Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Pengobatan

3 Obat Gatal Vagina yang Dapat Dibeli di Apotek

Update terakhir: NOV 14, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.428.070 orang

3 Obat Gatal Vagina yang Dapat Dibeli di Apotek

Vagina gatal merupakan masalah umum pada setiap wanita. Ketika mengalaminya, Anda tentu saja akan merasa tidak nyaman saat duduk, berdiri, maupun beraktivitas. Apalagi saat Anda sedang berada di tempat umum. 

Jangan panik dulu. Masalah kewanitaan ini dapat diatasi dengan obat gatal vagina. Bahkan, obat tersebut bisa Anda dapatkan di apotek, lho! Penasaran apa saja obat gatal vagina yang bisa dibeli di apotek? Berikut selengkapnya untuk Anda.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa saja penyebab vagina gatal?

Sebelum mencari obat gatal vagina, Anda harus memastikan dulu penyebabnya. Hati-hati, menggunakan sembarang obat justru bisa memperparah gatal pada vagina Anda.

Beberapa penyebab vagina gatal di antaranya:

1. Vaginosis bakterialis

Secara alamiah, tubuh Anda terdiri dari koloni bakteri 'baik' dan bakteri 'jahat' yang hidup secara seimbang di dalam vagina. Namun pada kasus vaginosis bakterialis, jumlah bakteri baik dalam vagina jadi berkurang sehingga tidak mampu melawan infeksi.

Selain menyebabkan vagina gatal, gejala vaginosis bakterialis lainnya meliputi peradangan, sensasi panas pada vagina, keputihan tidak normal dan berbau amis.

2. Infeksi jamur vagina

Setiap wanita setidaknya akan mengalami 1 kali infeksi jamur vagina semasa hidupnya. Infeksi jamur vagina umumnya disebabkan oleh jamur Candida yang tumbuh pada vagina dan vulva.

Meskipun umum bagi wanita, kondisi ini lebih rentan dialami oleh wanita hamil, orang yang sedang minum antibiotik, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah. Infeksi jamur vagina tak hanya menyebabkan gatal, tapi juga keputihan yang tebal dan kental.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3. Menopause

Penurunan hormon estrogen saat menopause menyebabkan lapisan dinding vagina jadi menipis dan mengering. Hal ini lambat laun menyebabkan vagina terasa gatal dan iritasi.

4. Iritasi bahan kimia

Selain faktor bakteri, vagina gatal juga dapat disebabkan oleh zat-zat kimia yang mengenai vagina. Contohnya krim, douche, kondom, deterjen, sabun, hingga tisu toilet.

5. Infeksi menular seksual (IMS)

Gatal pada vagina bisa menjadi salah satu gejala Anda terkena infeksi menular seksual. Misalnya klamidia, herpes genital, bisul, trikomoniasis, hingga gonore.

Baca Juga: Daerah Kewanitaan Gatal dan Perih? Inilah Penyebab dan Solusinya

Obat gatal vagina yang bisa dibeli di apotek

Sensasi gatal pada vagina sering kali membuat Anda tergoda untuk menggaruk area yang gatal. Alih-alih meredakan gatal, kebiasaan tersebut justru bisa membuat vagina semakin gatal, lho!

Ketimbang menggaruk area vagina yang bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut, masalah ini dapat diatasi dengan obat untuk vagina gatal. Berikut beberapa jenis obat gatal vagina yang bisa Anda temukan di apotek, di antaranya:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

1. Krim antijamur khusus vagina

Bila vagina gatal disebabkan oleh infeksi jamur, maka obat vagina gatal berbentuk krim cocok untuk Anda. Krim antijamur ini biasanya tersedia dengan bantuan aplikator, fungsinya supaya takaran krim sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Beberapa contoh obat gatal vagina berbentuk krim yang bisa dibeli di apotek adalah:

  • Clotrimazole
  • Butoconazole
  • Miconazole nitrat
  • Tioconazole

Krim antijamur vagina sebaiknya digunakan pada malam hari sebelum tidur untuk memaksimalkan penyerapan. Sebab jika dioleskan pada siang hari, krim tersebut dapat meleleh terkena suhu panas sehingga tidak mampu meresap sempurna pada kulit sekitar vagina. 

Ada beberapa krim antijamur yang digunakan untuk mengatasi gatal pada vagina bagian luar, yaitu di sekitar vulva atau labia. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu membaca petunjuk pada label sebelum menggunakan krim antijamur vagina.

Jika Anda menggunakan krim vagina berbasis minyak, hindari menggunakan kondom atau diafragma. Kandungan minyak dalam krim dapat merusak lateks kondom atau diafragma, sehingga perlindungannya jadi tidak maksimal. 

2. Obat supositoria

Beberapa obat vagina gatal seperti clotrimazole dan miconazole yang ada dalam krim antijamur vagina, juga tersedia dalam bentuk obat supositoria. Supositoria adalah teknik pemberian obat dengan cara memasukkannya ke dalam vagina. Obat supositoria vagina cenderung cepat meleleh dan dapat larut dengan sendirinya pada suhu tubuh.

Dibandingkan krim antijamur khusus vagina, jenis obat gatal vagina ini cenderung lebih efektif meredakan gatal pada vagina. Proses penggunaannya pun lebih mudah dan tidak gampang meleleh bila digunakan pada siang hari.

Ada baiknya, konsultasikan dulu ke dokter sebelum Anda menggunakan obat vagina gatal berbentuk supositoria. Pastikan juga Anda sudah mengetahui cara pemakaiannya terlebih dahulu agar tidak salah langkah.

3. Obat oral

Jika gatal pada vagina tak juga mereda, dokter dapat meresepkan obat oral. Biasanya, dokter akan memberikan obat fluconazole untuk membunuh jamur dan ragi di seluruh tubuh.

Perlu diperhatikan bahwa obat fluconazole dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan, yaitu sakit perut dan sakit kepala. Namun tak perlu khawatir. Efek samping tersebut biasanya akan berangsur-angsur menghilang setelah beberapa saat.

Bagi Anda yang sedang hamil dan terkena infeksi jamur vagina, obat fluconazole tidak diperuntukkan untuk Anda. Pasalnya, obat gatal vagina ini dapat memicu keguguran atau cacat lahir pada bayi. Tanyakan pada dokter mengenai alternatif obat vagina gatal yang aman bagi ibu hamil.

Kapan harus ke dokter?

Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter jika Anda memiliki pertanyaan seputar dosis dan cara penggunaan obat gatal vagina. Segera periksakan diri Anda jika gatal pada vagina tak juga berkurang.

Anda juga perlu segera ke dokter jika Anda terkena infeksi jamur vagina sebanyak 4 kali dalam setahun. Ini artinya, Anda mengalami kandidiasis vulvovaginal berulang. Kalau sudah begitu, Anda kemungkinan perlu minum obat antijamur hingga 6 bulan supaya gejalanya tidak kambuh lagi.

Baca Selengkapnya: 10 Cara Menghilangkan Gatal Pada Kemaluan Wanita Secara Alami

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit