Gejala Autism Spectrum Disorder (ASD) Yang Perlu Anda Ketahui

Intinya, gejala dan tingkat keparahan autism spectrum disorder dapat berbeda pada tiap orang. Namun demikian seperti yang dimuat di Mayo Clinic, gejala-gejala autism spectrum disorder dapat digolongkan menjadi dua kategori utama sebagai berikut:
Dipublish tanggal: Jun 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Sep 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Gejala Autism Spectrum Disorder (ASD) Yang Perlu Anda Ketahui

Gangguan spektrum autisme (GSA) atau Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan suatu kondisi yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, bersosialisasi, dan berperilaku. Simak selengkapnya pada artikel berikut ini.

Autism spectrum disorder di Indonesia

Autism spectrum disorder adalah sebuah istilah yang yang berhubungan dengan penyakit gangguan perkembangan. Penyakit yang termasuk dalam spektrum ini yaitu autisme sindrom Asperger, sindrom Heller, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Seperti yang diungkapkan oleh Melly Budhiman, seorang pakar autisme dan Ketua Yayasan Autisme Indonesia yang dimuat di laman CNN bahwa sampai sekarang ini belum ada survei resmi terkait jumlah yang pasti mengenai anak dengan autism spectrum disorder.

Walaupun di Indonesia belum ada data resmi mengenai jumlah pasti anak dengan kondisi autisme, tahun 2013 lalu Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan pernah mengasumsikan jumlah anak autisme di Indonesia sekitar 112 orang dengan rentang usia 5 sampai 19 tahun. 

Para pakar percaya jika kasus tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut dilihat berdasarkan angka kunjungan di rumah sakit umum, rumah sakit jiwa, dan klinik terkait tumbuh kembang anak setiap tahunnya.

Gejala autism spectrum disorder

Autism spectrum disorder adalah gangguan perkembangan yang dapat terjadi sejak kecil. Umumnya gejala ini sudah bisa diketahui sejak awal perkembangan anak yaitu sebelum anak berumur tiga tahun.

Kata “spektrum” dalam gangguan spektrum autisme mengacu pada berbagai gejala dan tingkat keparahan yang unik mulai dari yang rendah hingga tinggi. Dengan artian setiap anak yang mengalami autism spectrum disorder bisa saja mempunyai gejala yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya.

Misalnya, pada anak yang mengalami autism spectrum disorder ada beberapa anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang lebih rendah dari normal sehingga susah untuk belajar. 

Sedangkan pada beberapa anak lainnya memiliki kecerdasan tinggi dan bisa belajar dengan cepat namun mempunyai masalah dalam berkomunikasi dan mengimplementasikan apa yang mereka tahu dalam kehidupan sehari-hari, serta sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Intinya, gejala dan tingkat keparahan autism spectrum disorder dapat berbeda pada tiap orang. Namun demikian seperti yang dimuat di Mayo Clinic, gejala-gejala autism spectrum disorder dapat digolongkan menjadi dua kategori utama sebagai berikut:

Gangguan interaksi sosial dan komunikasi

Gejala ini meliputi masalah kepekaan terhadap lingkungan sosial dan gangguan penggunaan bahasa verbal dan non verbal, misalnya:

  • Berbicara dengan nada atau ritme yang tidak normal
  • Sering mengulang kata atau frasa kata demi kata, tapi tidak mengerti cara menggunakannya
  • Susah mengenali isyarat non-verbal, seperti menafsirkan ekspresi wajah orang lain, postur tubuh, atau nada suaranya
  • Susah mencerna pertanyaan atau petunjuk sederhana
  • Tidak merespon ketika dipanggil namanya
  • Tidak menyukai kontak mata dan mempunyai ekspresi wajah yang datar
  • Tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri
  • Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk ke arah objek tersebut
  • Tidak suka dipeluk atau hanya boleh dipeluk saat mereka ingin
  • Lebih suka main sendiri

Pola perilaku

Gejala ini meliputi pola pikir, minat, dan perilaku yang terbatas serta bersifat pengulangan, contohnya:

  • Mempunyai masalah dengan koordinasi atau mempunyai gerakan aneh, kaku, atau berlebihan seperti jalan berjinjit
  • Sering melakukan gerakan sama yang diulang-ulang
  • Mempunyai indra yang sangat sensitif, misalnya terhadap suara, cahaya, atau sentuhan.
  • Mempunyai masalah dalam belajar dan kondisi kejiwaan lain seperti gangguan hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), gangguan kecemasan, dan depresi
  • Melakukan kegiatan yang melukai dirinya sendiri.

Sebaiknya Anda segera hubungi dokter jika menyadari adanya gejala spektrum autisme atau gangguan perkembangan pada diri Anda atau anak Anda sedini mungkin, karena kondisi ini tidak dapat disembuhkan.

Walaupun demikian, ada berbagai jenis penanganan dan pengobatan intensif yang bisa membantu anak dengan kondisi autism untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari, dan memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Autism Spectrum Disorder: Overview. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA). (Accessed via: https://www.asha.org/Practice-Portal/Clinical-Topics/Autism/)
Autism: Symptoms, Signs, Causes & Treatment. MedicineNet. (Accessed via: https://www.medicinenet.com/autism_symptoms_and_signs/symptoms.htm)
Autism Spectrum Disorder: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape. (Accessed via: https://emedicine.medscape.com/article/912781-overview)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app