HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Apakah Buang Air Kencing Setelah Berhubungan Benar-Benar Diperlukan

Dipublish tanggal: Mei 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apakah Buang Air Kencing Setelah Berhubungan Benar-Benar Diperlukan

Buang air kecil setelah berhubungan bukan hal yang diperlukan, tapi hal ini dapat sangat membantu. Buang air kencing setelah berhubungan seks dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih (ISK).

ISK terjadi ketika bakteri memasuki saluran kemih, biasanya melalui uretra Anda, dan melakukan perjalanan ke kandung kemih.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Jika Anda wanita, uretra Anda yang merupakan lubang di mana urin dilepaskan, sangat dekat lokasinya dengan lubang vagina Anda.

Jika Anda pria, uretra Anda melepaskan urin dan air mani , meskipun tidak pada saat yang bersamaan.

Kebiasaan buang air kencing setelah berhubungan seks dapat membantu membersihkan bakteri yang diperkenalkan saat hubungan intim jauh dari uretra Anda. Meskipun ini bukan cara yang sangat mudah untuk mencegah ISK terkait seks, ini adalah salah satu cara yang cukup mudah untuk dicoba.

Apakah aturan ini berlaku untuk semua orang?

  • Buang air kencing setelah berhubungan seks bukanlah ide yang buruk, dan banyak orang yang diuntungkan dari pengurangan risiko terjangkit ISK.
  • Jika Anda adalah seorang wanita dan rentan terhadap ISK, Anda akan endapat keuntungan terbaik dari kebiasaan ini. Hal ini dikarenakan jalur dari uretra ke kandung kemih Anda pendek, sehingga bakteri tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk menyebabkan penyakit ISK.
  • Jika Anda adalah seorang wanita tetapi tidak rentan terhadap ISK, buang air kencing setelah berhubungan seks mungkin tidak sepenting itu.
  • Kencing setelah berhubungan seks memang tidak begitu menguntungkan bagi para pria. Hal ini dikarenakan uretra pada pria lebih panjang, sehingga bakteri harus melakukan perjalanan lebih jauh untuk menyebabkan ISK.

Bagaimana jika Anda tidak melakukan hubungan penetrasi?

Dalam kasus seperti ini, Anda atau pasangan Anda dapat menyentuh vulva di tempat lain tanpa harus khawatir mengenai peningkatan risiko terjangkit penyakit ISK.

Namun, ada pengecualian, jika pasangan Anda melakukan seks oral yang berfokus pada kontak oral dengan klitoris (yang sangat dekat dengan lubang uretra), bakteri dapat didorong dari mulut dan lidah ke dalam uretra.

Seberapa cepat Anda harus buang air kecil?

Idealnya, Anda harus buang air kecil dalam 30 menit setelah berhubungan seks untuk mendapatkan manfaat pencegahan ISK. Lebih cepat lebih baik.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Dapatkah hal ini membantu mencegah kehamilan?

  • Kencing tidak akan mencegah kehamilan, bahkan jika Anda buang air kecil beberapa detik setelah ejakulasi dilepaskan.
  • Selama hubungan intim vagina, ejakulasi dilepaskan ke dalam saluran vagina. Urin dilepaskan dari uretra. Ini adalah dua lubang yang sepenuhnya terpisah. Dengan kata lain, melepaskan urine dari uretra Anda tidak akan mengeluarkan apa pun dari vagina Anda.
  • Jika air mani telah memasuki vagina, tidak ada jalan untuk kembali. Sperma sudah berjalan ke atas untuk mencoba dan membuahi sel telur.

Bagaimana jika Anda mencoba untuk hamil?

Ketika Anda mencoba untuk hamil, beberapa ahli medis mungkin menyarankan menunggu beberapa menit sebelum bangun setelah berhubungan seks. Hal ini diyakini dapat membantu sperma-sperma berenang menuju rahim.

Namun, sebagian besar perenang yang efektif sudah bekerja, dengan atau tanpa Anda berbaring telentang.

Anda tidak akan mengurangi peluang kehamilan, jika Anda langsung buang air kecil sesudahnya. Jika Anda benar-benar ingin memberikannya sejenak, pertimbangkan untuk menunggu sekitar lima menit, kemudian bangun dan buang air kecil.

Bagaimana dengan IMS dan infeksi lainnya?

  • Kencing setelah berhubungan seks dapat membantu menghilangkan bakteri penyebab ISK, tetapi itu tidak akan mencegah Anda tertular infeksi menular seksual (IMS).
  • Tujuan dari buang air kecil setelah berhubungan intim adalah untuk menghilangkan bakteri dari uretra.
  • Bakteri terkait IMS mempengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Kencing tidak akan memengaruhi proses penyerapan ini. Satu-satunya cara untuk mengurangi risiko IMS adalah dengan menggunakan kondom setiap kali Anda melakukan aktivitas seksual.

Bagaimana jika Anda tidak ingin buang air kecil?

Jika Anda tidak ingin buang air kecil, Anda mungkin dapat mencoba tips berikut ini:

  • Minum lebih banyak air. Semakin banyak Anda minum, semakin banyak kandung kemih Anda meregang. Semakin membentang, semakin besar kemungkinan Anda merasakan keinginan untuk buang air kecil. Minum setengah atau segelas penuh air setelah berhubungan seks.
  • Coba isyarat audio atau visual. Menonton atau mendengarkan air yang mengalir, misalnya, dapat membantu merangsang kandung kemih Anda.
  • Duduklah di toilet selama beberapa menit ekstra. Mengambil beberapa saat ekstra untuk diri sendiri dapat mendorong kandung kemih Anda untuk rileks dan melepaskan urine.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Peeing After Sex: Is It Really Necessary? Pregnancy, UTIs, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/peeing-after-sex)
Peeing after sex: Benefits, UTI prevention, and more. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/327380.php)
Things You Should (and Shouldn’t) Do After Having Sex. WebMD. (https://www.webmd.com/sex-relationships/ss/slideshow-sexual-hygiene)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app