan yang tepat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit