Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
AHMAD MUHLISIN
Kesehatan Anak

Hai Bunda, Ketahui Penyebab Sembelit Pada Bayi Berikut Ini

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.408.608 orang

Hai Bunda, Ketahui Penyebab Sembelit Pada Bayi Berikut Ini

Ada banyak kemungkinan penyebab sembelit pada bayi yang perlu diketahui. Mengetahui penyebab pastinya dapat membantu mempermudah pengobatan sekaligus mencegah kondisi ini kembali terulang.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Sembelit merupakan masalah yang umum namun tak bisa disepelekan, terutama pada bayi lantaran dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang meresahkan. Gejala yang dapat diamati pada bayi meliputi:

  • Menjadi sangat rewel dan menangis sambil mengangkat kakinya.
  • Perut nampak keras dan kembung.
  • Nafsu makan menurun.
  • Bau dari flatulensi (buang angin) dan kotorannya cukup menyengat.
  • Feses keras dan kering. Dapat berukuran kecil-kecil atau justru besar.
  • Terdapat bekas cairan di dalam popok atau celananya (tanda dari impaksi feses).

Penyebab sembelit pada bayi sendiri cukup beragam. Mulai dari transisi makanan padat yang baru diperkenalkan, konsumsi susu formula, dehidrasi, perubahan kondisi atau rutinitas yang dialami hingga pertanda dari kondisi medis yang mendasari.

Berikut penyebab sembelit pada bayi selengkapnya:

1. Pengenalan Makanan Padat

Penyebab sembelit pada bayi yang cukup umum terjadi kerap dipicu oleh karena peralihan dari sekedar konsumsi ASI menuju ke makanan padat. Hal ini terbilang wajar, mengingat sistem pencernaan bayi yang belum sepenuhnya siap dalam mencerna makanan padat.

Namun ini juga dapat terjadi apabila makanan padat yang diberikan hanya mengandung sedikit serat, seperti sereal beras semata. Untuk membantu mengatasi hal ini, maka coba berikan ia tambahan menu MPASI lainnya yang tinggi serat. Misal seperti kacang-kacangan (kacang hijau/kacang merah) atau jus buah seperti jus apel, pir maupun jus plum.

2. Konsumsi Susu Formula

Sembelit pada bayi lebih sering terjadi pada mereka yang minim asupan ASI dan lebih mengandalkan susu formula. Pasalnya, secara alami ASI memiliki keseimbangan lemak dan protein yang lebih sempurna dan sesuai dengan sistem pencernaan bayi dibandingkan komposisi nutrisi yang terkandung pada susu formula.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Oleh karena itu, penting sekali untuk seorang ibu agar dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya hingga 6 bulan. Bila merasa jumlah ASI yang dihasilkan cenderung sedikit, maka jangan berputus asa dan memutuskan untuk tidak lanjut menyusui. Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi kondisi seperti ini.

Beberapa diantaranya yakni dengan menyusui lebih sering, memanfaatkan pompa ASI, konsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum air putih dan menjauhi stres. Jika masih berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi.

3. Dehidrasi

Ketika bayi mengalami dehidrasi, maka sistem tubuhnya akan secara alami merespons dengan menyerap lebih banyak cairan dari apapun yang ia makan atau minum, termasuk juga dari limbah di ususnya. Hal inilah yang lantas berujung pada pembentukan feses yang keras dan kering sehingga sulit untuk dikeluarkan.

Gejala dehidrasi pada bayi dapat diketahui melalui beberapa pertanda, yakni sebagai berikut:

  • Mulut dan bibir nampak kering.
  • Terlihat lesu.
  • Tak ada air mata saat menangis.
  • Napas lebih cepat.
  • Rewel berlebihan.
  • Urine berwarna lebih gelap dan berbau menyengat.
  • Tangan dan kaki terasa dingin, mata pun terlihat cekung.

4. Perubahan Kondisi

Setiap perubahan dalam rutinitas bayi, seperti perjalanan, cuaca panas ataupun dingin dan stres dapat memengaruhi fungsi ususnya sehingga dapat berimbas pada terjadinya sembelit.

Bayi yang stres atau merasa tidak nyaman biasanya akan nampak begitu rewel dan menangis berkepanjangan. Selain itu, ia juga akan mengalami penurunan nafsu makan/minum, gelisah saat tidur hingga terlihat lebih manja seperti tak ingin lepas dari gendongan.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

5. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, penyebab sembelit pada bayi dapat pula menjadi pertanda dari kondisi medis yang mendasari. Diantaranya seperti hipotiroidisme, botulisme, gangguan metabolismealergi makanan hingga malformasi anorektal.

Tips singkat mengatasi sembelit pada bayi

Untuk membantu meringankan masalah sembelit yang dialami oleh buah hati tercinta, ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan, yakni:

  • Berikan ia asupan cairan juga makanan berserat tinggi yang cukup.
  • Terapkan pijatan lembut pada area perutnya.
  • Lakukan latihan gerakan melingkar pada kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.
  • Mandikan dengan air hangat untuk membantu merileks-kan otot-ototnya.

Jangan pernah memberikan obat pencahar atau supositoria tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Segera periksakan ia ke dokter jika sembelit yang dialami berkepanjangan atau nampak beberapa gejala seperti kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, demam, muntah-muntah atau terdapat darah pada fesesnya.

Perhatikan! bayi berusia kurang dari 2 bulan yang tidak BAB selama 2-3 hari berturut-turut harus segera dibawa ke dokter. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini