Fenugreek: Informasi Manfaat dan Cara Kerja

Dipublish tanggal: Apr 25, 2019 Update terakhir: Jan 4, 2022 Waktu baca: 8 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Fenugreek (Kelabat) adalah tanaman herbal mirip semanggi untuk mengaasi masalah pencernaan, meningkatkan hasrat seksual, hingga melancarkan ASI;
  • Manfaat Fenugreek mungkin efektif untuk mengatasi diabetes hingga nyeri haid;
  • Efek samping Fenugreek yang dapat terjadi adalah diare, sakit perut, perut kembung, hingga urine bau sirup mapel;
  • Dosis Fenugreek untuk mengatasi nyeri haid adalah 3 x sehari 1800-2700 mg bubuk biji fenugreek selama 3 hari pertama menstruasi, diikuti oleh 900 mg sebanyak 3 kali sehari selama sisa dari dua siklus menstruasi;
  • Fenugreek mungkin aman dikonsumsi untuk meningkatkan aliran ASI dalam jangka pendek, tapi tidak aman dikonsumsi saat hamil;
  • Klik untuk mendapatkan fenugreek berupa Lactamor atau asupan gizi dan nutrisi lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Fenugreek (Kelabat) adalah tanaman herbal mirip semanggi yang berasal dari daerah Mediterania, Eropa Selatan, dan Asia Barat. Bijinya dapat digunakan sebagai bahan masakan, membuat obat, atau menyembunyikan rasa obat lain. Biji Fenugreek berbau dan rasanya agak seperti sirup maple. Di India, daun Fenugreek dimakan sebagai sayuran.

Fenugreek dikonsumsi untuk masalah pencernaan seperti kehilangan nafsu makan, sakit perut, sembelit, hingga tukak lambung (gastritis). Fenugreek juga dapat digunakan untuk diabetes, nyeri haid, menopause, sindrom ovarium polikistik, artritis, fungsi tiroid yang buruk, dan obesitas. Bahan alami yang satu ini juga digunakan untuk kondisi yang memengaruhi kesehatan jantung seperti "pengerasan pembuluh darah" (aterosklerosis) dan untuk kadar lemak tertentu dalam darah seperti kolesterol dan trigliserida.

Fenugreek digunakan untuk penyakit ginjal, penyakit kekurangan vitamin yang disebut beri-beri, sariawan, bisul, bronkitis, infeksi jaringan di bawah permukaan kulit (selulitis), TBC, batuk kronis, bibir pecah-pecah, kebotakan, kanker, penyakit Parkinson, dan performa olahraga. Beberapa pria menggunakan fenugreek untuk hernia, disfungsi ereksi (ED), infertilitas pria, dan masalah pria lainnya. 

Baik pria maupun wanita menggunakan fenugreek untuk meningkatkan hasrat seksual. Wanita yang menyusui kadang-kadang menggunakan fenugreek untuk meningkatkan aliran ASI.

Fenugreek terkadang digunakan sebagai tapal. Maksudnya ia dibungkus dengan kain, dihangatkan, dan dioleskan langsung ke kulit untuk mengobati nyeri lokal dan pembengkakan (peradangan), nyeri otot, rasa sakit dan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenitis), nyeri di jari kaki (gout), luka, bisul kaki, dan eksim.

Dalam makanan, fenugreek dimasukkan sebagai bahan dalam campuran rempah. Ia juga digunakan sebagai bahan penyedap makanan dalam sirup maple imitasi, makanan, minuman, dan tembakau. Dalam manufaktur, ekstrak fenugreek digunakan dalam sabun dan kosmetik.

Mengenai Fenugreek

Golongan

Herbal

Kemasan

-

Kandungan

-

Manfaat Fenugreek

Fenugreek sepertinya memperlambat penyerapan gula di lambung dan merangsang insulin. Kedua efek ini mampu menurunkan gula darah pada penderita diabetes.

Selain itu, manfaat Fenugreek mungkin efektif untuk mengatasi kondisi berikut:

  • Diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi biji fenugreek yang dicampur dengan makanan selama makan mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes tipe 2. Namun, mengonsumsi 5-50 gram biji fenugreek sebanyak 1-2 kali sehari tampaknya bekerja, menurunkan dosis 2,5 gram tampaknya tidak berhasil. Pada penderita diabetes tipe 1, mengonsumsi 50 gram bubuk biji fenugreek sebanyak kali sehari tampaknya mengurangi jumlah gula dalam urine.
  • Nyeri haid (dismenore). Mengonsumsi 1.800-2.700 mg bubuk biji fenugreek sebanyak 3 kali sehari selama 3 hari pertama periode menstruasi diikuti oleh 900 mg sebanyak 3 kali sehari selama sisa dari 2 siklus menstruasi mampu mengurangi rasa sakit pada wanita yang nyeri haid. Kebutuhan akan obat penghilang rasa sakit pun juga berkurang.

Sayangnya, tidak ada bukti yang cukup untuk kondisi-kondisi berikut:

  • Kinerja olahraga. Ada hasil yang bertentangan mengenai efek fenugreek pada kinerja olahraga. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi 500 mg suplemen fenugreek (Indus Biotech, India) selama 8 minggu mampu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan kadar testosteron, tetapi tidak mengubah kekuatan otot atau daya tahan pada pria muda. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi 500 mg ekstrak fenugreek (Torabolic, Indus Biotech) setiap hari selama 8 minggu mampu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan kinerja kaki dan bench press pada sekelompok pria muda. Penelitian awal lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi 300 mg unsur kimia fenugreek (Fenu-FG, Indus Biotech Private Limited, Pune, India) setiap hari mungkin dapat membantu pria melakukan lebih banyak latihan bench press. Akan tetapi, sepertinya itu tidak membantu mereka mengangkat lebih banyak berat atau melakukan lebih banyak latihan leg press.
  • Mulas (heartburn). Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi produk fenugreek tertentu (FenuLife, Frutarom Belgia) sebelum dua kali makan berat dalam sehari mampu mengurangi gejala mulas.
  • Kolesterol tinggi. Ada bukti yang bertentangan tentang efek fenugreek pada kadar kolesterol. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi biji fenugreek mampu mengurangi kadar kolesterol total dan lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL atau "kolesterol jahat"). Tetapi efek dari biji fenugreek pada lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL atau "kolesterol baik") dan trigliserida tidak konsisten.
  • Produksi ASI. Ada beberapa laporan bahwa mengonsumsi kapsul fenugreek atau meminum teh fenugreek segera setelah melahirkan dapat meningkatkan produksi ASI pada wanita menyusui. Fenugreek sepertinya sangat membantu saat memulai 1-2 hari setelah melahirkan. Tetapi tidak semua penelitian setuju. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi fenugreek kurang bermanfaat daripada mengonsumsi Indian borage atau kurma.
  • Infertilitas pria. Penelitian awal menunjukkan bahwa mengonsumsi cairan minyak dari biji fenugreek 3 kali sehari selama 4 bulan mampu meningkatkan jumlah sperma pada pria dengan konsentrasi sperma rendah. Tetapi mengonsumsi bagian lain dari biji fenugreek tampaknya tidak memiliki efek ini.
  • Penurunan berat badan. Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak biji fenugreek dapat mengurangi asupan lemak harian pada pria yang kelebihan berat badan apabila diminum dengan dosis 392 mg sebanyak 3 kali sehari selama 2-6 minggu. Tetapi dosis yang lebih rendah sepertinya tidak memiliki efek ini. Dosis tidak memengaruhi berat badan, nafsu makan, atau kekenyangan. Menambahkan 4-8 gram fiber fenugreek ke sarapan sepertinya meningkatkan perasaan kenyang dan mengurangi rasa lapar saat makan siang. Tetapi tidak jelas apakah ini meningkatkan penurunan berat badan.
  • Penyakit Parkinson. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak biji fenugreek (Indus Biotech Private Limited, Pune) dua kali sehari selama 6 bulan tidak memperbaiki gejala pada penderita penyakit Parkinson.
  • Kista ovarium (sindrom ovarium polikistik). Ada hasil yang bertentangan mengenai efek fenugreek terhadap kista ovarium. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak biji fenugreek (Goldarou Pharmaceutical Co. Isfahan Iran) setiap hari selama 8 minggu tidak memperbaiki gejala pada wanita dengan kista ovarium. Namun, penelitian awal lainnya menunjukkan bahwa mengonsumsi 1000 mg dari jenis ekstrak biji fenugreek tertentu (Furocyst, Cepham Inc., Piscataway, NJ) setiap hari mungkin dapat mengurangi ukuran kista ovarium dan membantu mengatur panjang siklus menstruasi dan waktu periode menstruasi.
  • Kebotakan.
  • Kanker.
  • Bibir pecah-pecah.
  • Batuk kronis.
  • Sembelit.
  • Eksim.
  • Demam.
  • Gout.
  • “Pengerasan pembuluh darah” (aterosklerosis).
  • Hernia.
  • Penyakit ginjal.
  • Sariawan.
  • Masalah seksual (disfungsi ereksi, ED).
  • Sakit perut.
  • Kondisi lainnya.

Diperlukan lebih banyak bukti untuk menilai efektivitas fenugreek untuk penggunaan ini.

Efek samping Fenugreek

Fenugreek aman dikonsumsi dalam sejumlah makanan. Di samping itu, Fenugreek mungkin aman dikonsumsi untuk tujuan pengobatan (jumlahnya yang lebih besar dari yang biasanya ditemukan dalam makanan) hingga 6 bulan. 

Efek samping Fenugreek yang dapat terjadi adalah:

  • Diare
  • Sakit perut
  • Perut kembung
  • Kentut
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Bau "sirup maple" dalam urine

Fenugreek juga dapat menyebabkan hidung tersumbat, batuk, mengi, pembengkakan wajah, dan reaksi alergi yang parah pada penderita hipersensitif. Fenugreek mungkin dapat menurunkan gula darah.

Dosis Fenugreek

Dosis Fenugreek bisa jadi berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, tingkat keparahan penyakit, dan kebutuhan masing-masing orang.

Dosis Fenugreek yang telah dipelajari dalam penelitian ilmiah adalah:

  • Untuk diabetes: Mengonsumsi 5-100 gram bubuk biji fenugreek ditambahkan ke 1-2 kali makan sehari selama 4 hari hingga 3 tahun. Konsumsi dosis 1 gram setiap hari dari ekstrak biji fenugreek;
  • Untuk nyeri haid (dismenore): Mengonsumsi 1800-2700 mg bubuk biji fenugreek sebanyak 3 kali sehari selama 3 hari pertama menstruasi, diikuti oleh 900 mg tiga kali sehari selama sisa dari dua siklus menstruasi;
  • Untuk meningkatkan hasrat seks: 600 mg ekstrak biji fenugreek (Libifem, Gencor Pacific Ltd.) setiap hari selama 2 siklus menstruasi.
  • Untuk meningkatkan performa seksual: Mengonsumsi 600 mg ekstrak biji fenugreek (Testofen, Gencor Pacific Ltd) setiap hari baik tunggal maupun dengan magnesium 34 mg, zinc 30 mg, dan vitamin B6 10 mg, selama 6-12 minggu.

Interaksi Fenugreek

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, obat tidak dapat bekerja dengan maksimal atau bahkan menimbulkan racun yang membahayakan tubuh. 

Jenis obat yang dapat berinteraksi dengan Fenugreek adalah:

1. Obat-obatan untuk diabetes (obat antidiabetes)

Fenugreek dapat menurunkan gula darah, sedangkan obat diabetes juga digunakan untuk menurunkan gula darah. Konsumsi Fenugreek bersama dengan obat diabetes dapat menyebabkan gula darah Anda terlalu rendah. 

Pantaulah gula darah Anda dengan cermat. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk diabetes adalah glimepiride (Amaryl), glyburide (DiaBeta, Glynase Presab, Micronase), insulin, pioglitazone (Actos), rosiglitazone (Avandia), chlorpropamide (Diabinese), glipizide (Glucotrol), tolbutamide (Orinase), tolbutamide (Orinase), dan lain-lain.

2. Obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah (obat antikoagulan atau antiplatelet)

Fenugreek mungkin dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi fenugreek bersama dengan obat yang juga memperlambat pembekuan darah dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan. 

Beberapa obat yang memperlambat pembekuan darah adalah aspirin, clopidogrel (Plavix), diclofenac (Voltaren, Cataflam, dan lain-lain), ibuprofen (Advil, Motrin, dan lain-lain), naproxen (Anaprox, Naprosyn, dan lain-lain), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, warfarin (Coumadin), dan lainnya.

3. Warfarin (Coumadin)

Warfarin (Coumadin) digunakan untuk memperlambat pembekuan darah. Fenugreek mungkin juga dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi fenugreek bersama dengan warfarin (Coumadin) dapat meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan.

Kemungkinan ada obat lain yang juga dapat bereaksi dengan Fenugreek, tapi belum dicantumkan dalam daftar di atas. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang sedang Anda konsumsi dan beri tahukan pada dokter.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan Fenugreek adalah sebagai berikut:

  • Fenugreek tidak aman bagi kehamilan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang melebihi makanan. Ini dapat menyebabkan malformasi pada bayi serta kontraksi dini; 
  • Konsumsi fenugreek sesaat sebelum persalinan juga dapat menyebabkan bayi baru lahir memiliki bau tubuh yang tidak biasa, yang dapat disalahartikan sebagai "penyakit urin sirup maple." Bau ini tampaknya tidak menimbulkan efek jangka panjang;
  • Fenugreek mungkin aman dikonsumsi untuk meningkatkan aliran ASI dalam jangka pendek. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 1725 mg fenugreek sebanyak 3 kali sehari selama 21 hari tidak menimbulkan efek samping pada bayi.
  • Fenugreek mungkin tidak aman diminum pada anak-anak. Beberapa laporan mengaitkan teh fenugreek dengan hilangnya kesadaran pada anak-anak. Bau badan yang tidak biasa menyerupai sirup maple mungkin juga dapat terjadi pada anak-anak yang meminum teh fenugreek;
  • Tidak untuk orang-orang yang alergi terhadap tanaman dari famili Fabaceae atau tanaman lainnya seperti kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau;
  • Hati-hati penggunaan pada penderita diabetes. Perhatikan tanda-tanda gula darah rendah (hipoglikemia) dan pantau gula darah Anda dengan seksama jika Anda menderita diabetes dan mengonsumsi Fenugreek.

Artikel terkait:


6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Fenugreek Uses, Benefits & Dosage. Drugs.com. (https://www.drugs.com/npp/fenugreek.html)
Fenugreek: Health Benefits, Uses, Side Effects, Dosage & Interactions. RxList. (https://www.rxlist.com/fenugreek/supplements.htm)
Fenugreek: Benefits and effects. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/324334)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app