Obat Sakit Gigi di Apotek dan Tradisional

Dipublish tanggal: Mar 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
Obat Sakit Gigi di Apotek dan Tradisional

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Sakit gigi terjadi akibat adanya rangsangan saraf pada pulpa, atau ruangan pada akar gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah.
  • Obat-obatan untuk sakit gigi berfungsi untuk meredakan rasa sakit, peradangan, dan infeksi yang terjadi bila ada.
  • Contoh obat sakit gigi di apotek berbentuk oral (obat minum) adalah paracetamol, ibuprofen, cataflam, hingga asam mefenamat.
  • Ada juga obat sakit gigi yang berbentuk oles yang mampu meredakan nyeri sementara. Hanya boleh digunakan 3 hari.
  • Selain dengan obat, Anda juga dapat mengobati sakit gigi dengan kompres dingin, kumur air garam, atau mengoleskan minyak cengkeh.
  • Bila tak juga membaik, segera periksakan ke dokter gigi terdekat.

Sakit gigi terjadi akibat adanya rangsangan saraf pada pulpa, atau ruangan pada akar gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah sebagai sumber nutrisi bagi gigi. Ketika jaringan pulpa meradang entah akibat gigi yang berlubang, gusi yang bengkak, atau infeksi pada jaringan dibawah gusi dan sekitar akar, maka sakit gigi yang akan kita alami. Terkadang ini disertai dengan sakit kepala, sakit saat membuka mulut, menjadi peka terhadap suara, dan demam. Lalu, apa saja obat sakit gigi yang ampuh meredakan nyeri?

Obat sakit gigi di apotek

Obat-obatan untuk sakit gigi berfungsi untuk meredakan rasa sakit, peradangan, dan infeksi yang terjadi bila ada. Masalah pada gigi yang sifatnya sudah berlangsung lama memerlukan penanganan lebih lanjut, misalnya gigi berlubang dan karang gigi. Akan tetapi, masalah tersebut dapat diatasi kemudian setelah rasa sakit dan peradangan pada gigi sembuh terlebih dahulu.

Iklan dari HonestDocs
Pencabutan Gigi Di Tooth's Kingdom Dental Care

Pencabutan gigi adalah tindakan di mana sebuah gigi atau beberapa gigi diangkat oleh ahli bedah mulut dan wajah-rahang (maksilofasial) menggunakan peralatan kedokteran gigi lengkap. Ini adalah teknik sederhana yang dikenal sebagai bedah mulut, biasanya membutuhkan bius lokal atau umum, dan obat penenang

Istock 181864178 %281%29

Faktanya, kebanyakan orang yang mengalami sakit gigi malas untuk pergi ke dokter. Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari belum sempat, lokasi yang jauh, takut berbiaya mahal, dan lain-lain. 

Sebagai solusinya, ada beberapa jenis obat sakit gigi di apotek yang dapat meredakan rasa sakit dan peradangan, yaitu:

1. Obat minum

Hal pertama yang kita lakukan ketika sakit gigi adalah meredakan rasa sakit, dalam dunia medis obat pereda nyeri kita sebut sebagai Analgetik. Ada banyak sekali macamnya. Berikut urutan dari yang paling ringan hingga yang paling ampuh untuk meredakan sakit gigi:

Informasi di sini terbatas pada obat yang dapat Anda beli tanpa resep dokter, dan ingat selalu untuk membaca aturan pakai, dosis, efek samping dan kontraindikasinya. 

Baca Juga: Obat Cataflam untuk Sakit Gigi yang Membandel

2. Obat oles

Setelah minum obat kita harus menunggu beberapa saat agar rasa sakit berkurang, biasanya memakan waktu 30 menit sampai 1-2 jam. Bagi yang tak tahan menunggu, dapat menggunakan obat topikal atau yang diterapkan langsung pada gigi, hal ini cocok untuk gigi yang berlubang dan peradangan pada gusi.

Iklan dari HonestDocs
Pencabutan Gigi Di Tooth's Kingdom Dental Care

Pencabutan gigi adalah tindakan di mana sebuah gigi atau beberapa gigi diangkat oleh ahli bedah mulut dan wajah-rahang (maksilofasial) menggunakan peralatan kedokteran gigi lengkap. Ini adalah teknik sederhana yang dikenal sebagai bedah mulut, biasanya membutuhkan bius lokal atau umum, dan obat penenang

Istock 181864178 %281%29

Ini merupakan obat sakit gigi yang paling cepat meredakan, namun efeknya juga sebentar, tapi lumayan untuk menahan rasa sakit sementara. Obat ini mengandung antiseptik dan benzokain yang berfungsi sebagai obat bius (patirasa) lokal. Ada banyak pilihan yang paling terkenal bermerek Dentasol.

Gunakan obat tersebut seperlunya, tidak boleh lebih dari 3 hari. Jika dalam 3 hari sakit gigi tidak kunjung sembuh, maka itu artinya Anda memerlukan pengobatan yang direspkan oleh dokter yang meliputi obat antiradang, dan antibiotik. Namun ada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan Anda untuk pergi ke dokter walaupun sakit gigi belum sampai 3 hari, baca Kapan Harus ke Dokter.

Obat sakit gigi tradisional

Terkadang ada yang tidak mau menggunakan obat-obatann yang biasa digunakan oleh dokter dan memilih cara yang alami atau tradisional, namun cara ini memiliki efek yang lebih lambat dan kefektifan yang masih dibawah obat-obat yang disebutkan sebelumnya. Akan tetapi, ini juga bermanfaat sebagai pelengkap.

Berikut obat sakit gigi tradisional yang dapat Anda terapkan:

1. Kompres dingin

Kantung plastik dengan es yang sudah dihaluskan, lapisi denga kain tipis atau handuk, lalu menerapkannya langsung area pipi luar gigi yang sakit. Suhu dingin akan membantu meringankan rasa sakit. Jangan gunakan es langsung ke gigi. Hal ini akan meningkatkan rasa sakit, terutama karena gigi meradang oleh sakit gigi seringkali sangat sensitif terhadap suhu panas atau dingin.

2. Kumur air garam

Buatlah larutan garam dengan mencampur setengah sendok teh garam dapur yang dilarutkan ke dalam satu gelas air hangat. Berkumurlah selama 30-60 detik dan jangkau daerah gigi yang sakit. Ulangi beberapa kali sehari sampai nyeri reda.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

3. Oleskan minyak cengkeh

Ini merupakan obat sakit gigi tradisional yang sudah lama dikenal untuk menyembuhkan atau setidaknya meringankan rasa sakit sampai hilang dengan sendirinya. Gosokkan beberapa tetes pada gigi yang terkena beberapa kali sehari sampai sakit hilang. Minyak cengkeh dapat ditemukan di sebagian besar toko obat.

4. Teknik akupresur

Dengan ibu jari, tekan titik di punggung tangan Anda yang lain di mana pangkal ibu jari dan jari telunjuk bertemu. Lakukan penenkanan selama sekitar dua menit. Hal ini akan membantu memicu pelepasan endorfin, hormon yang memberikan rasa nyaman.

Perawatan sakit gigi oleh dokter

Tak semua sakit gigi dapat teratasi dengan cara di atas, karena kondisi yang berbeda-beda setiap orang. Langkah terakhir atau bisa jadi sebagai langkah lanjutan adalah berobat ke dokter.

Jika saat ini sedang sakit-sakitnya, maka Anda bisa memilih ke dokter gigi atau ke dokter umum pada kondisi berikut ini:

  • Demam dan menggigil. Ini bisa menjadi pertanda bahwa adanya infeksi serius.
  • Discharge atau keluarnya cairan nanah atau darah melalui sela-sela gigi.
  • Kesulitan menelan atau bernafas.
  • Mengalami kesulitan menelan atau bernapas.

Dokter akan meresepkan obat sakit gigi yang lebih kuat, anti radang, dan antibiotik untuk melawan infeksi.

Namun, apabila sakit gigi sudah reda dan Anda ingin membereskan gigi berlubang, suka kambuh sakitnya, karang gigi, atau gusi yang masih bengkak, maka pergilah ke dokter gigi. Perawatan yang dokter gigi lakukan untuk gigi berlubang, yaitu:

  • Penambalan. Jika lubang di gigi masih dangkal tapi sudah membuat saraf gigi tersensitisasi dan sering menyebabkan sakit, maka dokter gigi dapat memutuskan untuk menambal lubang gigi tersebut.
  • Perwatan saluran akar. Jika ada abses gigi (bengkak dan berisi nanah), yang terjadi ketika pulpa gigi terinfeksi, maka akan dilakukan perawatan saluran akar. Dokter gigi akan membersihkan bagian dalam gigi untuk menyingkirkan infeksi. Karena prosedur ini menyakitkan, maka akan dilakukan penyuntikan mati rasa dengan anestesi lokal terlebih dahulu.
  • Pencabutan gigi. Pada beberapa kasus gigi tidak bisa lagi diperbaiki, dan tentu saja yang terbaik adalah membuangnya. Pada kasus gigi berlubang pada anak, ekstraksi atau pencabutan gigi hampir selalu dilakukan, karena gigi akan juga akan lepas pada akhirnya dan diganti dengan gigi permanen.

Ingat, perawatan gigi di atas, hanya bisa dilakukan ketika tidak ada tanda-tanda peradangan lagi, seperti sakit, bengkak, dan demam.

Baca Juga: Penyebab dan Obat Sakit Gigi yang Tidak Berlubang

Pencegahan sakit gigi

Karena kebanyakan sakit gigi merupakan dampak dari kerusakan gigi, maka mencegahnya dapat dilakukan dengan menerapkan kebersihan gigi dan mulut yang baik, teridri dari menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi yang mengandung fluoride, flossing sekali sehari, dan periksa rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Jika obat sakit gigi tak juga meredakan gejala, segera periksakan ke dokter gigi terdekat. Dokter akan menyarankan metode perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

26 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
MayoClinic Staff. (2018). Toothache: First Aid. (https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-toothache/basics/art-20056628)
Arcury TA, et al. (2009). Oral health self-care behaviors of rural older adults. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2784128/)
Agbor MA, et al. (2015). Ethnomedicinal plants used by traditional healers to treat oral health problems in Cameroon. DOI: (http://dx.doi.org/10.1155/2015/649832)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app