8 Gejala Penyakit Celiac yang Tak Boleh Disepelekan

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
8 Gejala Penyakit Celiac yang Tak Boleh Disepelekan

Penyakit celiac adalah gangguan dalam tubuh akibat mengonsumsi gluten. Gluten itu sendiri merupakan jenis protein yang biasa dicampurkan pada beberapa jenis makanan untuk membuatnya menjadi lebih kenyal dan elastis. Biasa ditemukan pada sereal, gandum, pasta, roti hingga makanan instan. Seperti apa penyakit ini dan apa saja gejala penyakit celiac yang perlu diwaspadai?

Apa itu penyakit celiac?

Penyakit celiac adalah gangguan yang menyebabkan tubuh salah mengenali senyawa gluten yang terkandung di dalam makanan sebagai suatu ancaman. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh akan bekerja secara aktif untuk melawan dan berdampak pada rusaknya beberapa jaringan tubuh yang sehat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Baca Juga: Hindari Gluten Jika Anda Memiliki 3 Penyakit Ini

Penyakit celiac dapat merusak dinding usus halus dan memicu peradangan, sehingga penyerapan nutrisi dalam tubuh jadi tidak optimal. Dalam beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan sejumlah masalah pencernaan atau bahkan tubuh akan mengalami gejala kurang gizi.

Di samping itu, dampak penyakit celiac ini juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan darah atau anemia. Pada orang dewasa, gejala penyakit celiac bisa mempercepat osteoporosis dan bahkan meningkatkan risiko limfoma. Sedangkan pada anak-anak, penyakit celiac dapat memperlambat pertumbuhan dan melemahkan tulang anak.

Apa penyebab penyakit celiac?

Para ahli masih belum bisa memastikan penyebab penyakit celiac ini. Namun, jika terdapat salah satu anggota keluarga yang pernah terkena penyakit celiac, maka tidak kemungkinan Anda akan mengalami hal serupa di masa mendatang.

Selain karena faktor gen yang mengalir di dalam tubuh, penyakit ini juga dapat timbul apabila Anda pernah mengalami infeksi pencernaan seperti rotavirus. Beberapa penyakit lain seperti diabetes tipe 1kolitis ulseratif, gangguan saraf, sindrom Down, sindrom Turner, sindrom Sjogren, dan penyakit autoimun merupakan jenis penyakit yang mampu meningkatkan risiko penyakit celiac.

Tanda dan gejala penyakit celiac

Berikut ini berbagai tanda dan gejala penyakti celiac yang perlu diketahui, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

1. Diare

Diare merupakan gejala penyakit celiac yang paling umum. Seseorang yang mengalami penyakit celiac biasanya akan buang air besar dengan tekstur cair atau sebagian padat, feses mengeluarkan bau tak sedap, dan terkadang terlihat berminyak atau berbuih.

Menurut sebuah penelitian, sebanyak 79% pasien penyakit celiac mengalami diare sebelum mendapatkan pengobatan. Namun, setelah mendapatkan pengobatan, hanya 17 persen pasien saja yang masih menderita diare.  

2. Anemia

Penyakit celiac dapat menurunkan asupan zat besi dalam tubuh. Karena hal inilah, gejala penyakit celiac juga menimbulkan anemia pada pasien.

3. Tubuh membengkak

Area tangan, kaki, lengan dan bagian tubuh lainnya dapat membengkak akibat adanya retensi cairan.

4. Perut kembung

Selain memicu diare, sistem kekebalan tubuh yang menyerang sistem pencernaan akan menimbulkan peradangan. Hal ini dapat menyebabkan perut kembung dan beberapa masalah pencernaan lainnya.

Meskipun tidak selalu menyebabkan penyakit celiac, asupan gluten yang masuk ke dalam tubuh dapat memicu perut kembung pada beberapa orang. Kondisi ini akan berangsur-angsur membaik setelah Anda berhenti mengonsumsi gluten.

Iklan dari HonestDocs
Beli L-BIO 30 SACH via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

5. Sering buang angin

Buang angin merupakan suatu hal yang biasa terjadi karena beberapa makanan yang dikonsumsi akan dikeluarkan dalam bentuk gas. Namun bagi orang yang menderita penyakit celiac, mereka cenderung lebih sering buang angin karena gangguan pada sistem pencernaannya.

6. Kelelahan

Selain mengganggu sistem pencernaan, penyakit celiac juga dapat berdampak buruk bagi kondisi tubuh Anda. Masalah pencernaan akan lebih banyak menguras cairan dari dalam tubuh, sehingga tubuh mengalami kekurangan cairan. Alhasil, tubuh jadi lebih gampang capek dan tak berenergi.

7. Berat badan turun

Penyakit celiac harus segera diobati, sebab jika tidak bisa membuat berat badan Anda turun. Pasalnya, penyakit celiac menyebabkan tubuh gagal menyerap nutrisi yang masuk, sehingga pasien berisiko mengalami kekurangan gizi hingga berat badan turun.

8. Sembelit

Selain diare, penyakit celiac juga menyebabkan seseorang mengalami sembelit

Penyakit celiac membuat sistem kekebalan tubuh justru melebarkan jonjot usus halus yang berfungsi untuk menyerap nutrisi. Akibatnya, nutrisi yang terserap jadi berlebihan. Hal ini mengakibatkan feses cenderung keras dan memicu sembelit.

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala penyakit celiac tersebut, segera konsultasikan ke dokter. Semakin cepat ditangani, maka penyakit celiac akan semakin cepat terobati dan mencegahnya jadi lebih parah.

Baca Juga: Mengenal Gluten Free dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brown AY. AllScripts EPSi. Rochester, Minn. Sept. 20, 2018.
Gluten free diet: Building the grocery list. American Academy of Nutrition and Dietetics. https://www.eatright.org/health/diseases-and-conditions/celiac-disease/the-gluten-free-diet-building-the-grocery-list.
Definition & facts for celiac disease. National Institute of Diabetes, Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/celiac-disease.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app