Peradangan pada Utera - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 532.728 orang

Uretritis adalah suatu kondisi terjadinya peradangan pada uretra, atau saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar tubuh. Uretritis biasanya menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Penyebab utama uretritis biasanya adalah infeksi oleh bakteri.

Uretritis tidak sama dengan infeksi saluran kemih (ISK). Uretritis adalah peradangan uretra, sedangkan ISK adalah infeksi saluran kemih. Mereka mungkin memiliki gejala yang serupa, tetapi memerlukan metode pengobatan yang berbeda tergantung pada penyebab uretritis yang mendasarinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Uretritis dapat terjadi pada semua orang dari segala usia. Laki-laki dan perempuan dapat menderita kondisi ini. Namun, kondisi ini lebih cenderung terjadi pada wanita daripada pria

Hal ini disebabkan oleh ukuran uretra pada wanita yang jauh lebih pendek, sehingga membuatnya lebih mudah bagi bakteri untuk memasuki uretra.

Menurut Antimicrobe, uretritis terjadi pada sekitar 4 juta orang Amerika setiap tahun. Uretritis dibagi menjadi uretritis akibat infeksi gonococcal dan uretritis non-gonococcal. 80% kasus uretritis adalah uretritis non gonococcal.

Apa yang menyebabkan terjadinya Uretritis?

Secara umum, sebagian besar kasus uretritis disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri yang sama juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Bakteri yang ditemukan secara alami di area genital juga dapat menyebabkan uretritis jika mereka memasuki saluran kemih.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bakteri yang paling sering menyebabkan uretritis meliputi:

  • Neisseria gonorrhoeae
  • Chlamydia trachomatis
  • Mycoplasma genitalium

Patogen adalah agen biologis yang dapat menyebabkan penyakit. Patogen yang menyebabkan IMS juga dapat menyebabkan uretritis, contohnya gonore dan klamidia dan parasit yang menyebabkan trikomoniasis.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Cefspan 100mg cap 1

Ada juga virus yang dapat menyebabkan perkembangan uretritis. Contohnya human papillomavirus (HPV), virus herpes simplex (HSV), dan cytomegalovirus (CMV).

Gejala Uretritis

Gejala pada pria

Pria dengan uretritis dapat mengalami satu atau lebih dari gejala berikut:

  • sensasi terbakar saat buang air kecil
  • gatal atau terbakar di dekat lubang penis
  • adanya darah dalam air mani atau urin
  • adanya cairan berwarna putih dari penis

Gejala pada wanita

Beberapa gejala uretritis pada wanita termasuk:

  • frekuensi  buang air kecil yang meningkat
  • ketidaknyamanan saat buang air kecil
  • sensasi terbakar atau iritasi pada ujung saluran kemih
  • muncul keputihan dari vagina yang disertai dengan gejala ISK

Orang yang menderita uretritis juga mungkin tidak memiliki gejala apapun.  terutama pada wanita. Pada pria, gejala mungkin tidak terlihat jika uretritis terjadi akibat klamidia atau infeksi trikomoniasis. 

Oleh karena itu penting untuk menjalani tes untuk menentukan jika Anda terinfeksi infeksi menular seksual (IMS).

Bagaimana cara mencegah terjadinya Uretritis?

Kebanyakan bakteri yang menyebabkan uretritis dapat menular ke orang lain melalui kontak seksual. Karena itu, mempraktikkan aktivitas seks yang aman adalah tindakan pencegahan yang penting. Beberapa tips di bawah ini dapat membantu mengurangi risiko Anda:

  • Tidak berganti-ganti pasangan
  • Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan intim.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.
  • Lindungi orang lain. Jika Anda mengetahui Anda memiliki IMS, beri tahu orang lain yang juga berisiko terinfeksi.

Selain praktik seks yang aman, ada cara lain untuk meningkatkan kesehatan saluran kemih, contohnya minumlah lebih banyak cairan dan pastikan untuk buang air kecil sesaat setelah berhubungan intim. 

Kurangi makanan yang bersifat asam. Selain itu, hindari paparan spermisida, terutama jika spermisida dapat mengiritasi uretra Anda.

Bagaimana penanganan Uretritis yang tepat?

Diagnosa

Jika Anda memiliki gejala yang menunjukan terjadinya IMS, segera periksakan diri Anda ke dokter, Dokter akan melakukan pemeriksaan

  • urinalisis untuk menganalisis sampel urin
  • swab kapas untuk mengambil sampel dari uretra atau daerah vagina dan memeriksanya di laboratorium.
  • Tes darah dapat dilakukan untuk memeriksa kemungkinan terjadinya IMS lain, seperti HIV dan sifilis.

Perawatan uretritis

Perawatan untuk uretritis biasanya dilakukan dengan pemberian antibiotik atau obat antivirus. Beberapa perawatan umum untuk uretritis meliputi:

  • azitromisin, antibiotik, biasanya diminum satu kali saja
  • doksisiklin, antibiotik oral yang biasanya diminum dua kali sehari selama tujuh hari
  • eritromisin, antibiotik yang dapat diberikan secara oral, empat kali sehari selama tujuh hari
  • ofloxacin, antibiotik oral yang biasanya diminum dua kali sehari selama tujuh hari
  • levofloxacin, antibiotik oral yang biasanya diminum sehari sekali selama tujuh hari

Jika Anda menderita IMS, Penting untuk memeriksakan pasangan Anda, untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit dan infeksi berulang. Walaupun gejala telah membaik setelah minum obat beberapa hari, penting bagi Anda untuk menghabiskan semua obat yang telah diresepkan dokter.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit