Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Nyeri Pernapasan - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 18, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 917.733 orang

Apa itu nyeri saat bernapas?

Nyeri saat bernafas merupakan sensasi atau perasaan yang tidak enak saat bernapas. Kondisi ini bisa berkisar dari nyeri yang ringan hingga nyeri hebat. Selain nyeri, kondisi ini biasanya juga disertai dengan sulit bernapas. Faktor-faktor tertentu mungkin dapat menyebabkan kesulitan bernapas, seperti posisi tubuh atau kualitas udara.

Nyeri saat bernapas dapat menjadi suatu pertanda masalah medis yang serius atau adanya suatu penyakit. Kondisi ini sering membutuhkan pengobatan medis segera.

Buatlah janji dengan dokter Anda segera untuk nyeri dada yang tidak diketahui penyebabnya atau kesulitan bernapas. Juga konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki penyakit kronis yang terkadang menyebabkan nyeri saat bernapas.

Tanda-tanda darurat medis

Hubungi rumah sakit atau pergi ke ruang gawat darurat terdekat jika Anda mengalami nyeri saat bernapas yang bersamaan dengan gejala-gejala berikut:

  • hilang kesadaran
  • sesak napas
  • pernapasan cepat
  • hidung melebar
  • keinginan akan udara, atau merasa seolah-olah Anda tidak bisa mendapatkan udara yang cukup
  • megap-megap
  • tersedak
  • nyeri dada
  • kebingungan
  • keringat berlebih
  • wajah atau kulit pucat
  • perubahan warna biru pada kulit, bibir, jari, atau jari kaki (sianosis)
  • pusing
  • batuk darah
  • demam

Nyeri saat bernapas dapat menjadi pertanda suatu kegawatdaruratan medis atau gejala suatu kondisi yang serius. Bahkan jika Anda berpikir penyebabnya adalah suatu hal yang ringan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar dapat membantu memastikan tidak terjadi sesuatu yang serius.

Apa yang bisa menyebabkan nyeri saat bernapas?

Dalam beberapa kasus, cedera pada dada, seperti luka bakar atau memar, dapat menyebabkan nyeri saat bernapas. Dalam kasus lain, penyebabnya mungkin tidak jelas dan Anda harus mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Kondisi yang menyebabkan nyeri saat bernapas dapat sangat bervariasi dalam tingkat keparahan, termasuk penyakit jangka pendek serta masalah yang serius dengan paru-paru atau jantung.

Penyakit

Meskipun flu biasa dapat menyebabkan mengi dan masalah pernapasan yang ringan, nyeri saat bernapas dapat dikaitkan dengan penyakit-penyakit yang serius. Pada beberapa penyakit mungkin akan terasa sakit atau nyeri saat mengambil napas yang dalam atau mungkin mengalami kesulitan bernapas saat berbaring, semua ini tergantung pada penyebabnya.

Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan nyeri saat bernapas termasuk:

  • Pneumonia, infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri
  • TBC, infeksi paru-paru oleh bakteri yang serius
  • Radang pada pleura, radang selaput paru-paru atau rongga dada biasanya karena infeksi
  • Bronkitis, infeksi atau radang saluran pernapasan di dalam paru-paru
  • Herpes zoster, infeksi yang disebabkan oleh reaktivasi virus cacar air

Cedera dan kelainan paru-paru

Cedera dan gangguan paru-paru juga bisa menyebabkan nyeri saat bernapas. Tidak seperti penyakit jangka pendek, kondisi ini dapat menyebabkan masalah pernapasan jangka panjang.

Anda mungkin akan merasakan nyeri saat menarik dan mengeluarkan napas, dan napas Anda mungkin terasa lebih dangkal. Pernapasan yang lebih dalam dapat menyebabkan batuk yang disertai rasa nyeri.

Beberapa penyebab cedera dan gangguan paru-paru termasuk:

  • penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), sekelompok penyakit paru-paru, yang paling sering terjadi yaitu penyakit emfisema
  • asma
  • cedera karena menghirup zat kimia atau asap
  • tulang rusuk yang patah
  • emboli paru, penyumbatan di salah satu arteri paru-paru
  • pneumotoraks, paru yang kolaps
  • empyema, kumpulan nanah yang terinfeksi di dalam lapisan rongga dada
  • costochondritis, peradangan pada penghubung antara tulang rusuk, tulang dada, dan tulang belakang yang menyebabkan nyeri dada

Penyakit jantung

Penyakit jantung adalah kemungkinan penyebab nyeri saat bernapas lainnya. Dalam kasus ini, Anda kemungkinan akan mengalami sesak napas dan ketidaknyamanan saat bernapas. Sekitar 26 persen orang yang mengalami serangan jantung mungkin mengalami kesulitan bernapas tanpa nyeri dada.

Jenis penyakit jantung yang dapat berkontribusi pada nyeri saat bernapas termasuk:

  • angina, ketika aliran darah ke jantung berkurang
  • serangan jantung, ketika aliran darah ke jantung tersumbat
  • gagal jantung, ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan baik
  • pericarditis, ketika peradangan pada kantung di sekitar jantung menyebabkan rasa sakit yang tajam.

Nyeri dada yang berhubungan dengan jantung juga dapat menyebabkan:

  • Sensasi terbakar
  • Pusing
  • Mual
  • Berkeringat
  • Rasa nyeri yang menjalar ke leher, rahang, lengan, atau bahu
  • Nyeri perut bagian atas

Bagaimana dokter Anda menentukan penyebab dari nyeri saat bernapas?

Dokter Anda akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab nyeri saat Anda bernapas. Dokter akan bertanya tentang riwayat medis Anda secara lengkap, riwayat keluarga dengan penyakit paru-paru dan jantung, dan gejala lain yang mungkin Anda miliki.

Dokter juga akan bertanya di mana letak rasa nyeri saat Anda bernapas dan apa yang dapat membuat rasa nyeri tersebut membaik atau memburuk, seperti membaik dengan mengubah posisi atau minum obat-obatan.

Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan beberapa tes untuk membantu menentukan penyebab nyeri saat Anda bernapas Tes-tes yang dapat dilakukan seperti:

  • X-ray dada
  • CT scan
  • Tes darah dan urin
  • Tes elektrokardiogram (EKG)
  • Tes oksimetri nadi
  • Pemeriksaan eko-kardiogram
  • Tes fungsi paru

Setelah dokter menentukan penyebab nyeri saat Anda bernapas, dokter akan mendiskusikan opsi pengobatan yang tepat untuk Anda. Dokter mungkin juga akan merujuk Anda ke spesialis jika dokter tidak dapat menentukan penyebab rasa nyeri tersebut.

Bagaimana cara mengobati nyeri saat bernapas?

Pengobatan nyeri saat bernapas akan tergantung pada penyebabnya. Meskipun Anda dapat mengobati pneumonia bakteri dengan obat antibiotik, kondisi lain mungkin memerlukan obat antikoagulasi atau tindakan pembedahan.

Kondisi seperti asma dan emfisema biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang, termasuk pengobatan pernapasan dan regimen obat-obatan dengan resep dokter.

Mengubah posisi

Anda mungkin merasa lega dari nyeri saat bernapas setelah mengubah posisi tubuh Anda, terutama jika Anda menderita PPOK. Menurut Klinik Cleveland, Anda dapat mencoba meninggikan posisi kepala dengan bantal jika rasa nyeri tersebut datang saat Anda berbaring.

Jika Anda duduk, Anda dapat mencoba:

  • Mengistirahatkan kaki Anda di lantai
  • Condongkan tubuh sedikit ke depan
  • Mengistirahatkan siku di atas lutut atau di atas meja
  • Rileks kan otot leher dan bahu Anda

Jika Anda berdiri, Anda dapat mencoba:

  • Berdiri dengan kaki selebar bahu
  • Bersandar dengan pinggul di dinding
  • RIleks kan bahu Anda dan sandarkan kepala Anda di lengan Anda
  • Condongkan tubuh sedikit ke depan dengan tangan di paha

Pengobatan jangka pendek

Selain obat-obatan, ada tindakan pencegahan lain dan solusi jangka pendek yang dapat membantu.

Duduk dan fokus pada pernapasan Anda dapat membantu jika nyeri saat bernapas terjadi selama aktivitas sehari-hari. Beri tahu dokter Anda jika nyeri saat bernapas membaik dengan istirahat.

Jika nyeri saat bernapas mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, cobalah latihan yang lebih ringan seperti tai chi atau yoga. Meditasi dan latihan ini juga dapat membantu Anda rileks sambil memperbaiki pernapasan Anda.

Pengobatan pernapasan jangka panjang

Anda dapat menurunkan risiko penyakit paru-paru dengan cara mengurangi paparan terhadap:

  • asap rokok
  • pencemaran lingkungan
  • racun di tempat kerja
  • uap

Jika Anda menderita asma atau PPOK, penting untuk mengikuti rencana pengobatan Anda untuk mengurangi masalah pernapasan. Tanyakan kepada dokter Anda apakah latihan pernapasan tertentu dapat membantu.

Teknik diafragma (pernapasan dalam) dapat membantu mendorong pernapasan yang lebih baik dari waktu ke waktu dan dapat mengurangi rasa nyeri saat bernapas.

Mencegah faktor risiko penyakit jantung juga dapat membantu mencegah penyakit yang berkaitan dan gejala-gejala selanjutnya. Anda dapat menurunkan risiko serangan jantung, angina, dan bentuk penyakit jantung lainnya dengan:

  • Menurunkan berat badan
  • Menurunkan tekanan darah Anda
  • Mengurangi kadar kolesterol Anda
  • Berolahraga setiap hari
  • Mengurangi konsumsi garam, lemak jenuh, dan lemak trans
  • Berhenti merokok
  • Mengendalikan diabetes

Kasus penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya harus dipantau oleh dokter. Pastikan Anda mengonsumsi semua obat-obatan sesuai resep dan beritahu dokter jika nyeri saat Anda bernapas terasa memburuk.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit