HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Bayi Baru Lahir

Cara Ampuh Mengatasi Bayi Yang Susah Tidur

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Mar 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Cara Ampuh Mengatasi Bayi Yang Susah Tidur

Masalah susah tidur pada bayi dapat mempengaruhi kehidupan berumah tangga dan pekerjaan. Mengatasi bayi susah tidur menjadi agenda utama bagi para pasangan muda yang baru memiliki anak.

Kondisi bangun berulang di tengah malam demi membujuk sang buah hati untuk kembali tidur bergantian dengan pasangan anda, bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Pasangan suami istri yang tengah memiliki balita memang kerap terganggu dengan masalah susah tidur pada bayi. Karena hal ini menyebabkan menurunnya kuantitas tidur si ayah maupun ibu.

Cara mengatasi bayi susah tidur

Berkurangnya jam tidur sebab sang buah hati terlampau sering terbangun di tengah malam dapat mempengaruhi suasana hati, kekebalan tubuh dan menggangu kinerja tubuh dalam memproses suatu informasi.

Alangkah baiknya bila Anda tahu langkah apa yang perlu dilakukan untuk membuat anak Anda tetap terlelap di waktu tidurnya. Ikuti tips mengatasi bayi susah tidur berikut ini:

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

1. Bentuk kebiasaan malam

Biasakan suatu kegiatan yang mengisyarakat waktu tidur telah tiba. Kebiasaan menyikat gigi, minum segelas susu hangat, mengenakan piama, dan mendongeng bisa menjadi signal bagi anak sebagai langkah persiapan sebelum tidur.

2. Atur penerangan kamar

Suasana kamar yang tenang dengan penerangan yang lembut bisa memberikan efek nyaman dan kemudian menstimulasi otak untuk segera beristirahat. Sebaiknya hindari bunyi-bunyian yang berasal dari televisi ataupun radio, suara bising alat elektronik dapat membuat anak terus terjaga.

3. Batasi makanan atau minuman mengandung kafein

Kurangi asupan kafein yang biasanya tanpa kita sadari terkandung dalam makanan-makanan kecil. Dalam sebatang coklat, secangkir teh atau permen dengan rasa kopi ternyata mengandung jumlah kafein yang dapat membuat anak terjaga lebih lama.

4. Temani anak sampai tidur

Menemani anak hingga mereka benar-benar terlelap adalah kunci kesalahan yang utama. Anak akan terbiasa dengan kehadiran anda sehingga saat terbangun di sela-sela tidurnya dan tak melihat anda, mereka akan merasa gelisah.

Mulailah tanamkan kemandirian pada anak dengan menemani hanya hingga anak hampir tidur dan bukan hingga anak terlelap. Saat anak sudah terbiasa dengan kesendiriannya, maka anak tak akan lagi merengek minta ditemani kala terbangun di tengah malam.

Pola membatasi pendampingan ini akan mendidik anak untuk mengatasi gelisah dan membuat anak lebih percaya diri di kemudian hari. Perlu diperhatikan juga bagi para orang tua, anak rewel bisa jadi kode penanda dari kondisi tidak enak badan. Periksalah suhu tubuh anak bila rewel tak mereda, mungkin hidungnya mampet sehingga susah bernapas.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Helping baby sleep through the night. Mayo Clinic. (http://www.mayoclinic.com/health/baby-sleep/FL00118)
Newborn Not Sleeping: Tips and Tricks. Healthline. (https://www.healthline.com/health/parenting/newborn-not-sleeping)
Top Reasons Children Can't Sleep. WebMD. (https://www.webmd.com/children/ss/children-sleep-problems)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app