GRACIA BELINDA
Ditulis oleh
GRACIA BELINDA
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

Prosedur Pemasangan Kateter Urin

Dipublish tanggal: Agu 12, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 27, 2020 Waktu baca: 2 menit
Prosedur Pemasangan Kateter Urin

Pemasangan kateter atau kateterisasi merupakan salah satu cara medis yang biasa digunakan sebagai alternatif saluran kencing atau pembuangan urin melalui selang yang kemudian tersimpan sementara dalam kantung plastik.

Apabila sudah penuh, maka air kencing dalam kantong plastik tersebut akan dibuang. Kateter ini hanya dibutuhkan pada pasien dengan penyakit tertentu, di mana tidak memungkinkan untuk membuang air kecil sendiri di kamar mandi. Proses pemasangan kateter atau kateterisasi ini pun dilakukan dengan cara memasukkan selang kecil tipis ke dalam saluran kencing.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Siapa saja yang membutuhkan pemasangan kateter atau kateterisasi?

Dalam dunia medis, ternyata kateter memiliki banyak fungsi, di antaranya menangani penyakit tertentu hingga melakukan prosedur operasi. Kateter ini dibutuhkan bagi pasien yang tidak mampu mengosongkan kandung kemihnya. Sebab jika kandung kemih tidak dikosongkan, urin akan menumpuk di ginjal dan menyebabkan kerusakan pada organ tersebut.

Kebutuhan pemasangan kateter bagi beberapa orang yang mengalami kondisi tertentu:

  • Tidak mampu mengendalikan frekuensi buang air kecil
  • Memiliki masalah terhadap kesehatan kandung kemih
  • Menjalani perawatan inap untuk tindakan operasi/pembedahan
  • Berada dalam kondisi koma
  • Sedang dibius dalam waktu yang cukup lama
  • Mengalami cedera berat yang tidak boleh banyak bergerak

Seseorang juga membutuhkan pemasangan kateter apabila tidak diperbolehkan melakukan banyak gerak hingga memiliki retensi kemih akut. Kemudian, ketika pasien tersebut sudah bisa bergerak untuk buang air kencing sendiri, maka kateter tersebut akan dilepas. Pada kondisi tertentu, kateter ini bisa dipasang untuk pemakaian jangka panjang bagi lansia bahkan permanen.

4 Jenis kateter dalam dunia medis

Berdasarkan lama waktu penggunaannya dalam dunia medis, maka kateter ini dibedakan menjadi berbagai jenis, di antaranya:

  • Kateter plastik yang bersifat sementara sehingga sering digunakan bagi pasien dengan sakit tidak kronis. Kateter plastik ini juga bersifat mudah rusak dan tidak fleksibel
  • Kateter lateks yang tahan untuk pemakaian dalam jangka waktu kurang lebih 3 minggu
  • Kateter silikon murni untuk pemakaian dalam jangka waktu 2-3 bulan. Sifatnya lebih lentur pada saluran uretra
  • Kateter logam ini khusus untuk pemakaian sementara dan digunakan pada ibu yang melahirkan untuk mengosongkan kandung kemih

Baca juga: Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kencing secara Alami

Cara pemasangan kateter urin

Secara umum, kateterisasi urin ini dilakukan dengan memasukkan selang ke dalam saluran kencing sebagai tempat penampungan sementara urin sehingga pasien tidak perlu repot untuk bolak balik buang air kecil ke kamar mandi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Prosedur pemasangan kateter urin ini biasanya dilakukan oleh perawat atas instruksi dokter. Di samping itu, kateter harus dipasang dalam tubuh pasien dengan prosedur yang steril sehingga terhindar dari beragam risiko infeksi.

Mekanisme pemasangan kateter urin yang benar:

  • Memastikan seluruh peralatan kateterisasi dan area sekitar alat kelamin pasien bersih oleh perawat. Kemudian, selang dilumuri dengan pelumas sehingga mudah dimasukkan dalam saluran kencing pasien. 
  • Terkadang untuk mengurangi rasa sakit, pasien akan dibius lokal sehingga prosedur pemasangan berlangsung lancar. Selang kateter lalu dimasukkan dalam uretra oleh perawat dengan tangan. 

Panjang selang kateter yang berkisar 5 cm akan dimasukkan secara perlahan hingga mencapai leher kandung kemih. Baru setelah pemasangan kateter itu berhasil, pasien sudah bisa buang air kecil secara langsung melalui selang kateter tanpa perlu usaha dan menggunakan otot berlebih. Urin ini akan mengalir melalui selang kateter dan ditampung dalam kantong urin. Tetapi pastikan untuk mengosongkan kantong urin setiap 6-8 jam sekali.

Baca juga: 6 Arti Warna Urine

13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Catheter Care: Urinary Catheter Care: What is a Catheter?. UCLA Health. (https://www.uclahealth.org/urology/catheter-care)
Urinary Catheter Insertion. University of Ottawa Faculty of Medicine. (https://www.med.uottawa.ca/procedures/ucath/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Artikel selanjutnya
Panduan Memasang Kateter Urin
Panduan Memasang Kateter Urin

Jika pasien tidak bisa mengosongkan kandung kemih maka air kencing akan menumpuk pada ginjal dan menyebabkan kerusakan dan membuat ginjal tidak berfungsi.Berikut ini merupakan kriteria-kriteria pasien yang perlu dilakukan tindakan pemasangan kateter:

Buka di app