Perikarditis Konstriktif: Gejala, Penyebab dan Penanganan

Dipublish tanggal: Agu 28, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 20, 2020 Waktu baca: 3 menit
Perikarditis Konstriktif: Gejala, Penyebab dan Penanganan

Perikarditis konstriktif merupakan radang perikardium jangka panjang, atau kronis. Perikardium adalah selaput seperti kantung yang mengelilingi jantung. Peradangan pada bagian jantung tersebut dapat menyebabkan jaringan parut, penebalan, dan pengencangan otot, atau kontraktur. 

Seiring waktu, perikardium kehilangan elastisitasnya dan menjadi kaku.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Kondisi tersebut jarang terjadi pada orang dewasa, dan bahkan lebih jarang terjadi pada anak-anak.

Perikarditis konstriktif bisa menjadi masalah kesehatan yang serius. Jika tidak diobati, perikardium yang kaku dapat menyebabkan gejala gagal jantung, dan bahkan dapat mengancam jiwa. Namu terdapat beberapa pengobatan yang efektif untuk kondisi perikarditis konstriktif.

Tanda dan gejala Perikarditis Konstriktif

Tanda dan gejala perikarditis konstriktif dapat berupa:

  • Kesulitan bernapas yang muncul perlahan dan menjadi lebih buruk
  • Kelelahan
  • Perut bengkak
  • Jantung berdebar
  • Bengkak parah di kaki dan pergelangan kaki
  • Kelemahan tubuh
  • Demam ringan
  • Nyeri dada

Penyebab Perikarditis Konstriktif

Ketika selubung jantung meradang secara kronis, maka selaput yang membungkus jantung akan menjadi kaku. Akibatnya, jantung tidak bisa meregang sebanyak yang seharusnya ketika berdetak. 

Hal tersebut dapat mencegah ruang jantung terisi dengan jumlah darah yang tepat, yang mengarah ke gejala gagal jantung.

Penyebab perikarditis konstriktif masih tidak diketahui. Namun, kemungkinan penyebabnya dapat meliputi beberapa hal sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4
  • Operasi jantung
  • Terapi radiasi ke area dada
  • TBC

Beberapa penyebab yang kurang umum adalah:

  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Mesothelioma, yang merupakan jenis kanker yang tidak biasa yang disebabkan oleh paparan asbes

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak dapat menemukan penyebab peradangan. Ada banyak pilihan pengobatan walaupun penyebabnya tidak pernah ditentukan.

Faktor risiko Perikarditis Konstriktif

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi perikarditis konstriktif:

Perikarditis

Perikarditis yang tidak diobati dapat menjadi kronis.

Gangguan autoimun

Lupus sistemik, rheumatoid arthritis, dan penyakit autoimun lainnya telah terbukti meningkatkan risiko terjadinya perikarditis konstriktif.

Trauma atau cedera pada jantung

Mengalami serangan jantung atau menjalani operasi jantung dapat meningkatkan risiko terjadinya perikarditis konstriktif.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Obat-obatan

Perikarditis juga merupakan efek samping dari beberapa obat-obatan.

Jenis kelamin dan usia

Perikarditis paling sering terjadi pada pria berusia antara 20 dan 50 tahun.

Diagnosis Perikarditis Konstriktif

Kondisi seperti perikarditis konstriktif sulit untuk didiagnosis. Kondisi tersebut mungkin sering dibingungkan dengan kondisi jantung lainnya seperti:

  • kardiomiopati restriktif, yang terjadi ketika bilik jantung tidak dapat terisi dengan darah karena kekakuan pada jantung
  • tamponade jantung, yang terjadi ketika cairan antara otot jantung dan perikardium menekan jantung

Saat mendiagnosis perikarditis konstriktif, Dokter biasanya akan bertanya tentang gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Tanda-tanda berikut mungkin muncul saat pemeriksaan fisik:

Saat mencurigai adanya perikarditis konstriktif, Dokter umumnya dapat menyarankan satu atau lebih dari pemeriksaan berikut:

Tes pencitraan

MRI dada, CT scan, dan sinar-X dapat menghasilkan gambar detail jantung dan perikardium. CT scan dan MRI dapat mendeteksi penebalan pada perikardium dan pembekuan darah.

Kateterisasi jantung

Dalam kateterisasi jantung, dokter memasukkan tabung tipis ke jantung melalui selangkangan atau lengan. Melalui tabung tersebut, dokter dapat mengumpulkan sampel darah, membuang jaringan untuk biopsi, dan melakukan pengukuran dari dalam hati Anda.

Elektrokardiogram

Elektrokardiogram dilakukan untuk mengukur impuls listrik jantung. Hasil yang iregular mungkin menunjukkan adanya perikarditis konstriktif atau kondisi jantung lainnya.

Ekokardiogram

Ekokardiogram dilakukan untuk membuat gambar jantung menggunakan gelombang suara. Hasil dari ekokardiogram dapat mendeteksi cairan atau penebalan pada perikardium.

Pilihan pengobatan Perikarditis Konstriktif

Pengobatan perikarditis konstriktif berfokus pada peningkatan fungsi jantung Anda. Pada tahap awal perikarditis, berikut pengobatan yang mungkin direkomendasikan:

  • Mengkonsumsi pil air untuk menghilangkan kelebihan cairan, yang disebut diuretik
  • Mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit (analgesik) untuk mengendalikan rasa sakit
  • Mengurangi tingkat aktivitas sehari-hari
  • Mengurangi jumlah garam dalam makanan
  • Mengkonsumsi obat anti-inflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil)
  • Mengkonsumsi obat colchicine (Colcrys)
  • Gunakan obat kortikosteroid

Jika jelas bahwa Anda menderita perikarditis konstriktif dan gejala Anda menjadi parah, dokter mungkin menyarankan tindakan perikardiektomi. Dalam operasi tersebut, bagian dari kantung bekas luka dipotong dari sekitar jantung. 

Perikardiektomi merupakan operasi rumit yang memang memiliki beberapa resiko, tetapi seringkali merupakan salah satu pilihan terbaik.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app