Penyebab Kram Perut Setelah Berhubungan Seks

Dipublish tanggal: Sep 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ada berbagai penyebab mengapa perut mengalami kram setelah berhubungan intim

Salah satunya karena kondisi medis yang disebut dispareunia

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Dispareunia merupakan nyeri yang timbul sebelum, selama, atau sesudah berhubungan intim. Kram perut akibat dispareunia ini sering dirasakan pada area vagina, labia, serta panggul.  

Selain dispareunia, infeksi PMS seperti gonore, klamidia, maupun herpes kelamin juga sering menimbulkan nyeri, khususnya di area sekitar vagina. Penyebab nyeri vagina lain pasca berhubungan intim adalah karena:

  • Menopause 
  • Vaginismus (kontraksi vagina yang menimbulkan nyeri ketika berhubungan intim)
  • Iritasi di daerah kemaluan

Penyebab Kram Perut Setelah Berhubungan Seks

Lain halnya dengan kram yang timbul di sekitar panggul atau setelah berhubungan intim. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, misalnya seperti:

Kehamilan 

Ada alasan mengapa bumil sering merasakan kram perut pasca berhubungan intim. Hal ini dikarenakan orgasme membuat rahim berkontraksi sehingga menyebabkan kram. 

Gejala ini rata-rata dialami oleh ibu hamil yang usia kehamilan sudah mencapai trimester ketiga. Cara mengatasi kram perut setelah berhubungan seks akibat kehamilan adalah dengan istirahat beberapa menit hingga kramnya mereda.

Efek penggunaan kontrasepsi 

Alat kontrasepsi seperti IUD atau KB Spiral memang dapat menimbulkan sensasi kram perut selama beberapa minggu setelah proses pemasangan. Walau begitu, aktivitas seksual biasanya membuat efek tersebut lebih terasa. Oleh sebab itu, segera hubungi dokter bila kram perutnya tak kunjung hilang meski sudah lewat beberapa minggu. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul muncul bila organ reproduksi bagian atas, dalam hal ini rahim, tuba falopi, serta ovarium, mengalami radang akibat infeksi. Gejala radang panggul yang paling umum antara lain:

  • Nyeri di panggul atau perut bawah
  • Rasanya tidak nyaman atau bahkan sakit saat berhubungan intim
  • Keluar darah dari vagina setelah berhubungan seks
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Nyeri saat haid
  • Pendarahan berlebihan ketika menstruasi
  • Keputihan abnormal - keluar cairan vagina berwarna kuning atau hijau
  • Dapat juga disertai demam, mual serta muntah bila kondisinya parah

Fibroid atau miom

Miom merupakan jaringan non-kanker yang berkembang di dalam atau sekitar rahim. Tumbuhnya miom di dekat vagina atau leher rahim juga dapat menyebabkan kram perut setelah berhubungan seks. Selain itu, gejala seseorang mengalami fibroid lainnya adalah:

  • Nyeri haid
  • Pendarahan berlebih saat menstruasi
  • Nyeri punggung bawah
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil
  • Sembelit
  • Nyeri perut

Endometriosis 

Endometriosis merupakan kondisi tumbuhnya jaringan di luar rahim, padahal jaringan tersebut seharusnya melapisi sisi dalam rahim. Gejala endometriosis rata-rata berupa:

  • Kram perut
  • Pendarahan berlebih ketika datang bulan
  • Gangguan kesuburan sehingga sulit hamil

Infeksi saluran kemih (ISK)

Dibanding pria, wanita lebih sering mengalami infeksi saluran kemih. Gejala ISK yang paling umum antara lain:

  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Rasanya ingin pipis terus
  • Nyeri selama atau sesudah berhubungan seks
  • Demam
  • Kesulitan menahan pipis

Penyebab lainnya 

Selain beberapa kondisi tadi, beberapa hal berikut juga dapat menjadi penyebab kram perut setelah berhubungan intim lainnya:

  • Kista ovarium
  • Kehamilan ektopik (di luar rahim)
  • Adanya luka atau infeksi pada leher rahim
  • Terlalu cepat berhubungan intim padahal baru menjalani operasi atau melahirkan

Cara Mengatasi Kram Perut Setelah Berhubungan Seks

Pada umumnya, kram perut usai berhubungan intim tidak perlu terlalu dikhawatirkan, kecuali jika itu disebabkan oleh salah satu penyakit di atas. Untuk ini, Anda memang harus segera memeriksakan diri ke dokter, apalagi kalau sensasi kram perutnya sangat mengganggu kehidupan seksual dan aktivitas sehari-hari. 

Namun bila kram perut setelah berhubungan seks bukan disebabkan penyakit, cobalah terapkan beberapa cara sederhana berikut ini:

  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti paracetamol - lakukan hanya jika intensitas nyerinya cukup hebat.
  • Menggunakan kompres atau mandi air hangat supaya sirkulasi darah kembali lancar. 
  • Latihan relaksasi seperti yoga atau meditasi.
  • Minum suplemen yang kaya vitamin E, B1, B6, magnesium, serta asam lemak omega-3 untuk membantu meredakan otot tegang sehingga kram berkurang. Untuk metode satu ini, masih perlu diteliti lebih lanjut.
  • Terakhir, terapkan pola hidup sehat, termasuk tidak merokok atau mengonsumsi alkohol.

8 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Women’s Sexual Symptoms: Pelvic Pain, Bleeding, Low Sex Drive, and More. WebMD. (Accessed via: https://www.webmd.com/women/features/womens-sexual-symptoms)
8 Reasons You Might Be Feeling Pain After Sex. Shape Magazine. (Accessed via: https://www.shape.com/lifestyle/sex-and-love/reasons-for-pain-after-sex)
Stomach Pain After Sex – Why It Happens & How To Stop It. Women's Health. (Accessed via: https://www.womenshealthmag.com/sex-and-love/a26012537/stomach-pain-after-sex/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app