Pengobatan

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Penyebab dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Penyebab dan Pengobatan

Kelenjar getah bening banyak tersebar di tubuh kita, terdapat di berbagai titik, namun ada titik-titik tertentu yang memiliki kelenjar ini lebih banyak, misalnya di leher, ketiak, dada, dan lipat paha atau selangkangan.

Normalnya kelenjar getah bening ini tidak teraba, atau kalaupun teraba akan terasa sangat kecil. Pembengkakan kelenjar getah bening yang membuat ukurannya menjadi membesar bahkan membentuk benjolan, biasanya terjadi sebagai akibat dari paparan bakteri atau virus. Ketika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh infeksi, maka disebut dengan limfadenitis.

Baca juga: 7 Penyakit Kelenjar Getah Bening Beserta Ciri-cirinya

Sedangkan istilah umum untuk pembesaran kelenjar getah bening apapun penyebabnya adalah limfadenopati. Banyak yang takut jangan-jangan ini sangat berbahaya, namun perlu diketahui bahwa pembengkakan kelenjar getah bening lebih jarang disebabkan oleh kanker, walaupun tidak sedikit yang mengalaminya.

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Seperti telah kami jelaskan sebelumnya pada pembahasan mengenai sistem limfatik, bahwa kelenjar getah bening berukuran kecil, bulat seperti kacang, sering berkelompok dan ditutupi oleh kapsul jaringan ikat. Di dalamnya banyak sel-sel pertahanan tubuh seperti limfosit yang menghasilkan partikel protein untuk melawan kuman yang masuk. Ada juga makrofag, yang berfungsi menelan dan menghancurkan kuman atau partikel berbahaya.

Kelenjar getah bening terletak berkelompok pada area pada tubuh dan bertanggung jawab pada daerah yang berdekatan. Mungkin lebih sering terlihat pembengkakan kelenjar getah bening di daerah tertentu, seperti kelenjar getah bening di leher, bawah dagu, di ketiak dan di selangkangan. Mengetahu kelenjar getah bening mana yang bengkak akan membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasari.

Penyebab pembengkakan kelenjar getah bening yang paling umum adalah infeksi, terutama infeksi virus, misalnya flu biasa. Namun, masih banyak jenis infeksi lain yang menyebabkannya, termasuk infeksi parasit dan bakteri, bahkan penyakit serius seperti kanker.

Tergantung pada penyebab pembengkakan kelenjar getah bening, tanda dan gejala lain juga dapat menjadi petunjuk yang mungkin, meliputi:

Penyakit Infeksi yang Sering

Berikut contoh penyakit infeksi yang sering menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening:

Penyakit Infeksi yang Jarang

  • Tuberkulosis
  • Infeksi menular seksual tertentu, seperti sifilis
  • Toxoplasmosis - infeksi parasit yang bersuber dari tinja kucing yang terinfeksi atau makan daging yang tidak matang

Gangguan Autoimun

  • Penyakit Lupus - penyakit peradangan kronis yang menyerang sendi, kulit, ginjal, sel darah, jantung dan paru-
  • Rheumatoid arthritis (RA) - penyakit peradangan kronis yang menyerang jaringan yang melapisi sendi (synovium) disebut juga rematik.

Penyakit Kanker

  • Limfoma - kanker yang berasal dalam sistem limfatik
  • Leukemia - kanker yang berasal jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik
  • Kanker lain yang telah menyebar (metastasis) ke kelenjar getah bening

Kemungkinan penyebab lain, tapi jarang termasuk obat-obatan tertentu, seperti obat anti kejang fenitoin, dan obat-obat pencegahan malaria.

Langkah Pengobatan Limfadenopati

Jika pembengkakan kelenjar getah bening terasa menyakitkan, maka berikut ini adalah tips untuk mengatasinya yang dapat Anda terapkan di rumah :

  • Kompres Hangat. Oleskan, kompres basah hangat, seperti kain lap dicelupkan ke dalam air panas, kemudian peraslah, lalu tempelkan pada daerah yang  bengkak.
  • Minum Obat Antinyeri.  Obat penghilang rasa sakit (analgetik) bisa Anda dapatkan di apotek atau toko obat tanpa resep dokter, seperti aspirin, ibuprofen dan acetaminophen (parasetamol), obat-obatan ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan demam. Tapi ingat, tidak boleh memberikan aspirin untuk anak tanpa konsultasi dokter.
  • Istirahat. Pada kondisi sakit sperti ini Anda perlu istirahat lebih banyak, hal ini bertujuan untuk memacu kerja sistem imun sehingga membantu mempercepat pemulihan.

Perlu diketahui bahwa pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh virus, umumnya dapat normal kembali setelah infeksi tersebut telah hilang dari tubuh. Pada kondisi ini tidak memerlukan penggunaan antibiotik, karena itu tidak berguna untuk mengobati infeksi virus.

Sedangkan pengobatan untuk pembengkakan kelenjar getah bening oleh penyebab lainnya akan tergantung pada penyebabnya sebagai berikut:

  • Infeksi. Pengobatan yang tepat untuk pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah antibiotik. Jika disebabkan oleh infeksi HIV, maka dokter akan memberikan obat khusus untuk kondisi ini.
  • Gangguan Autoimun. Jika pembengkakan kelenjar getah bening disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis, maka pengobatan yang diperlukan adalah mengatasi gejala dan menekan respon imun.
  • Kanker. Bengkak yanga disebabkan oleh kanker memerlukan pengobatan khusus untuk kanker. Tergantung pada jenis kanker yang menyerang, pengobatan yang bisa dipilih berupa operasi, radiasi atau kemoterapi.

Jangan lupa untuk pergi ke dokter apabila pembengkakan kelenjar getah bening memiliki karakteristik berikut:

  • Timbul tanpa alasan yang jelas
  • Terus memperbesar atau ada terus selama dua sampai empat minggu
  • Teraba keras, atau tidak bergerak saat Anda berusaha menggoyangnya
  • Disertai dengan demam persisten, keringat malam atau penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.
  • Disertai dengan sakit tenggorokan atau kesulitan menelan atau bernapas

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
American Cancer Society. Lymph nodes and cancer. https://www.cancer.org/cancer/cancer-basics/lymph-nodes-and-cancer.html.
Papadakis MA, et al., eds. Lymphangitis and lymphadenitis. In: Current Medical Diagnosis & Treatment 2019. 58th ed. McGraw-Hill Education; 2019. https://accessmedicine.mhmedical.com.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app