Penyakit Epididimitis - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Apr 28, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 3 menit

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis. Epididimis adalah bagian struktur yang menempel pada bagian belakang testis yang menyimpan dan membawa sperma. Ketika terjadi peradangan pada epididimis, maka dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada testis.

Epididimitis dapat menyerang pria dari segala usia, tetapi kondisi ini paling sering terjadi pada pria berusia 14 hingga 35 tahun. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyakit menular seksual (PMS). Menurut waktu berlangsungnya kondisi ini, epididimitis dibagi menjadi :

  • Epididimitis akut berlangsung selama kurang dari enam minggu. Pada sebagian besar kasus epididimitis akut, terjadi peradangan testis. Kondisi ini disebut epididymo-orchitis. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gonore dan klamidia adalah penyebab paling umum terjadinya epididimitis pada pria berusia 35 tahun atau lebih muda.
  • Epididimitis kronis, di sisi lain, berlangsung selama lebih dari enam minggu. Gejalanya meliputi ketidaknyamanan atau rasa sakit di skrotum (kantung buah zakar), epididimis, atau testis. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh reaksi granulomatosa, yang dapat menyebabkan kista atau kalsifikasi.

Apa penyebab terjadinya Penyakit Epididimitis?

Penyebaran infeksi bakteri biasanya menyebabkan epididimitis. Infeksi yang menyebabkan epididimitis biasanya dimulai di uretra, prostat, atau kandung kemih. Dua jenis utama infeksi menyebabkan epididimitis:

Infeksi Menular Seksual (IMS)

Epididimitis yang disebabkan oleh IMS, seperti gonore atau klamidia, paling sering terjadi pada pria heteroseksual muda; khususnya mereka yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan tidak menggunakan kondom. Epididimitis akibat IMS lebih sering terjadi dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Epididimitis yang disebabkan oleh ISK biasanya terjadi pada anak-anak, pria yang lebih tua, dan pria homoseksual. Faktor-faktor berikut sering menyebabkan ISK pada pria:

Penyebab Epididimitis pada anak-anak

Kasus epididimitis pada anak jarang terjadi. Epididimitis pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar dari uretra atau kandung kemih. Peradangan biasanya akan terjadi akibat salah satu dari hal berikut:

  • Cedera langsung pada daerah tersebut
  • Epididimis yang terpuntir
  • Urin yang mengalir ke epididimis

Ada juga beberapa penyebab epididimitis yang tidak biasa, seperti:

  • Penyakit gondong
  • TBC
  • Obat-obatan dosis tinggi yang disebut amiodarone, biasanya diminum untuk masalah irama jantung
  • Cedera pada pangkal paha
  • Masalah struktural pada saluran kemih
  • Penyakit Behcet
  • Masalah ginjal dan kandung kemih bawaan

Gejala Epididimitis

Epididimitis akan menyebabkan rasa sakit pada salah satu atau kedua testis. Area yang mengalami epididimitis juga akan menjadi merah, bengkak, dan hangat bila disentuh. Jika dibiarkan tidak diobati, maka akan kondisi ini dapat memburuk seiring waktu. Gejala lain yang dapat muncul meliputi:

  • demam
  • panas dingin
  • testis yang mengalami epididimitis terasa berat
  • pembesaran testis
  • testis yang menjadi sensitif terhadap sentuhan
  • nyeri di perut atau panggul
  • sering ingin buang air kecil
  • sensasi terbakar saat buang air kecil
  • keluar cairan yang tidak normal dari saluran kencing
  • darah dalam urin
  • rasa sakit saat ejakulasi atau berhubungan seks
  • penumpukan cairan di sekitar testis yang mungkin terasa seperti benjolan

Gejala biasanya akan tergantung pada penyebab yang mendasari terjadinya epididimitis. Sebagai contoh, keluarnya cairan yang tidak normal seperti nanah dari saluran kencing kemungkinan disebabkan oleh IMS, sedangkan keinginan untuk buang air kecil yang berlebihan kemungkinan disebabkan oleh ISK.

Gejala epididimitis juga bisa mirip dengan gejala torsi testis, suatu kondisi dimana testis terpuntir dan memotong suplai darah sehingga memerlukan operasi darurat. Akibatnya, jika seseorang mengalami gejala-gejala ini, mereka harus segera periksa ke dokter.

Gejala Epididimitis pada anak-anak

Pada anak-anak, gejala yang paling umum adalah:

  • ketidaknyamanan di perut bagian bawah atau panggul
  • kemerahan dan teraba lunak pada sisi skrotum
  • rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • keluar cairan tidak normal dari saluran kencing
  • demam

Apakah Epididimitis dapat dicegah?

Anda dapat mengurangi risiko mengalami epididimitis dengan:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks
  • Menghindari aktivitas fisik yang berat atau
  • Mengurangi waktu duduk yang terlalu lama

Bagaimana cara mengatasi Epididimitis?

Diagnosa

Untuk mendiagnosis epididimitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, dan memeriksa skrotum untuk mencari area yang mengalami peradangan. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan urinalisis (tes urin) untuk mencari bakteri dalam urin. 

Dalam beberapa kasus, dokter menggunakan tes pencitraan yang disebut USG untuk memeriksa skrotum.

Pengobatan

Epididimitis yang disebabkan oleh bakteri diobati dengan antibiotik, paling sering doxycycline , ciprofloxacin , levofloxacin , atau trimethoprim-sulfamethoxazole . Antibiotik biasanya diminum selama 1 hingga 2 minggu.

Seorang pria yang menderita epididimitis juga dapat meringankan gejala dengan:

  • Beristirahat
  • Mengangkat skrotum
  • Meletakan kompres es pada daerah yang mengalami peradangan
  • Minum banyak cairan
  • Minum obat anti-inflamasi untuk mengatasi rasa sakit

7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Alana Biggers, M.D., MPH, Epididymitis (https://www.medicalnewstoday.com/articles/318146.php), 29 June 2017.

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app