HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI
Kebiasaan Sehat

Obat Bius – Si Penghilang Rasa Sakit

Dipublish tanggal: Sep 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Apa jadinya jika di dunia kedokteran dan kesehatan tidak ada obat bius? Apa yang terjadi jika semua tindakan kedokteran tidak melibatkan obat bius? Yang pasti, kita akan merasakan sangat sakit, dan bisa saja kita akan mendengar teriakan kesakitan dari kamar tindakan medis. 

Dalam bidang kesehatan, tindakan pembiusan ini dikenal dengan anestesi, yang dapat diartikan dengan “tanpa sensasi”. Tujuan tindakan pemberian obat bius ini adalah untuk membuat area tubuh tertentu akan mati rasa, atau untuk membuat anda kehilangan kesadaran secara fisik (tertidur). 

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Melalui tahap pembiusan, seorang dokter akan dapat leluasa memberikan penanganan medis yang diperlukan. Biasanya tindakan medis yang dimaksud adalah segala tindakan yang menggunakan peralatan tajam dalam tindakan untuk diaplikasikan ke bagian tubuh pasiennya. 

Bagaimana Cara Kerja Obat Bius?

Tindakan pembiusan terhadap pasien sehigga membuatnya tidak sadar/tertidur bisa dibilang dengan bius umum. Bius lokal dan bius regional yang diberikan pada area tubuh tertentu tidak akan sampai menyebabkan pasien akan kehilangan kesadaran. 

Sesudah pengaruh obat bius hilang, jaringan syaraf akan mulai bekerja normal menjalankan fungsinya sehingga anda bisa merasakan sakit dan nyeri pada area tubuh yang disayat karena tindakan medis yang dilakukan. Bila dokter anestesi memberikan bius umum, anda akan terbangun jika pengaruh obat bius tersebut sudah habis.

Untuk kasus bius lokal dan bius regional, obat bius tersebut akan disuntikkan pada sekitar bagian tubuh yang terdapat syaraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. 

Kerja obat bius tersebut adalah dengan meghentikan sinyal rasa sakit tersebut. Anda akan merasakan efek dari pemberian obat bius itu sampai beberapa jam, bahkan beberapa hari. Itu tergantung dari banyaknya dosis obat bius yang diberikan. 

Jenis-Jenis Pembiusan

Dalam dunia medis, terdapat tiga tipe pemberian obat bius, yaitu bius lokal, bius regional, dan bius umum (yang sering disebut bius total).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Pembiusan lokal adalah pemberian obat bius untuk tindakan operasi ringan, atau lebih sering operasi kecil atau operasi minor. Efek dari obat bius ini akan membuat anda tidak bisa merasakan (mati rasa) area kecil di tubuh anda. Sebagai contohnya, anda akan menjalani operasi minor untuk membuang mata ikan dari kaki anda. 

Dokter yang menangani anestesi akan melakukan pembiusan di sekitar jaringan yang akan diangkat tadi, sedangkan anda masih tetap sadar. Pada area yang akan dioperasi akan tidak akan merasa skit ketika operasi brlangsung. Kasus lain yang membutuhkan pembiusan jenis ini adalah untuk kasus tindakan jahit luka dan proses penambalan pada gigi yang berlubang.

Pembiusan regional adalah pemebrian obat bius pada tubuh yang berdampak pada mati rasa di sebagian besar bagian tubuh anda. Petugas medis, dalam hal ini dokter, juga akan memberikan obat lainnya yang bisa membuat anda bisa rileks kemudian tidur pulas. 

Pembiusan regional itu sendiri masih terbagi lagi menjadi tiga, yaitu epidural, spinal, dan blok syaraf tepi. Salah satu contoh kasus penerapan pembiusan regional ini adalah pada operasi caesar

Pembiusan umum, atau lebih familiar disebut pembiusan total, adalah pemberian obat bius lewat pembuluh darah pasien. Karena lewat pembuluh darah, obat bius tersebut mempengaruhi kerja otak dan seluruh syaraf di tubuh, maka pasien akan tidak akan mempunyai kesadaran secara fisik, dan tertidur pulas. Pemberian obat bius dengan cara ini akan mempermudah dokter dalam tindakan operasi besar. 

Kadang, dokter menerapkan dua jenis proses pembiusan untuk membantu pasien tidak mengalami rasa sakit. Kombinasinya biasanya adalah pembiusan regional dan pembiusan general/total. Pemberian kombinasi pembiusan ini ditujukan untuk mengurangi rasa sakit yang diderita pasien pasca operasi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Efek Samping Obat Bius

Pemberian obat bius mempunyai dampak sampingan yang tidak nyaman untuk pasien, seperti perut terasa mual, muntah, gatal-gatal, memar pada bagian tubuh, susah buang air kecil, dan tubuh menggigil. Akan tetapi, efek sampingan tersebut tidak berlangsung lama. 

Selain efek samping yang didapat, kasus komplikasi bisa saja terjadi. Walaupun kasus terjadinya sangat jarang, namun anda perlu mengerti kemungkinannya:

    • Reaksi alergi terhadap obat bius
    • Terjadinya kerusakan sistem syaraf secara permanen
    • Mengalami pneumonia
    • Mengalami kebutaan
    • Bahkan, sampai meninggal dunia.

    Kerawanan mendapatkan dampak sampingan pemberian obat bius tergantung pada jenis obat yang diberikan ke pasien, usia pasien, kondisi terbaru dari kesehatan pasien, dan bagaimana tubuh pasien memberikan respon terhadap obat bius yang diberikan. 

    Tingkat resiko akan bertambah tinggi jika pasien mempunyai pola hidup yang tidak sehat, misalnya merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, konsumsi narkoba, dan kelebhan berat tubuh, atau bisa disebut obesitas.

    Supaya tidak terjadi efek samping yang demikian, sebaiknya anda melakukan anjuran dan prosedur yang diberikan oleh dokter sebelum menjalani proses pembiusan, misalnya pola makan dan asupan yang disarankan. 

    Anda akan disuruh untuk menjalani puasa yang dimulai pada malam sebelum pembiusan. Pemakaian obat herbal dan/atau vitamin disarankan untuk tidak dilakukan minimal seminggu sebelum proses medis pembiusan dilaksanakan. 

    Walaupun jarang ditemui, respon alergi pada pemberian obat bius dapat terjadi karena bersifat turunan. Ada baiknya jika anda melakukan kroscek pada anggota keluarga yang lain, terutama yang mengalami alergi pada pembiusan. Apabila ada anggota keluarga yang mengalami hal tersebut, anda menyampaikannya ke dokter.

    4 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
    NHS Choices UK (2015). Anaesthesia. (https://www.nhs.uk/conditions/general-anaesthesia/)
    NHS Choices UK (2015). Local Anaesthesia. (https://www.nhs.uk/conditions/local-anaesthesia/)
    WebMD (2015). Anesthesia – Topic Overview. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-general-anesthesia)

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Tanya Dokter

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

    Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

    Submit
    Buka di app