Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Dexamethasone: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Update terakhir: DEC 8, 2019 Tinjau pada DEC 8, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.616.688 orang

Dexamethasone merupakan salah satu obat yang sering diresepkan untuk berbagai jenis gangguan kesehatan. Mulai dari pilek, alergi sampai ke radang sendi, Dexamethasone memiliki peran dalam penanganan berbagai penyakit. 

Karena obat yang satu ini relatif sering digunakan, penting bagi kita untuk mengetahui peruntukan dan cara kerjanya, dosis Dexamethasone yang dianjurkan, efek samping yang mungkin terjadi serta hal-hal lain yang perlu diperhatikan selama menggunakan obat ini. Yuk, kita pelajari bersama!

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa itu Dexamethasone?

Dexamethasone merupakan obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid. Golongan obat ini merupakan obat yang meredakan peradangan. Obat ini digunakan dalam penanganan berbagai penyakit, terutama penyakit-penyakit berbasis peradangan ataupun penyakit-penyakit dimana tubuh menyerang sistem kekebalan tubuhnya sendiri (autoimun).

Dexamethason antara lain digunakan dalam penanganan reumatik, penyakit-penyakit sistem imun, berbagai penyakit kulit, alergi, asthma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Croup, Multi[ple Sclerosis dan pembengkakan otak. 

Lebih lanjut, Dexamethasone juga digunakan bersama dengan Fludrocortisone dalam penanganan Insufisiensi Adrenokortikal serta pada kelahiran preterm (persalinan terjadi sebelum usia kandungan 37 minggu).  Sebaliknya, Dexamethasone tidak boleh diberikan pada keadaan infeksi tidak terkontrol, hipersensitivitas terhadap Dexamethasone, Malaria Otak, infeksi jamur sistemik, serta pada pemberian vaksin virus hidup yang dilemahkan.

Di Indonesia, Dexamethasone termasuk dalam golongan obat keras yang hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. 

Seringkali kita mudah mendapatkan obat ini di apotek meskipun tanpa resep, tetapi hal ini sangat tidak dianjurkan karena Dexamethasone merupakan obat yang bekerja secara sistemik dan memiliki efek pada berbagai fungsi tubuh serta dapat menimbulkan banyak efek samping yang tidak diharapkan bila digunakan tidak sesuai peruntukannya dan dalam dosis yang aman.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Dosis dan Cara Pemakaian Dexamethasone

Dexamethasone tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, baik sebagai zat aktif tunggal maupun dalam kombinasi dengan obat lain seperti halnya pada obat pilek. Lebih lanjut, Dexamethasone juga dapat ditemukan sebagai zat aktif dalam berbagai sirup, obat tetes mata maupun krim dan salep kulit. Sediaan lain yang paling umum dijumpai adalah tablet dan sediaan untuk injeksi (suntik). 

Dexamethasone tablet tersedia dalam berbagai dosis seperti 0,5 mg, 0,75 mg, 1 mg, 1,5 mg, 2 mg, 4 mg dan 6 mg. Dalam bentuk sediaan injeksi, umumnya Dexamethasone tersedia sebagai sediaan 5 mg/ml. Di Indonesia hanya tersedia tablet 0,5mg dan 5mg/ml injeksi.

Berapa banyak Dexamethasone yang perlu kita konsumsi, seberapa sering dan dalam bentuk sediaan apa sangat bergantung dari penyakit yang kita derita dan kondisi individual masing-masing pasien. 

Maka dari itu, sangatlah penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum memulai terapi dengan Dexamethasone, terutama bila Dexamethasone diperlukan dalam terapi jangka panjang. 

Secara kasar, dosis dewasa yang dianjurkan adalah 0,75 mg- 9 mg per hari dibagi dalam 2 hingga 4 dosis tergantung kondisi dan kebutuhan dan perlu penyesuaian. Untuk anak sebagai antiradang, dosis Dexamethasone yang diberikan umumnya berkisar antara 10-100mcg per kg berat badan, dibagi dalam beberapa kali pemberian. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Efek Samping Dexamethasone

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Dexamethasone bekerja pada berbagai sistem tubuh sehingga efek kerja Dexamethasone sangat luas dan dapat menimbulkan berbagai efek samping, terutama bila Dexamethasone digunakan dalam jangka panjang dan atau dalam dosis besar. 

 Beberapa efek samping yang umum dijumpai antara lain adalah sebagai berikut.

  • Acne atau jerawat pada kulit
  • Moon face (wajah membulat, pada penggunaan jangka panjang)
  • Insomnia (gangguan tidur)
  • Vertigo
  • Peningkatan nafsu makan
  • Peningkatan berat badan
  • Gangguan penyembuhan luka
  • Depresi
  • Euphoria (rasa senang yang berlebihan)
  • Tekanan darah tinggi
  • Peningkatan resiko terjadinya infeksi
  • Peningkatan tekanan intraokular (tekana dalam bola mata)
  • Mual dan muntah
  • Dyspepsia (rasa tidak nyaman pada perut, sering digambarkan sebagai rasa kembung dan mual)
  • Kebingungan
  • Amnesia
  • Mudah marah
  • Rasa lelah
  • Nyeri kepala
  • Katarak (ditemukan pada sekitar 10% pasien yang mendapatkan terapi jangka panjang dengan Dexamethasone)

Selain itu, dapat pula ditemukan pembengkakan saraf mata, supresi adrenal, pertumbuhan terhambat pada anak-anak, Cushing’s Syndrome, tukak lambung, osteoporosis, Diabetes Mellitus (kencing manis), peradangan pankreas, glaukoma, Candidiasis (infeksi jamur candida), atrofi kulit dan retensi air dan natrium dalam tubuh. Penting untuk diingat bahwa efek samping ini umumnya terjadi pada terapi jangka panjang dan tidak terjadi pada setiap pasien

Tetapi perlu juga dicermati bahwa Dexamethasone merupakan obat yang memerlukan pertimbangan yang matang dan pengetahuan yang menyeluruh sebelum digunakan. Karenanya, sangat tidak dianjurkan untuk memulai terapi menggunakan Dexamethasone tanpa konsultasi dan kontrol dengan dokter.

Bila Dexamethasone digunakan dalam terapi jangka panjang, obat ini tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba melainkan perlu dikurangi dosisnya secara bertahap (tappering off) sebelum benar-benar menghentikan penggunaannya. 

Dalam keadaan penghentian Dexamethasone secara tiba-tiba, dapat terjadi antara lain insufisiensi adrenal, tekanan darah rendah, panas, nyeri otot, nyeri sendi, Rhinitis (peradangan selaput hidung), Konjungtivitis (peradangan konjunctiva), berat badan menurun, lesi pada kulit yang gatal dan nyeri.

Interaksi Dexamethasone dengan Obat dan  Senyawa Lain

Dexamethasone berinteraksi antara lain dengan obat –obatan golongan barbiturat, Phenytoin, dan Rifampicin yang dapat mengurangi kinerja dari Dexamethasone di jaringan. Pemberian Dexamethasone bersama obat kontrasepsi (pil KB) dapat meningkatakan volume distribusinya.

 

Sangatlah penting untuk menginformasikan dokter yang merawat mengenai obat-obatan yang kamu konsumsi untuk memastikan Dexamethasone tidak mempengaruhi efek kerja obat-obatan yang kamu minum ataupun sebaliknya. 

Pada mereka yang menderita kencing manis, sering ditemukan bahwa gula darahnya menjadi lebih sulit dikendalikan ketika menjalani penanganan penyakit lain yang menggunakan Dexamethasone sehingga memerlukan penyesuaian dosis obat diabetesnya. 

Begitu pula halnya dengan pemberian Dexamethasone pada mereka yang menderita tekanan darah tinggi. Pada mereka yang menggunakan Coumarin (pengencer darah), dapat ditemukan bahwa respons terhadap Coumarin berkurang. 

Bila Dexamethasone digunakan bersama obat-obatan anti nyeri seperti Aspirin, dapat terjadi peningkatan resiko timbulnya perdarahan saluran cerna.

Pada kehamilan, Dexamethasone dapat menimbulkan gangguan pada janin. Dalam keadaan hamil (kategori C) , konsultasi dengan dokter sangatlah penting untuk menentukan apakah manfaat Dexamethasone dalam penanganan penyakit melebihi potensi terjadinya gangguan pada kehamilan terutama bila Dexamethasone diperlukan dalam jumlah besar dan untuk jangka waktu panjang

Dexamethasone dapat ditemukan pada ASI dan dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi yang menyusu. Sama halnya dengan pada kehamilan, hal ini terutama penting untuk diperhatikan ketika Dexamethasone diberikan dalam jangka waktu panjang.

Sekilas sudah kita pelajari mengenai Dexamethasone dan berbagai manfaat dan kegunaannya. Ada banyak penyakit yang hanya bisa dikontrol dan diredakan menggunakan obat ini ataupun kortikosteroid jenis lain. 

Melalui artikel ini, kita tidak hanya melihat luasnya manfaat Dexamethasone tetapi juga banyaknya efek samping yang mungkin terjadi bila Dexamethasone digunakan tidak sesuai peruntukannya dan tidak di bawah pengawasan dokter. 

Bila kita memerlukan penganganan menggunakan Dexamethasone, terutama dalam jangka panjang, rajinlah berkonsultasi dengan dokter yang merawatmu agar kondisimu terpantau dan kamu mendapatkan manfaat penuh dari obat ini.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp